Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
8.Tinggallah Di Tempatku.


__ADS_3

"Sepertinya apa yang kita lakukan tadi harus kita tunda dulu sementara karena sekarang kau harus bersiap untuk keluar dari Rumah sakit. Kak Vero sudah menyiapkan tempat tinggal sementara untukmu sampai para wartawan kiriman Elvan pergi dari rumah lamamu.Supaya kau tidak akan diganggu oleh para wartawan lagi sekarang",terang Adam yang tidak membuat wajah Amera berubah senang mendengar semua itu bahkan dia masih memalingkan wajah kearah lain selama Adam bicara padanya.


Adam yang semula tidak memperhatikan ekspresi Amera langsung mengerutkan kening begitu melihat wajah Amera yang cemberut.


"Mer",panggil Adam tapi Amera masih tidak merubah ekspresinya lalu dia kembali memanggil perempuan itu.


"Mommy",panggilnya dengan nada suara lembut yang membuat Amera refleks menoleh mendengar panggilan itu.


"Ada apa?",tanya Adam dengan menelisik wajah Amera.


"Tidak ada,aku hanya kesal pada para wartawan menyebalkan itu,yang membuat aku sampai harus pindah dari rumahku yang nyaman ketempat asing",jawab Amera berbohong.


"Meski tempat asing tempat tinggalmu yang baru tidak kalah nyaman dengan rumahmu sebelumnya".


Amera mengedikkan bahunya seolah tidak perduli.


"Entahlah Dam",jawabnya dengan berjalan menjauh dari pria itu.


"Aku jamin",balas Adam dengan berjalan menghampiri Amera yang sedang mengambil baju ganti dari dalam kopernya.


"Bagaimana kau bisa seyakin itu sementara yang akan tinggal disitu aku".


"Karena itu Apartemenku".


Seketika Amera menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengeluarkan sebuah gaun simple dari dalam kopernya karena mendengar apa yang dikatakan Adam dan refleks menoleh kearah pria itu yang sudah berada tepat dibelakangnya dan sedang mengulurkan tangannya untuk mengambil gaun yang ada ditangan Amera.


"Apartemenku?Maksudmu?",tanya Amera tidak mengerti.


"Aku menawarkan Apartemen milikku sebagai tempat tinggal sementara mu pada kak Veronica Manajermu waktu dia kebingungan mencarikanmu tempat tinggal yang kemungkinan tidak diketahui oleh para wartawan itu",terang Adam dengan memutar tubuh Amera menghadap kearahnya lalu mulai melepas satu persatu kancing pakaian Rumah sakit Amera tanpa perempuan itu sadari.


"Lalu Vero setuju?",tanya Amera yang diangguki oleh Adam sambil meloloskan atasan piyama rumah sakit itu dari tubuh Amera.


"Iya,setelah dia melihat lokasi Apartemenku kemarin".


"Tapi....kenapa?",gumam Amera.


"Maksudmu?",tanya Adam dengan memasangkan baju ganti Amera yang ada ditangannya ketubuh perempuan itu.

__ADS_1


"Maksudku kenapa harus Apartemenmu?".


"Kau tidak suka tinggal ditempat ku?",tanya Adam dengan menaikan resleting gaun dipunggung Amera.


"Bukan,hanya saja aku tidak siap kalau sekarang Vero tau hubungan kita.Sementara para wartawan yang dikirimkan Elvan masih banyak".


"Aku tau karena itu aku tadi tetap memanggilmu nona waktu bicara dengan kak Vero",terang Adam dengan menyelipkan rambut Amera kebelakang telinganya.


"Oh....".


"Oh,kenapa kau ber Oh Mer?",tanya Adam dengan menaikan sebelah alisnya.


Amera menggeleng .


"Pantas saja tadi kau memanggilku nona Amera saat bicara dengan Vero".


"Kau tidak suka?".


Cepat cepat Amera menggeleng kan kepalanya mendengar pertanyaan itu dari Adam tapi ekspresinya tidak bisa menipu Adam kalau sebenarnya Amera tidak suka Adam memanggilnya seperti itu.


"Hanya saat dihadapan publik sementara aku akan memanggilmu seperti itu tapi saat berdua aku akan memanggilmu sayang,bagaimana kau suka bukan?".


