
"Kau yakin akan ikut pergi dengan Veronica ke Star Agency sayang?",tanya Adam dengan memeluk Amera dari belakang yang saat itu sudah terlihat rapi berpakaian untuk pergi.
"Iya....bukankah aku sudah mengatakan hal ini padamu tadi malam Dam",jawab Amera dengan menyentuh dagu Adam penuh rasa sayang.
"Bagaimana kalau kau batalkan saja sekarang aku tidak keberatan",bujuk Adam dengan menyerusukkan wajahnya keceruk leher Amera yang harum.
Mendengar itu Amera lalu memutar tubuhnya hingga sekarang berhadapan dengan Adam yang tetap memeluknya.
Ditangkupnya wajah Adam dengan kedua tangannya lalu dikecupnya bibir pria itu dengan penuh perasaan meski hanya sekilas.
"Ingat kau sudah berjanji mengijinkan aku pergi jadi jangan berusaha mengelaknya lagi".
"Aku tau tapi..,".
"Daddy..
",panggil Amera yang membuat Adam langsung mengalah mendengar panggilan penuh perasaan Amera padanya.
"Ya...baiklah tapi ingat jangan lupa menghubungi aku kalau sampai terjadi sesuatu dengan kalian disana nanti",pesan Adam untuk yang kesekian kali pada Amera yang lagi lagi dijawab anggukan oleh Amera.
"Baik Daddy akan kami ingat pesan Daddy itu",jawab Amera dengan kembali mencium bibir Adam hanya dengan niat untuk menenangkannya tapi Adam tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan langsung memperdalam ciuman mereka begitu bibir Amera menempel dibibirnya dan pertautan bibir mereka baru berakhir karena terdengar suara ketukan dari luar pintu Apartemen mereka.
__ADS_1
"Oh Shittt!!",maki Adam dengan wajah cemberut karena merasa kesenangannya terganggu.
Melihat Adam terlihat kesal Amera hanya bisa menanggapinya dengan tertawa jahil pada pria itu yang sengaja mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Jangan memasang wajah kesal seperti itu Adam Sayang tapi coba kau periksa siapa yang barusan memencet bel itu",pinta Amera dengan berputar kemeja rias untuk kembali merapikan penampilannya yang sedikit berantakan akibat ulah Adam barusan.
Dengan malas Adam berjalan kedepan berniat untuk membuat pintu Apartemennya karena berpikir yang memencet bel saat itu adalah Veronica atau Harven pengacaranya tapi begitu pintu Apartemen itu dibukan dia terkejut karena ternyata wajah Geo yang dilihatnya.
"Kau!Untuk apa kau datang kemari?!",bentak Adam dengan marah karena Geo datang ke Apartemennya.
"Dimana Ariana?!",balas Geo dengan tidak kalah keras pada Adam bahkan dia langsung mencengkram kerah kemeja Adam saat menanyakan itu membuat Adam langsung mendorong keras tubuh Geo hingga cengkeramannya di kemeja Adam terlepas dan membuatnya sedikit terdorong kebelakang.
"Katakan saja dimana dia jangan pura pura tidak tau tentang keberadaannya brengsek karena aku yakin kau yang sudah menyembunyikannya sekarang!!!".bentak Geo lagi berusaha mencengkram kemeja Adam lagi tapi langsung ditepis dengan keras oleh Adam hingga cengkraman Geo meleset.
"Sepertinya kau sudah gila Geo.Bagaimana bisa kau menuduhku menyembunyikan perempuan yang aku benci".
"Jangan terus pura pura brengsek! Mulutmu memang bilang bahwa kau membencinya tapi aku tau hatimu masih sangat mencintainya dan kau selalu iri padaku yang berhasil merebutnya darimu bukan!".
Adam tersenyum sinis Mendengar apa yang dikatakan Geo lalu maju mendekat kearah pria itu tanpa merasa gentar sedikitpun.
"Sebenarnya siapa yang selalu merasa iri itu Geo aku atau kau.Sejak dulu kau tidak pernah tulus padaku padahal kau tau dulu aku selalu menganggap mu sebagai kakakku tapi apa yang kau lakukan padaku Hah!Kurasa kau tidak lupa bukan apa saja kejahatanmu padaku hanya karena kau iri padaku Brengsek!!",bentak Adam dengan menatap Geo nyalang.
