Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
7.SAH


__ADS_3

"Ini surat perjanjian Pra nikah milik kalian berdua yang harus ditangani sekarang".ucap


Pria yang datang bersama Adam dengan penampilan rapi dengan ID card yang menyatakan kalau dia seorang pengacara pernikahan dari sebuah Firma hukum.


Amera menoleh kearah Adam yang mengambil berkas tersebut lalu membacanya dengan teliti bahkan dia sempat menanyakan beberapa poin yang ada diberkas pernikahan tersebut yang tidak diinginkan dan meminta si pengacara untuk menggantinya yang diangguki oleh pengacara dengan menambahkan poin yang diinginkan Adam yang menurut Amera lebih banyak menguntungkan dirinya sebagai pihak perempuan dari pada bagi Adam sendiri.


Lalu setelah semua yang tertulis disurat perjanjian sesuai dengan keinginannya Adam langsung menandatanganinya dan setelah bagian miliknya beres baru Adam menyerahkan berkas tersebut pada Amera supaya dia memeriksa setiap poin yang ada disurat perjanjian pra nikah yang sengaja dibuat Adam sebelum mereka menandatangani berkas pernikahan Karena dia ingin Amera merasa nyaman dengan pernikahan mereka nanti nya itu alasannya saat tadi Amera menanyakan kenapa dia datang bersama pengacara dan kenapa dia membuat perjanjian pra nikah bagi mereka.


"Bacalah dulu supaya kau tidak merasa dirugikan dari pernikahan kita nanti".


Amera mengangguk lalu mulai membaca setiap detail perjanjian pra nikah mereka.


Amera membaca setiap detail poin perjanjian itu lalu setelah semua sesuai dengan apa yang diinginkannya dia segera menandatangani semua berkas perjanjian tersebut lalu menyerahkannya pada si pengacara.


"Baiklah sekarang semua berkas perjanjian pra nikah ini sudah kalian berdua tandatangani lalu sekarang ini surat nikah yang harus kalian tandatangani",ucapnya dengan mengangsurkan berkas pernikahan pada mereka.


Adam mengambil berkas tersebut lalu menandatanganinya baru kemudian menyerahkan pada Amera supaya Amera juga menandatanganinya.


Ternyata tidak perlu proses lama untuk meresmikan mereka menjadi suami istri secara sah karena ternyata Adam dan pengacara yang dibawanya sudah membereskan pembatalan pernikahannya dengan Elvan hingga mereka bisa meresmikan pernikahan mereka dalam waktu sesingkat ini.


Meski terbersit rasa heran dihari Amera karena Adam yang hanya seorang supir bisa membereskan masalah seperti ini dengan cepat tapi Amera berusaha menepis perasaan itu dan memilih tidak perduli supaya salah satu masalah dalam hidupnya bisa selesai secepatnya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan muda Maxwel,salinan berkasnya nanti akan saya kirim setelah selesai saya legalkan".


"Terimakasih pengacara Harven",balas Adam dengan menjabat tangan pria berusia diawal 30 tahun itu sopan.

__ADS_1


Lalu pengacara yang dipanggil Harven mengangguk lalu berjalan keluar dari ruang rawat Amera meninggalkan mereka berdua yang akhirnya mulai hari ini resmi menjadi pasangan suami istri.


"Bukankah semuanya tidak rumit?",celetuk Adam dengan menarik Amera mendekat kearahnya dan bermaksud mendaratkan kecupannya dibibir Amera tapi segera ditolak oleh perempuan itu.


"Jadi karena aku sudah menuruti semua keinginanmu sekarang kau yang harus mengikuti keinginan ku",balas Amera dengan berdiri dari duduknya bermaksud menjauh dari dekat Adam yang tadi berniat menciumnya.


"Baiklah apa yang mommy inginkan sekarang?",tanya Adam dengan memeluk tubuh Amera dari belakang lalu sengaja menyerusukkan kepalanya kepundak Amera hingga membuat tubuh Amera langsung meremang dibuatnya.


"A...Adam,apa tak kau lakukan menyingkir lah aku ingin berganti baju lalu setelah itu ayo kita pulang.Aku sudah bosan berada dirumah sakit!",hardik Amera cukup keras.


Adam masih tidak bergeming dari posisinya sampai Amera kembali memanggil nama pria itu karena merasa apa yang Adam lakukan sekarang membuat tubuhnya terasa berdesir aneh.


