Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
79. Berhenti Bermain Main Ariana.


__ADS_3

"Bagaimana Anderson?Apa usahamu sudah membuahkan hasil?",tanya Stella bicara dengan Anderson ditelpon karena kalau dia terlalu sering keluar dia khawatir akan membuat Brian nanti curiga padanya.


"Sudah tapi aku harus mencari celah supaya bisa mencari waktu yang tepat agar bisa menyingkirkan perempuan itu tanpa jejak".


"Kalau begitu kau atur saja hal itu usahakan secepatnya jangan sampai terlalu lama".


"Tenang saja sayang,tapi bisakah sekarang kau mengirimiku uang",pinta Anderson yang membuat Stella tampak langsung kesal mendengarnya.


"Apa uang?!Bukankah dua hari yang lalu aku baru saja memberimu uang cukup banyak lalu sekarang kau sudah memintanya lagi!Kau pikir aku....".


"Hanya 50 juta Stella dan kurasa itu bukan jumlah uang yang banyak untukmu bukan?",balas Anderson.


"50 Juta.Baiklah akan aku berikan kalau hanya segitu tapi setelah ini aku tidak akan memberimu uang sebelum kau memberiku perkembangan yang cukup kelihatan untuk apa yang aku perintahkan".


"Jangan khawatir sayang aku pasti akan segera memberimu khabar bagus tentang masalah ini".


"Jangan hanya berjanji Anderson tapi juga laksanakan!",hardik Stella lalu mematikan telponnya dan sebelum beranjak dari duduknya dia mengirimkan uang sejumlah yang diminta mantan suaminya itu lebih dulu dengan sedikit mengeluh saat melihat jumlah uang yang sudah dikeluarkannya untuk pria itu selama hampir 2 minggu ini.


"Ini pengeluaran terbanyak ku selama ini hanya untuk menyingkirkan seorang perempuan tidak berguna dan kalau ternyata siAnderson menipuku aku harus berpikir untuk melenyapkannya kali ini karena dia bukan orang yang boleh menghancurkan hidupku lagi sekarang",gerutu Stella lalu beranjak turun dari kamar nya menuju ruang makan keluarga untuk bergabung bersama Brian dan yang lain.


"Pagi Darl",sapa Stella dengan mengecup kedua pipi Brian seperti biasa.


"Pagi Stella",balas Brian dengan tetap menyantap makanan yang ada dipiringnya.


"Kalian berdua belum pergi?",tegur Stella pada Geo dan Ariana yang juga ikut makan pagi bersama.


"Hari ini aku akan dinas keluar kota Tante karena itu aku tidak kekantor",terang Geo.


Sementara Ariana tidak menjawab apa apa pada pertanyaan Stella yang membuat Stella kembali menoleh kepada anak gadisnya itu.


"Lalu kau Ariana?Apa kau tidak punya jadwal syuting?",tanyanya dengan menatap Ariana yang dibalas gelengan oleh Ariana.

__ADS_1


"Kenapa?",tanya Stella lagi yang membuat Ariana terpaksa mendongak kearah Stella yang menatapnya tajam.


"Tidak papa aku hanya merasa lelah saja Mam",jawabnya singkat.


"Lelah? Tapi kau baru dalam hitungan Minggu bekerja dan kau bilang sudah lelah.Ariana kau yang memutuskan ingin bekerja didunia entertainment dibandingkan dikantor bersama Geo dan Daddymu lalu setelah terjun kesana kau bilang lelah!".


"Aku akan pergi sekarang karena aku punya rapat pagi dikantor kalian lanjutkan saja sarapannya tanpa aku",ucap Brian dengan bangkit dari duduknya yang membuat Stella juga ikut bangkit berdiri dan mengurungkan niatnya untuk mengambil sarapannya.


"Apa yang terjadi Ariana ?",tanya Geo dengan menatap Ariana lembut yang saat itu memasang wajah cemberut setelah mendapat teguran keras dari Stella barusan.


"Aku ingin mencari Agenci lain.Bukan aku ingin mempunyai saham diAgenci itu Ge",ucapnya dengan wajah muram.


"Kenapa?Apa terjadi sesuatu denganmu di Agenci?",tanya Geo yang diangguki oleh Ariana.