__ADS_1
"jangan mengalihkan pembicaraan Dam!Cepat katakan dimana Ariana sekarang kau sembunyikan?!Jangan jadi baji*an tidak bermoral seperti ini!!",bentak Geo dengan mendorong tubuh Adam membuat Adam terdorong kebelakang akibat dorongan kuat yang dilakukan Geo dengan sepenuh tenaganya.
"Pergi dari tempatku Geo aku tidak ingin melihat wajahmu, bukan hanya wajahmu tapi juga wajah kalian semua karena itu berhenti menuduhku sudah menyembunyikan perempuan yang bahkan tidak ingin kulihat wajah nya itu!",balas Adam dengan masih berusaha menahan emosinya karena didalam Apartemen masih ada Amera yang belum pergi dan sekarang dia sedikit menyesal karena tidak segera menyuruh Amera untuk pergi dari Apartemen sejak tadi hingga ada kemungkinan dia mendengar keributan antara dia dan Geo sekarang yang tidak mau juga pergi dari tempatnya.
Geo tersenyum sinis mendengar itu.
"Siapa yang sedang coba kau bohongi itu dasar brengsek!!".
Adam menghela nafas keras karena kesabarannya sudah mulai menipis sementara Geo terus saja memprovokasinya sekarang.
"Sudah kukatakan aku tidak tau dimana dia dan tidak ingin tau jadi pergi! Sebelum aku membuatmu malu sebentar lagi",ancam Adam dengan tatapan dingin pada Geo yang juga menatapnya tak kalah dingin membuat mereka berdua seperti dua ekor singa yang siapa berkelahi.
"Itu tidak mungkin kau pikir aku bodoh Hah!.Dia kemarin pagi menemuimu dikantor lalu sejak itu dia tidak kembali kerumah ponselnya juga tidak bisa dihubungi jadi kalau bukan kau yang menyembunyikannya siapa lagi? Apa kau pikir dia melakukan ini dengan kehendaknya sendiri itu tidak mungkin karena Ariana terlalu lugu dan polos untuk pergi tanpa Khabar seperti ini kalau tidak bersama orang yang dikenalnya dekat dan yang dekat dengannya bukan lebih tepatnya yang berniat mendekatinya itu disini hanya kau, jadi kau pasti yang sudah menyembunyikan dirinya bukan? Katakan cepat bre*sek!!!",teriak Geo dengan keras hingga membuat Amera yang masih berada dalam Apartemen bergegas keluar dengan niat melihat apa yang sedang terjadi diluar lebih tepatnya siapa sebenarnya yang tadi datang ke Apartemen mereka sekarang.
Amera berniat menanyakan siapa tamu mereka itu tapi saat dia membuka pintu Apartemen dia terkejut melihat Adam sedang melayangkan pukulannya kearah pria yang berada dihadapannya itu dan sipria sedang berusaha menahan serangan Adam membuat Amera cukup syok melihat keributan itu.
"Adam hentikan!Jangan bertengkar lagi!", teriak Amera keras membuat Adam reflek menghentikan pukulannya pada Geo yang tidak disia siakan oleh Geo dengan melayangkan balik pukulannya kearah Adam hingga tepat mengenai rahang Adam dengan keras sampai membuat tubuh Adam hampir sterjungkal kebelakang kalau dia tidak segera berpegang pada dinding Apartemennya.
Melihat hal itu Amera langsung menjerit keras dan berjalan cepat menghampiri Adam berniat menolong pria itu tapi sebelum dia berhasil mencapai Adam Geo menghalanginya dengan mendorong tubuh Amera dengan keras sampai tubuh Amera terdorong jauh kebelakang dan membentur dinding Apartemen.
"Amera!!!",teriak Adam melihat Amera menabrak dinding karena dorongan Geo dan segera menghampirinya dengan perasaan cemas karena Amera langsung terkulai tidak sadarkan diri akibat dorongan Geo barusan.
__ADS_1