"Adam!",hardik Amera lagi dengan berusaha mendorong kepala Adam yang ada dipundaknya tapi pria muda itu tidak berniat bergeming dari posisinya bahkan dia sengaja mengeratkan pelukannya yang melingkari perut Amera.


"Sebentar lagi Mer,sampai gairahku tenang",jawab Adam yang membuat tubuh Amera langsung kaku mendengar jawaban jujur yang dikatakan pria itu.


Adam yang mendengar suara Amera berubah gugup seketika mendongakkan kepalanya.


"Yang mana?",tanyanya dengan menatap wajah Amera dari samping dengan jarak sangat dekat hingga dia bisa melihat kegugupan yang ada diwajah perempuan yang sudah jadi istrinya itu sekarang.


"Ucapanmu barusan Ka..kalau ada yang bangun".


Adam semakin mendekatkan wajahnya kewajah Amera hingga kalau Amera menoleh sedikit saja bibir mereka pasti akan saling menyentuh.


"Apa aku barusan bilang seperti itu?".

__ADS_1


"Bu..bukankah kamu baru saja mengatakannya kalau kau sedang bermaksud menenangkan gairahmu yang bangun lalu kenapa kau bertanya seolah olah....".


"Cup".


Tiba tiba Adam mendaratkan kecupannya dibibir Amera membuat Amera langsung membelalakkan matanya meski kecupan yang dilakukan Adam hanya sekilas lalu melepaskannya dan menatap Amera yang juga sedang menatap kearahnya dengan wajah terkejut.


"Kecupan pertamaku sebagai suamimu",ucap Adam yang membuat Amera tanpa sadar meremas tangannya diatas tangan Adam yang masih memeluk perutnya karena tidak percaya Adam akan mengatakan itu.


Tapi belum hilang keterkejutan Amera Adam kembali mencium bibirnya kali ini bukan hanya sebuah kecupan tapi ciuman yang bisa dikategorikan panas bahkan Amera harus bertopang kedada Adam yang memeluknya dari belakang karena merasa kedua kaki nya terasa lemas oleh ciuman panas Adam.


Saat Adam berniat menarik Amera kesofa sebagai kelanjutan Ciuman mereka tiba tiba ponselnya berdering dengan keras hingga membuat Amera terjengkit karena terkejut lalu mendorong tubuh Adam agar melepaskan penyatuan bibir mereka yang enggan dilakukan pria itu meski ada yang menelponnya.


"Po ...ponselmu berbunyi Dam",ucap Amera yang mendapat jawaban decakan kesal dari Adam karena ada yang mengganggu apa yang sedang dilakukannya pada Amera.


"CK sial,"makinya lirih tapi masih terdengar oleh Amera yang memilih mengatur nafasnya yang tersengal sengal karena ciuman panas mereka barusan.


"Halo Kak Vero",jawab Adam dengan menyugar rambutnya kebelakang saat menjawab telponnya.


"Apa Vero?Biar aku bicara dengannya sekarang Dam",pinta Amera dengan berusaha mengambil ponsel milik Adam yang berada ditelinganya tapi sebelum dia berhasil menyentuh benda itu tangannya sudah dicekal Adam membuat wajah Amera langsung berubah kesal.


"Nona Amera dia sudah tidak papa sekarang dan dokter juga sudah mengatakan kalau dia bisa pulang hari ini".


Amera yang semula cemberut langsung terbelalak waktu mendengar Adam memanggilnya kembali dengan nona padahal sudah sejak kemarin dia memanggil nya hanya nama atau mommy.


"Jadi tempat tinggal sementara untuk nona Amera sudah siap baiklah kalau begitu setelah semua urusan disini selesai aku akan mengantar nona Amera untuk pulang".

__ADS_1


Amera tidak terlalu mendengar apa yang dibicarakan oleh Adam dan Veronica yang merupakan manajernya tapi entah kenapa panggilan nona yang diucapkan Adam membuat nya menjadi kesal sampai Adam selesai bicara dengan Veronica wajah Amera tetap terlihat kesal yang belum disadari Adam karena Amera memilih memalingkan wajahnya meski tangannya masih dalam genggaman pria muda yang baru saja menjadi suaminya itu.


__ADS_2