
"Tuan muda Adam mari kita bicara",pinta Harven membuat Adam terpaksa pergi dari depan ruang ICU tempat Brian berada saat itu.
"Ada apa Harven?",tanya Adam setelah mereka berada cukup jauh dari sana.
Harven menarik nafas dengan keras.
"Ini sudah lebih 2 minggu tuan Brian terbaring koma dan selama itu anda hanya terus berada disana tanpa melakukan apapun".
"Lalu aku harus melakukan apa?Bukankah para dokter bilang aku hanya harus menunggu sampai Daddy sadar jadi aku melakukannya".
"Itu benar tuan Adam tapi selain menunggu apa anda tidak bisa melakukan yang lain lihatlah nona Amera meski sedang hamil dia tetap pergi keKafe untuk bekerja lalu tuan Geo dia juga tetap pergi bekerja dan berusaha menyelesaikan masalah yang terjadi dikantor sekarang".
"Lalu kenapa kalau mereka bekerja dan aku hanya menunggu Daddy sadar Harven?!".
"Tuan Adam...Tuan Brian tidak suka melihat anda seperti ini, kondisi anda lebih parah dari keadaan beliau didalam sana dan saat beliau sadar lalu melihat anda seperti ini beliau pasti akan merasa sedih".
"Itu tidak benar Harven.Daddy pasti akan senang kalau dia sadar dan orang pertama yang dilihatnya saat itu adalah aku".
"Itu benar tapi juga merasa bersalah kalau tau anda sudah menyia nyiakan waktu seperti ini hanya dengan duduk menunggu beliau yang sedang tidur panjang".
"Dia akan sadar tidak lama lagi Harven".
"Kalau dia akan segera sadar maka lakukan sesuatu untuk membuatnya bangga seperti sebelumnya . Jangan hanya berdiam diri seperti sekarang.Ayo bangkit tuan Adam masih banyak hal yang harus anda lakukan sambil menunggu beliau sadar".
Mendengar semua yang dikatakan Harven Adam terdiam lalu bergumam pelan.
"Apa salah satunya?".
"Bukankah Anda bilang akan meresmikan pernikahan anda dengan nona Amera lalu kapan anda akan melakukan itu tuan Adam?".
"Itu kalau Daddy sudah sadar dan Amera sudah setuju Harven".
"Bagaimana kalau dia sadar setelah bayi kalian lahir".
Adam menatap kearah Harven, perlahan dahinya berkerut mendengar itu.
__ADS_1
"Tuan Adam...tuan Brian sedang koma dan dokter tidak bisa memastikan kapan dia akan sadar sementara kehamilan nona Amera sudah memasuki usia 6 bulan tidak lama lagi anak kalian akan lahir dan anda hanya diam seperti sekarang jadi...berhenti menyia nyiakan waktu anda seperti ini lakukan sesuatu yang bermanfaat".
Adam terdiam dan memejamkan matanya dengan menghela nafas berkali kali dihadapan Harven.
"Perusahaan anda butuh anda juga selain tuan Geo yang aku yakin kewalahan menangani urusan disana.Istri dan calon anak anda butuh perhatian anda bukan hanya tuan Brian tuan Adam''.
"Tapi aku satu satunya putra nya Harven".
"Aku tau.Andai anda berada diposisi beliau apa anda akan senang kalau anak dan istri anda melakukan itu pada anda?Saya rasa tidak bukan jadi tempatkan diri anda diposisi tuan Brian dan untuk masalah disini serahkan pada anak buah tuan Brian juga saya serta tim dokter yang sudah kita bayar untuk menjaga beliau".
"Aku akan memikirkannya".
Setelah mengatakan itu Adam berjalan kembali kekursi diruang ICU dan kembali menatap pintu ruang ICU yang tertutup rapat itu seolah meski ada pintu itu dia bisa menembus kedalam ruangan steril yang digunakan untuk merawat Brian yang kondisinya tetap seperti hari pertama setelah dia menjalani operasinya.
"Kau...kemarilah!",panggilnya pada seorang pengawal yang berjaga didepan pintu ruang perawatan Brian saat itu.
"Ya tuan muda Adam".
Pria itu berjalan mendekat kearah Brian dan membungkuk hormat.
