
"Adam!Apa ini?!".
Amera menutup kedua tangannya kemulut karena terkejut melihat kejutan yang diberikan Adam padanya saat itu.Sebuah makan malam romantis dengan diiringi alunan musik dari sebuah pemain piano yang khusus disewa Adam untuk membuat suasana romantis itu terkesan semakin nyata.
"Bagaimana?Apa kau suka dengan kejutanku ini sayang?",tanya Adam dengan membantu Amera duduk di kursinya.
"Ya..Terimakasih untuk kejutan yang indah ini",jawab Amera dengan rona bahagia yang terpancar jelas diwajahnya.
"Aku senang karena kamu menyukainya sayang".
Adam mengatakan itu dengan mengecup lembut jari jemari Amera dengan penuh cinta.
"Mari pesan makannya sekarang dan setelah selesai makan mari kita berdansa sayang",saran Adam yang diangguki oleh Amera dengan perasaan senang.
Adam memanggil pelayan untuk memesan makanan bagi mereka berdua.
"Apa anda ingin makanannya disajikan sekarang tuan muda Adam?",tanya pelayan itu dengan sopan yang dibalas Adam dengan anggukan.
"Iya kekasih saya sudah kelaparan dan tidak sabar ingin mencicipi menu istimewa dari Restoran kalian".
"Oh benarkah kalau begitu akan saya sajikan sekarang".
Lalu pelayan itu pergi meninggalkan meja mereka kedapur Restoran untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Kau bahkan sudah memesan menu spesial untuk makan malam kita tanpa menunggu aku mengatakannya Dam".
"Itu karena aku sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan makan malam kita lalu mengajak mu untuk berdansa sayang",jawab Adam memberi alasan.
"Benarkah?"Amera tertawa mendengar alasan Adam yang terdengar aneh baginya tapi untuk malam ini tidak dipikirkannya karena dia juga ingin segera berdansa setelah mendengar musik lembut yang dimainkan oleh pemain piano yang disewa Adam itu tapi dia ingat dia harus makan terlebih dahulu agar bayinya baik baik saja nanti.
"Ini pesanan anda tuan dan nona silahkan disantap".
Amera tersenyum ramah pada pelayan pengantar makanan mereka.
__ADS_1
"Terimakasih banyak",jawabnya yang dibalas anggukan sopan oleh pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka agar bisa menikmati makan malam milik mereka.
"Bagaimana kamu suka makanan yang kupesan ini sayang ?",tanya Adam saat melihat Amera menyantap dengan lahap makanan yang ada dipiringnya.
"Iya ini sangat lezat Dam terimakasih banyak",balas Amera dengan menyuap potongan terakhir daging stik super yang ada dipiringnya dengan lahap.
"Ini bukan apa apa dibanding apa yang sudah kau lakukan padaku sayang",balas Adam dengan meraih tangan Amera lalu meremasnya lembut.
"Aku rasa aku tidak melakukan apa apa padamu, jadi....Apa yang sudah aku bantu sampai kau begitu berterimakasih padaku",ucap Amera dengan ekspresi sengaja menggoda kearah Adam.
"Emmm...sepertinya kita akan membahas ini nanti saat dirumah saja karena sekarang aku ingin mengajakmu untuk berdansa satu lagu bagaimana?".
"Ya tentu saja aku mau Dam.Aku sudah tidak sabar ingin melakukannya sejak tadi tapi aku tau kau pasti akan melarangku melakukannya tanpa menyantap makan malam lebih dulu".
"Tentu saja karena selain dirimu ada satu lagi yang tetap harus aku jaga kesehatannya",balas Adam dengan mengulurkan tangannya kearah Amera dengan niat membantunya bangkit dari kursinya dan berjalan ke lantai dansa yang disiapkan pihak Restoran untuk mereka berdua.
Begitu mereka sudah berada dilantai dansa musik yang khusus dipesan Adam untuk berdansa bersama Amera saat itu langsung dimainkan oleh pemain piano yang disewanya.
"Sebenarnya aku ingin melakukannya lagi tapi sepertinya aku...".
