Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
101.Keterangan Philip.


__ADS_3

"Tuan Adam",sapa Philip setelah melihat Adam begitu sampai diRumah sakit.


"Kita bicara diluar saja ", ajak Adam dengan bangun dari duduknya dan berjalan keluar Rumah sakit menuju Kafe yang berada dilingkungan rumah sakit tempat Brian dirawat itu dengan diikuti Philip disampingnya yang tetap bersikap sebagai seorang pengawal.


"Apa yang ingin anda bicarakan dengan saya tuan Adam?Kenapa sepertinya sangat penting?",tanya Philip setelah mereka berdua duduk disalah satu kursi Cafe disana.


Bukannya langsung menjawab pertanyaan Philip Adam memilih lebih dulu memesan makanan dan menawari Philip sebelum dia membicarakan hal yang ingin dibicarakannya dengan pria itu sekarang.


"Jadi..katakan yang sebenarnya padaku Philip .Kenapa sampai Stella menembak Daddy?Aku tidak percaya kalau hanya karena pertengkaran biasa".


Philip terdiam tampak ragu ragu untuk bicara mengenai apa yang sebenarnya sudah terjadi antara Brian dan Stella selama ini pada Adam sampai Adam bicara lagi karena melihat wajah Philip yang terlihat ragu ragu untuk menceritakan padanya masalah yang sebenarnya.


"Aku yakin ini bukan pertengkaran pertama mereka tapi sepertinya ini adalah puncaknya.Tapi masalah besar apa sebenarnya sampai memicu semua ini terjadi?Apa berkaitan dengan perusahaan Philip?".


"Itu salah satunya tuan Adam tapi selain itu sejujurnya banyak masalah lain lagi diantara mereka dan baru akhir akhir ini tuan Brian tau kalau ternyata penyebab semua kekacauan dalam hidup keluarganya selama ini sebenarnya adalah ulah nyonya Stella".


Dahi Adam berkerut mendengar itu.


"Stella yang menyebabkannya?Apa saja itu?Apa tentang penggelapan dana?Kalau itu bukankah kami sedang berusaha menyelidiki nya dan kalau memang benar dia terlibat kita bisa memenjarakan".


"Masalahnya tidak sesederhana itu tuan Adam kalau hanya mengenai uang saya yakin tuan Brian tidak akan semarah ini sampai membuat nyonya Stella dijualnya kepasar gelap".


Greek!!


Reflek Adam memundurkan kursi yang sedang didudukinya dan langsung berdiri mendekat kearah Philip.


"Dijual?!Dia dijual? Apa maksudmu? Jelaskan Philip".


Meski masih muda Adam bukan tidak tau sama sekali dengan apa yang baru saja dikatakan Philip barusan itu.


"Tuan Brian menjual nyonya Stella dan mantan suaminya tuan Adam".


"Ma..mantan suami?Siapa maksudmu? jangan bilang itu adalah Ayah Ariana?Karena setahuku dia ..".

__ADS_1


"Itu benar tuan Adam".


"Ta..tapi kau pasti sudah dengar dari Daddy kalau Ayah Ariana itu sudah meninggal bukan jadi bagaimana bisa dia hidup lagi dan...".


"Pria bernama Anderson itu adalah Ayah nona Ariana yang juga merupakan mantan suami nyonya Stella".


Bruk!


Adam terhenyak kekursinya kembali saat mendengar hal itu dan kini dia seolah bisa mengerti kenapa Daddynya sampai melakukan hal keji itu pada Stella karena dia sudah melihat sendiri rencana Stella dari apa yang dilakukannya pada Amera beberapa waktu lalu yang diyakininya itu juga salah satu pemicu kemarahan Brian.


"Tapi kalau mereka dijual kepasar gelap lalu kenapa Daddy bisa terkena tembakan Perempuan itu?".


Philip menghela nafas keras dengan wajah tertunduk.


"Itu...merupakan keteledoran kami tuan Adam .Maaf saat itu kami kira karena sudah tidak berdaya nyonya Stella tidak mungkin bisa melakukan apa apa, tapi ternyata kami semua salah karena begitu kami lengah tiba tiba saja dia berhasil merebut senjata dari salah satu pria yang akan membawanya kepasar gelap lalu sebelum kami semua sadar dia sudah menembaki kami semua dan karena keteledoran kami itu dia berhasil menembak tuan Brian yang berniat pergi dari sana".