Seketika Amera menoleh mendengar ucapan Adam sampai wajah mereka hampir saling menyentuh dan Amera pikir Adam akan menciumnya tapi ternyata dia salah karena tiba tiba Adam bangkit dari posisinya yang diikuti pandangan kecewa Amera.


"Ayo kita berangkat karena kak Vero sudah menunggu kita diApartemen",ajak Adam dengan membantu Amera berdiri lalu membiarkan Amera merapikan penampilannya baru dia mengajak Amera keluar dari ruang rawatnya.


"Tidak jauh bukan jaraknya?",tanya Amera dengan menghempaskan tubuhnya dikursi mobilnya disamping Adam


Adam menggelengkan kepalanya.


"Kita hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 1 jam lalu sampai.Apa kamu merasa tidak nyaman mengendarai mobil?",tanya Adam yang dijawab gelengan oleh Amera.


"Syukurlah kalau begitu", balas Adam lalu menghidupkan mesin mobil Amera lalu melajukannya meninggalkan area rumah sakit.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam seperti perkataan pria itu mereka tiba dikawasan Apartemen kelas menengah yang membuat Amera cukup mengerutkan keningnya karena ternyata Adam bisa tinggal dilingkungan yang baik meski tidak semewah tempat tinggalnya.


"Apa kau sudah lama tinggal disini?", Tanya Amera saat Adam sudah menghentikan mobilnya diarea parkir gedung Apartemen itu

__ADS_1


"Sekitar 1tahun yang lalu",jawab Adam dengan membuka pintu mobilnya lalu membukakan pintu sisi Amera dan membantunya turun.


"Oh",jawab Amera dengan melangkah keluar dari mobil


"Apa maksud Oh mu itu lagi?",tanya Adam dengan sedikit mendekat.


Amera segera mundur dan menggeleng.


"Suatu saat aku akan mengajak kalian tinggal ditempat yang lebih baik dari ini tapi sekarang kurasa uang nya belum cukup jadi bertahanlah sebentar lagi sayang'',ucap Adam yang membuat wajah Amera langsung memerah mendengar Adam memanggilnya seperti itu.


Amera ingin menjawab apa yang Adam katakan tapi belum sempat dia mengatakannya dia sudah mendengar suara cempreng dari Veronica Manajernya.


"Amera!",panggil Veronica dengan keras membuat Amera sedikit terjengkit tapi langsung berjalan menghampiri perempuan berusia hampir 30 tahun yang berpenampilan tomboy itu.


"Vero...",balas Amera dengan merentangkan tangannya untuk memeluk Veronica yang tiba tiba saja menangis keras setelah mereka berpelukan membuat Amera bingung dengan sikap perempuan itu yang aneh.


"Vero hentikan kenapa kau menangis seperti itu.Aku baik baik saja lihatlah kondisiku sudah benar benar pulih akibat insiden kemarin".


"Aku tau Mer, tapi aku menangis bukan hanya Karena kondisimu".


"Lalu?",tanya Amera bingung.


"Aku menangis karena baru bisa melakukannya sekarang setelah kekacauan yang kau dan sibrengsek Elvan itu lakukan dipesta yang membuat aku hampir gila menghadapi wartawan dan paparazi yang ingin mengetahui alasannya kenapa tiba tiba kalian membatalkan sumpah pernikahan didetik detik terakhir".


"Bukan aku yang membatalkannya tapi Elvan memangnya apa yang dikatakan pria itu pada awak media tentang aku?!",tanya Amera mulai emosi mendengar keterangan Veronica.


Tapi pembicaraan mereka terjeda oleh celetukan Adam.


"Sebaiknya kak Vero membawa nona Amera untuk naik keatas karena ini area terbuka jadi bisa saja para wartawan tanpa sengaja melihat nona".


"Oh kamu benar Adam.Aku hampir saja lupa.Ayo Mer kita naik keatas ketempat tinggalmu untuk sementara ini".


Amera mengangguk dan mengikuti Veronica berjalan dengan diiringi Adam yang seperti body guard dibelakangnya.


"Apa kau ingin menempatkan bodyguard disampingmu",celetuk Adam didekat telinga Amera sebelum mereka masuk kedalam lift.


"Kurasa kamu bisa melakukan nya untukku bukan Daddy",balas Amera dengan menggerling kearah Adam yang terdiam mendengar jawaban Amera.

__ADS_1


__ADS_2