"Untuk sekarang cukup sayang kita akan melakukannya lagi lain kali bagaimana",bujuk Adam yang diangguki oleh Amera dengan berat hati.
"Baiklah.Lalu apa setelah ini kita akan pulang aku merasa belum ingin pergi dari sini",ucap Amera dengan wajah muram.
"Kita akan pulang sebentar lagi tapi sebelum itu aku punya hadiah untukmu sayang",ucap Adam yang langsung membuat ekspresi Amera berubah.
Hadiah? Lagi?",tanyanya yang diangguki oleh Adam.
"Hadiah utama dariku untukmu".
Lalu Adam bertepuk tangan dan tak lama seorang pelayan datang membawa troli berisi rangkaian bunga mawar merah besar berbentuk Love yang didorong mendekat kearah Amera yang membuat ekspresi Amera langsung berubah.
"Apa ini Dam?!",tanya Amera terkejut juga senang dengan hadiah Adam yang sangat romantis itu.
__ADS_1
"Pembuka hadiah utama",tersng Adam yang membuat Amera memasang wajah tidak mengerti.
"Pembuka hadiah utama lalu hadiah utamanya apa?",tanyanya bingung.
Tiba tiba Adam bangun dari duduknya lalu berjongkok dihadapan Amera dengan takjim dan mengeluarkan sebuah kotak beledru biru dari sakunya lalu diangsurkannya kehadapan Amera.
"Ini hadiah utamanya sayang",ucap Adam dengan membuka kotak ditangannya untuk menunjukan isinya pada Amera membuat Amera reflek menutup mulutnya dengan telapak tangan nya karena terkejut.
"Adam!Ini...".
Sebuah cincin bermata berlian warna putih berbentuk hati terdapat didalam kotak yang buka Adam dihadapan Amera.
"Amera menikahlah denganku.Jadilah teman hidupku sampai maut nanti memisahkan kita berdua",ucap Adam dengan wajah serius saat mengatakan lamarannya pada Amera saat itu.
"Ka..kau sedang melamarku sekarang?",tanya Amera tidak percaya dengan apa yang dilakukan Adam sekarang padanya,yang di balas anggukan oleh Adam.
"Iya sayang.Meski kita sudah menikah tapi aku merasa tidak pernah melamarmu dengan benar juga kita belum mengucapkan janji suci pernikahan kita dihadapanTuhan dan semua orang jadi aku berniat melakukan hal itu secepatnya padamu sayang dan kuharap kau tidak menolaknya".
"Dam..ini...sangat berlebihan.Aku sudah merasa cukup bahagia dengan apa yang sudah kau berikan padaku selama ini jadi menurutku sebaiknya...".
"Sayang kumohon jangan menolaknya. Biarkan aku melakukan ini dengan benar agar aku tidak menyesal karena tidak pernah melakukan ini seumur hidupku untukmu Amera",pinta Adam dengan wajah memohon membuat Amera merasa tidak tega untuk terus mengatakan penolakannya pada niat tulus Adam sekarang, jadi akhirnya dia memilih mengangguk sebagai tanda setuju dengan semua niat Adam untuknya.
"Serius kamu setuju sayang?",tanya Adam masih tidak percaya Amera mau menuruti keinginannya tanpa perdebatan lagi .
"Iya Dam.Meski selama ini kamu sudah membuatku bahagia tapi apa yang kau lakukan sekarang benar benar sesuai dengan apa yang aku impikan dan membuat aku tidak bisa tidak menerima semua keinginanmu itu yang aku tau kau lakukan demi aku".
"Terimakasih sayang karena sudah mau menerima lamaran ku ini",Adam lalu bangun dari posisinya berjongkok untuk memeluk Amera.
"Aku yang harusnya mengatakan itu Dam",ucap Amera dengan membalas pelukan Adam.
"Tidak perlu sayang aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu".
"Aku juga mencintaimu Dam",balas Amera dengan semakin erat memeluk tubuh Adam begitu juga sebaliknya.
__ADS_1