Adam terdiam mendengar hal itu.


"Lalu...bagaimana nasib dua orang itu sekarang?Apakah dia benar benar sudah kalian jual seperti perintah Daddy?", Tanya Adam dengan wajah dingin setelah mendengar cerita Philip barusan.


"Iya tuan Adam selain kami jual kami juga sedang berusaha mengumpulkan bukti bukti kongkrit tentang kejahatan mereka berdua yang akan membuat mereka tidak bisa lagi kembali kemari andai suatu saat berhasil kabur dari pasar gelap meski sepertinya mustahil tapi sebaiknya kita mengantisipasinya hal lebih dulu".


"Sepertinya sebelum Daddy melakukan ini dia sudah memikirkannya masak masak dan aku yakin begitu pun tentang kepemilikan saham saham serta jabatan jabatan diperusahaan".


"untuk masalah itu beliau menyerahkannya pada pengacara Harven tuan Adam".


"Pengacara Harven ? Bukankah pengacara Daddy adalah pengacara...".


"Tuan Brian sudah memecat pengacara pribadi beliau yang sebelumnya karena pria itu sudah memihak pada nyonya Stella selama ini".


"Oh...Ternyata Daddy benar benar sudah siap untuk melawan Stella dengan segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi seperti sekarang".


"Ya,beliau memang sudah menyiapkan semuanya dengan matang tapi untuk masalah yang sedang terjadi diperusahaan seperti niatnya awal tuan Brian tidak ikut campur tapi menyuruh Anda bersama tuan Geo yang menyelesaikannya".

__ADS_1


"Huffft..".


Adam menghela nafas keras dengan menyandarkan tubuhnya kekursi Cafe.


"Seperti kata pengacara Harven seharusnya aku memang tidak hanya berdiam diri seperti beberapa hari ini dan menggangu istirahat Daddy yang sudah lelah karena harus melakukan semuanya sendiri selama ini.Benar begitu bukan Philip?".


Philip menatap Adam lalu mengangguk.


"Saya rasa itu benar tuan Adam dan mungkin saja saat semua masalah ini beres tuan Brian akan sadar lagi".


"Sepertinya begitu.Jadi bisa kau beritau aku apa saja masalah yang terjadi pada keluarga kami sebenarnya".


"Akan saya lakukan tapi bukannya anda sedang repot karena nona Amera sekarang sedang hamil apa tidak papa kalau anda ikut terlibat dengan semua hal ini tuan Adam".


"Aku hanya akan menerima laporannya saja sementara untuk semua urusannya kau dan yang lain yang tetap melakukannya seperti perintah awal Daddy".


"Oh....baiklah kalau begitu. Dan sekarang apa masih ada yang ingin anda tanyakan pada saya atau tidak?".


Adam menggeleng lalu berdiri dari duduknya.


"Untuk hari ini cukup ini saja Philip karena setelah ini aku berniat menemui dokter yang menangani Daddy setelah itu baru aku berniat pulang kerumahku".


"Pulang?Anda tidak lagi menginap diRumah sakit?".


Adam menggeleng"Ada mereka dan kau yang menjaga Daddy jadi kurasa aku harus melakukan hal lain yang lebih bermanfaat daripada hanya diam menunggu Daddy beristirahat".


"Oh..saya senang mendengarnya tuan Adam karena kalau boleh jujur saya Harven dan yang lainnya mulai cemas melihat anda hanya diam dirumah sakit tanpa melakukan apa apa selama beberapa waktu ini".


"Aku sedang berpikir saat itu dan sekarang aku sudah menemukan jawaban dari semua pertanyaan ku".


Setelah mengatakan itu Adam berjalan pergi meninggalkan Philip yang juga pergi dari tempat itu untuk kembali kekantor lagi.


"Aku harus memesan Restoran sekarang lalu mempersiapkan semuanya secepatnya supaya sebelum Amera kembali dari Cafe semua nya sudah selesai",gumam Adam dengan tersenyum senang memikirkan akan memberikan kejutan spesial pada Amera malam hari nanti.

__ADS_1


__ADS_2