"Si Elvan Sander membuatku marah terakhir kali kami bertemu karena aku menolak menerima pekerjaan sepele diAgencinya sementara kau tau menurut kesepakatan yang sudah kita buat dia akan memberiku pekerjaan pekerjaan terbaik tapi kenyataannya....".


"Lalu?Kalau kau merasa kecewa padanya.Apa yang akan kau lakukan sekarang?Apa kau berniat ikut masuk kekantor Maxwell?",tanya Geo yang dibalas gelengan oleh Ariana.


"Bagaimana Ge?",tanya Ariana dengan ekspresi memohon menatap Geo.


"Aku harus membicarakan ini dulu dengan pihak eksekutif diperusahaan Maxwell Ariana karena ....".


"Aku yakin itu akan sulit Geo",balas Ariana semakin menampakkan wajah murungnya.


"Aku ingin langsung setuju tapi kau tau aku hanya wakil CEO jadi..".


"Kau bisa menggunakan sahammu bukan Geo dan kurasa kalau dengan itu tidak akan ada yang bisa menghalangimu",perintah Ariana yang kembali membuat Geo terdiam mendengar saran Ariana.


Melihat Geo tidak mengatakan apapun Arian menyentuh tangan pria itu berusaha kembali membujuk Geo tapi belum sempat dia semakin jauh membujuk Geo ponsel pria itu berbunyi dengan keras dan terpaksa pembicaraan mereka terhenti karena yang menghubungi pria itu adalah asistennya.


"Ariana kita bicarakan ini lain kali sekarang aku harus pergi untuk bekerja",ucap Geo dengan berat hati menatap kearah Ariana.

__ADS_1


"Yah....baiklah...",jawab Ariana dengan memasang wajah kecewa dihadapan Geo.


"Aku berjanji akan mencarikan jalan keluar untuk masalahmu ini jadi jangan terlihat kecewa seperti ini sayang ",ucap Geo dengan mengecup bibir Ariana lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Ariana yang menyumpah dalam hati karena gagal membujuk Geo untuk mau menuruti keinginannya saat ini.


'Brengsek kenapa dia berani menolak keinginanku yang ini!'.


"Kau masih belum beranjak dari tempatmu Ariana tegur Stella yang baru saja kembali dari mengantar Brian didepan lalu kembali duduk dimeja makan.


"Aku sudah selesai mam dan ingin keluar setelah ini",jawabnya dengan bangkit dari duduknya lalu berjalan naik keatas tapi sebelum dia berjalan jauh Stella kembali bicara padanya.


"Berhenti bermain main seperti sekarang Ariana.Kau bukan anak kecil lagi sekarang pikirkan masa depanmu dengan serius!",perintah Stella yang langsung dijawab anggukan oleh Ariana dengan patuh.


"Ya mam...'jawabnya lirih.


"Pergilah! Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu sekarang ",usir Stella yang dituruti oleh Ariana dengan keluar dari rumah keluarga Maxwell.


****


Sementara itu Geo setelah mendapat telpon dari asistennya lalu bergegas naik kedalam mobil yang akan membawanya keluar kota hari itu.


"Pukul berapa pertemuan kita dengan pihak investor?",tanyanya dengan meminta jadwalnya hari ini pada sistemnya.


"Sekitar pukul 10 pagi tuan Geo",terang asisten Geo yang diangguki oleh Geo lalu mulai menyibukkan dirinya dengan berkas mengenai kerjasama yang akan dibahas hari ini dengan klien yang akan ditemuinya sekarang.


"Tuan Brian berpesan anda harus berusaha untuk bisa mendapatkan kerjasama dengan klien kita kali ini tuan Geo karena ini merupakan salah satu klien penting untuk perusahaan kita".


"Kapan dia mengatakan itu tanya Geo dengan memicingkan matanya kearah Asistennya.


"Sebelum saya menghubungi anda tadi beliau menelpon saya untuk mengatakan ini".


Mendengar itu Geo mendengus kesal lalu memaki lirih karena kesal mendengar apa yang disampaikan asistennya itu.

__ADS_1


"Brengsek!".


__ADS_2