
"Jadi mereka sempat bertemu setelah kami pergi rupanya",celetuk Adam saat melihat Cctv yang dikirimkan wakilnya keemailnya.
"Apa yang sedang kau lihat Dam?",tanya Amera karena melihat Adam terlihat serius menatap kearah laptop yang ada dihadapannya.
"Apa kau ingin melihat juga?", tanya Adam dengan meminta Amera duduk disampingnya.
"Apa boleh?",tanya Amera yang langsung diangguki oleh Adam.
"Tentu saja karena kau juga harus tau ini supaya kau berhati hati pada mereka",terang Adam yang membuat Amera langsung penasaran siapa yang dimaksud Adam dan setelah melihat kelayar laptop Adam Amera lalu mengerutkan keningnya karena merasa heran.
"Kenapa mereka berdua bicara dengan akrab? Apa mereka saling kenal?", tanyanya pada Adam.
"Entahlah aku tidak tau tapi dilihat dari gelagat Elvan sepertinya dia yang lebih dulu mengajak Ariana bicara. Tapi sebenarnya bukan itu intinya aku memintamu melihat rekaman Cctv dari Healthy cafe ini .Melainkan supaya kau berhati hati pada mereka terutama Ariana karena aku tidak percaya dia punya niat baik padamu Mer".
"Kenapa dia ingin menjahati ku bukankah kami tidak saling kenal berbeda dengan Elvan.Atau jangan jangan itu karena dirimu Iyakan Dam?", tanya Amera dengan menatap tajam kearah Adam.
"Bukan kah sudah aku jelaskan alasannya padamu malam itu Mer",terang Adam dengan memeluk tubuh Amera.
"Itu menyebalkan bisakah kau mengeluarkan aku dari lingkaran setan yang kau buat itu Dam", gerutunya kesal.
"Tentu saja, tapi ada syaratnya",celetuk Adam tiba tiba.
"Apa?!".
"Ayo kita umumkan pernikahan kita pada semua orang .Aku yakin kalau kita melakukan itu mereka semua tidak akan lagi berani menyentuhmu apalagi kalau Ariana tau sekarang kau sedang hamil dia pasti langsung mundur".
Amera langsung mencubit lengan Adam dengan keras membuat Adam terpekik.
"Auwww Mer.Kenapa kau malah mencubitku.Apa usulku itu kurang bagus?",tanyanya cemberut.
"Bagus, sangat bagus karena setelah itu kau akan langsung menguburku hidup hidup",jawab Amera kesal.
"Kenapa sayang.Bukan kah itu bagus untuk kita dan calon anak kita jadi aku tidak perlu lagi pura pura tidak mengenalmu kalau kita berada ditempat umum seperti biasanya".
"Bukan itu masalahnya Dam tapi...".
"Kau belum siap?",tanya Adam yang dijawab Amera dengan gelengan.
"Sepertinya belum saatnya karena masalahku dengan Elvan belum seratus persen tuntas jadi aku tidak ingin punya masalah tambahan dengan tiba tiba mengumumkan pernikahan kita sekarang".
"Akh!....Aku tidak suka ini Mer!",gerutu Adam dengan memasang wajah cemberutnya.
"Kenapa kau mulai lagi bukan kah kita sudah membahas ini dan kau juga sudah setuju lalu kenapa sekarang....".
"Aku tidak sanggup Sayang ,kalau harus terus berpura pura.Aku ingin diakui apa itu salah?",celetuk Adam dengan wajah muram.
Amera menyentuh wajah Adam agar mereka saling tatap.
"Sabarlah Daddy.Bukankah kau bilang kita perlu berhati hati karena ada orang yang ingin berniat tidak baik pada kita jadi kurasa dengan tetap merahasiakan dulu pernikahan kita itu lebih tepat untuk saat ini".
__ADS_1
"Baiklah tapi kau harus menghiburku karena sekarang aku sedang sangat sedih Amera Sayang",celetuk Adam dengan mendekatkan wajahnya kearah Amera meminta Amera untuk menciumnya.
"Bukankah tadi malam sudah.Apa itu belum cukup!",hardik Amera berusaha untuk menghindari wajah Adam yang sangat dekat kearahnya.
"Itu sudah berlalu beberapa jam Mer.Aku sudah sedikit lupa rasanya bisa kau mengingatkan aku lagi",bujuk Adam dengan terus mendorong tubuhnya kearah Amera hingga Amera tidak lagi bisa menghindari kedekatan mereka.
"Dam!",hardik Amera mulai kesal dengan sikap konyol Adam.