"Duduklah aku ingin bicara karena meski beberapa kali aku melihatmu berjaga disini sekalipun kita belum pernah bicara benar begitu bukan?",tanyanya dengan menatap pria tinggi dengan stelan hitam khas pengawal itu.
Pria itu duduk disamping Adam seperti apa yang Adam perintahkan barusan padanya.
"Kau,Apa kau ikut dengan Daddy pada saat malam kejadian itu?",tanya Adam dengan ekspresi serius.
"Bukan saya tapi ketua Philip yang ikut bersama tuan Brian",terang pengawal itu.
"Philip?Dimana dia sekarang?",tanya Adam dengan memicingkan matanya.
"Kurasa dia sedang bekerja tuan Adam".
"Bisa kau panggilan dia karena aku ingin bicara dengannya sekarang",perintah Adam yang diangguki oleh pengawal itu.
"Akan saya lakukan tuan tunggulah".
__ADS_1
Setelah mengatakan itu pengawal itu lalu menghubungi seseorang dengan ponselnya yang diduga Adam itu adalah kepala pengawal Brian yang bernama Philip itu.
"Bagaimana?",tanya Adam pada pengawal itu.
"Ketua Philip akan datang kesini dalam 1 jam karena sekarang dia sedang berada dikantor Ada pekerjaan yang harus dikerjakannya lebih dulu sebelum menemui anda",terang pengawal itu yang dibalas dengan diam oleh Adam.
Dan untuk mengisi waktu menunggu pengawal Ayahnya Adam mengambil ponsel disakunya yang akhir akhir ini terlupakan bahkan untuk menghubungi Amera pun tidak kecuali perempuan itu yang menghubunginya lebih dulu untuk menanyakan kondisi Brian atau menanyakan apakah Adam ingin ditemani diRumah sakit yang selalu dijawab Adam dengan penolakan karena dia ingin sendiri dan tidak ingin Amera yang sedang hamil kelelahan dan meminta dia beristirahat saja dirumah dengan ditemani Veronica.
Adam menghidupkan ponselnya lalu mencari nama istrinya itu didaftar pencarian dan setelah menemukannya dua segera menghubungi nomor itu yang langsung dijawab dari bunyi pertama membuat Adam berpikir apakah sebenarnya Amera sedang menunggu nunggunya menelpon selama ini karena itu dia langsung menjawab panggilannya dengan suara terdengar antusias.
"Ya Dam..".
"Sayang...Apa yang sedang kamu lakukan?",tanyanya dengan perasaan rindu yang tiba tiba dirasakannya seolah sudah sangat lama dia tidak bertemu Amera padahal baru tadi pagi perempuan itu menemuinya di Rumah sakit untuk menanyakan kondisi Ayahnya dan mereka juga mengobrol sebelum akhirnya Amera pergi ke Kafe karena ada yang harus dikerjakannya disana.
"Aku....sedang bekerja bersama David dan Veronica.Lalu dirimu?Apa yang sedang kau lakukan sekarang?".
"Aku...hanya duduk tidak melakukan apa apa dan....Aku merindukanmu sekarang sayang",ucapnya dengan suara yang tiba tiba parau karena merasa tenggorokannya tercekat saat mengatakan itu.
"Aku juga",balas Amera dengan suara lembutnya.
"Bukan hanya ucapan tapi aku benar benar merindukanmu sayang.Aku ingin bertemu denganmu dan memelukmu sekarang".
Diseberang telpon terdengar sunyi sepertinya Amera berusaha mencerna apa makna kata kata terakhir yang dikatakan Adam padanya saat itu sebelum dia kembali bicara.
"Apa kau ingin aku datang keRumah sakit sekarang untuk menemui Dam?".
"Tidak perlu sayang tapi ayo kita makan malam diluar malam ini".
"makan malam?Kenapa tiba tiba?",tanya Amera terdengar terkejut dengan ajakan Adam yang tiba tiba itu.
"Karena tiba tiba aku ingin bersamamu tapi sekarang aku harus mengakhiri dulu panggilan ini karena ada yang harus aku lakukan sebelum nanti malam pergi denganmu".
"Baiklah sampai jumpa nanti malam Adam".
"Sampai jumpa nanti malam sayang.Aku mencintaimu".
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu Dam".
Lalu panggilan mereka berakhir karena Philip ketua pengawal Brian sudah datang.