"Mer ayo",bujuk Adam dengan berusaha memagut bibir Amera tapi sebelum dia berhasil Amera lebih dulu menutup mulutnya dengan tangan.
"Hentikan sebelum aku benar benar marah padamu.Kita sudah melakukannya lebih dari sekali tadi malam dan kalau kita melakukannya lagi sekarang yang pasti tidak cukup hanya sekali aku bisa benar benar masuk rumah sakit nanti karena kelelahan".
Mendengar itu reflek Adam menjauhkan tubuhnya dari Amera..
"Sorry Sayang.Jangan kesal lagi aku hanya bercanda barusan",ucap Adam dengan membelai wajah Amera penuh perasaan agar perasaan kesal perempuan itu menghilang.
"Pergilah katanya kau akan pergi bekerja hari ini!",usir Amera dengan mendorong tubuh Adam agar menjauh darinya.
"Kurasa aku akan bekerja dari sini saja",balas Adam denga tidak bergeming dari tempatnya.
"Dari sini?Memangnya siapa dirimu hingga bisa pergi bekerja sekehendakmu seperti itu?!".
"Menurutmu siapa aku?",balas Adam yang membuat Amera langsung mengernyitkan dahi.
"Ada yang masih kau sembunyikan padaku?",tanyanya penuh selidik.
Adam menggeleng"Tidak ada Mer".
Adam mengangguk"Yakin".
"Tapi aku tidak percaya jadi jujur sekarang sebelum aku kembali marah padamu!",ancam Amera pada Adam dengan tatapan tajam.
"Rahasia apa yang mau kau ketahui?",tanya Adam.
"Siapa kau?".
"Aku Adam Maxwell putra terbuang Brian Maxwell dan Eleora Maxwell.Ada lagi?".
"Apa jabatanmu diHealty Cafe?".
"E...orang yang bekerja disana untuk menghasilkan uang".
"Adam!",bentak Amera keras membuat Adam tertawa keras.
"Jangan tertawa atau aku marah padamu!".
"Baiklah..Sayang aku mengaku sekarang.Itu Cafe yang membuatku bisa hidup sampai sekarang".
"Masih berusaha berbelit belit".
__ADS_1
Adam menggeleng"Aku serius itu tempatku bangkit dari keterpurukan dengan bantuan beberapa orang yang percaya padaku".
"Jadi apa jabatanmu disana?Bos pemilik tempat itu?".
"Bisa dibilang begitu".
Tiba tiba Amera menghantam dada Adam dengan keras membuat Adam kembali terpekik karenanya.
"Mer!".
"Itu sepadan Karena bersikap sangat menyebalkan hari ini dan sebagai hukuman lainnya sekarang pergilah bekerja!".
"Tapi Mer......Aku tidak ingin pergi .Aku ingin bersamamu disini sekarang",rengek Adam.
"Pergi! Carikan kami uang yang banyak Daddy supaya mommy tidak perlu lagi bekerja selamanya".
Seketika Adam memeluk tubuh Amera dengan wajah cerah.
"Benarkah itu sayang.Kau tidak ingin kerja lagi selamanya dan hanya ingin menerima uang dariku saja?!".
"Hmmm.Karena itu pergilah sekarang supaya kau bisa menghasilkan uang yang banyak untukku".
"Baiklah tuan putri akan hamba lakukan tapi ada syaratnya".
"Apa lagi?!",ucap Amera kesal.
"Ikutlah bersamaku kekafe".
"Hah!Untuk apa Dam?".
"Tentu saja untuk menemaniku bekerja.Jadi ayo bersiap lalu ayo kita berangkat".
Amera ingin menolah tapi Adam sudah membopong tubuhnya kekamar sebelum Amera mengatakan sesuatu lagi.
"Kurasa sekarang tubuhmu semakin berisi dari sebelumnya",celetuk Adam yang membuat Amera langsung merengut.
"Tentu saja bukankah aku sekarang sedang hamil.Apa kau melupakan itu".
Adam langsung menggeleng.
"Berarti aku harus rajin berolahraga lagi mulai sekarang agar saat berat badanmu semakin bertambah nanti aku tetap bisa menggendongku seperti ini",ucapnya dengan penuh perasaan.
"Kau akan terus menggendongku meski perutku sudah buncit sekali?",tanya Amera tidak percaya tapi Adam langsung mengangguk.
"Tentu saja.Apa kau tidak suka?".
Amera menggeleng.
"Aku suka meski itu tidak perlu yang penting bersikap baik padaku untuk seterusnya itu sudah cukup".
__ADS_1
"Itu pasti Mer",balas Adam.