
"Kita kemana sekarang Darl?Kenapa kita tidak menuju kantor polisi?",tanya Stella bingung dan mulai waspada saat Brian beserta pengawalnya dan supir pribadi pria itu melajukan mobil itu bukan kearah kantor polisi melainkan kejalan yang semakin lama terlihat semakin sempit dan terjal.
"Ikut saja bukankah kau ingin bertemu dengan pria yang mengaku sebagai mantan suamimu itu Sekarang Stella",jawab Brian datar membuat Stella lalu menoleh kearah pria tua yang duduk disampingnya itu sekarang.
"Apa kau sedang menipuku sekarang Brian?!".
Ekspresi Stella langsung berubah marah pada Brian yang menoleh kearahnya Dnegan wajah dingin.
"Menipu?Apa kau takut aku melakukan itu?",balas pria itu dengan tersenyum sinis pada Stella.
"Tentu saja!Kau pikir ini lucu begitu?!".
Brian menarik nafas mendengar kalimat yang diucapkan perempuan disampingnya yang sudah menjadi istrinya beberapa tahun ini.
"Lalu apa kau pikir membunuh orang yang sudah bersikap sangat baik padamu itu juga lucu?",balas Brian dengan tatapan tajam.
"Membunuh orang! Siapa? Apa aku yang kau maksud.Dan siapa yang sudah kubunuh!Jangan menuduhku sembarangan tanpa bukti Brian!!".
"Aku memang tidak punya bukti karena itu sudah lama berlalu tapi kurasa itu tidak berarti kau tidak akan mengakuinya!".
"Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan ini!Siapa yang sudah aku bunuh!Kenapa kau bicara tidak jelas!".
Stella benar benar dibuat emosi sampai berteriak teriak keras didalam mobil yang mereka tumpangi saat itu karena merasa tidak suka mendengar perkataan Brian yang bernada menuduhnya.
"Kau yang terus saja berusaha mengelak padahal kau mengerti arah pembicaraan ku benar bukan Stella".
__ADS_1
"Tidak! Kau tidak benar !",teriak Stella semakin marah pada Brian yang seolah sudah tau semua yang sudah pernah dilakukannya dulu terutama apa yang dilakukannya pada Eleora istri pria itu yang dibunuhnya secara perlahan dengan racun tanpa rasa yang dibelinya dari pengedar gelap dengan sisa uang yang dimilikinya saat itu demi untuk bisa menyingkirkan perempuan itu dan dia bisa segera menggantikan posisinya disamping Brian yang kaya raya.
"Eleora dia meninggal dengan tidak wajar".
"Kenapa tiba tiba kau membahas orang yang sudah lama meninggal.Bukankah dia meninggal karena sakit kanker yang dideritanya saat itu dan diagnosis dokter juga begitu".
"Dokter itu kau yang menyuapnya bukan?,tanya Brian dengan sorot mata tajam menatap kearah Eleora yang sedikit terkejut mendengarnya tapi masih tidak mau mengakuinya meski itu benar karena itu sudah lama berlalu dan dokter yang memeriksa Eleora dulu juga sudah tidak ada sekarang jadi tidak ada alasan baginya untuk membetulkan ucapan Brian sekarang.
"Kau....bagaimana mungkin aku menyuap seorang dokter sementara aku hanya seorang perawat biasa saat itu",elak Stella tanpa gentar dengan balik menatap kearah Brian.
"Aku tidak tau bagaimana kau melakukannya tapi membujuk seseorang adalah keahlianmu dan aku sudah membuktikannya sendiri jadi kalau kau bilang itu tidak mungkin jujur saja aku tidak percaya Stella".
"Kau aneh hari ini Brian sebenarnya apa niatmu mengajakku pergi ketempat mengerikan seperti ini.Bawa aku kembali sekarang ! Aku tidak suka dengan daerah ini!",bentak Stella yang tidak ditanggapi oleh Brian maupun supir pribadinya juga pengawalnya yang ada dikursi depan.
Melihat mereka semua tidak mendengarkannya Stella semakin marah pada semua orang yang ada didalam mobil itu dan kembali berbicara keras pada mereka.
"Stella tenanglah jangan berteriak seperti orang gila didalam mobil!".
Mendengar Brian membentaknya keras Stella lalu mencondongkan tubuhnya kearah pria tua itu dengan tatapan tajam.
"Kau....Apa rencanamu?Katakan?Apa kau berniat membunuhku didalam hutan lalu membuang tubuhku untuk makanan binatang buas begitu?".
"Apa kau pikir aku dirimu yang tidak punya perasaan dan hati kau salah Stella.Kalau memang berniat membunuhmu aku tidak perlu membawamu jauh jauh kesini tapi kuledakkan saja kepalamu dengan pistol yang kumiliki maka semua selesai".
Mendengar itu Stella tersenyum sinis.
__ADS_1
"Kau... ingin dianggap malaikat rupanya dasar munafik!",makinya lalu memalingkan wajahnya menghadap keluar jendela mobil yang menampakkan laut dikejauhan dari jalan yang mereka lewati menandakan kalau mereka saat itu sedang berada disebuah tebing yang belum pernah didatanginya membuat Stella tanpa sadar sedikit bergidik kalau Brian dan orang orangnya itu berniat membunuhnya disana lalu membuang tubuhnya kelaut tapi melihat gelagat pria itu yang sangat tenang sejak mereka berangkat sepertinya dia punya rencana sendiri dan kali ini Stella tidak bisa menduga apa itu membuat nya tidak suka memikirkannya.
"Tuan Brian sebentar lagi kita sampai",ucap supir pribadi pria itu yang diangguki oleh Brian.
"Sampai kemana?",tanya Stella dengan tatapan nyalang menatap kedepan yang masih saja terlihat jalan berbatu terjal hingga membuat tubuhnya dan Brian bergerak karena guncangan.
"Ketempat mantan suamimu",jawab Brian tidak pura pura lagi".
"Kau menyekapnya disini,kenapa?".
"Kau akan tau saat bertemu dengannya nanti",balas Brian lalu kembali diam begitupun Stella sibuk berpikir tentang apa yang kira kira direncanakan pria yang ada disampingnya itu karena dia terlihat sangat tenang seolah tidak memikirkan apapun lagi saat itu.
"Tuan kita sampai",ucap supir pribadinya dengan menghentikan mobilnya didepan sebuah bangunan yang menyerupai sebuah menara tua itu.
"Bawa dia turun",perintah Brian dengan membuka pintu mobil disampingnya lalu keluar dan saat Selalu berniat melakukan hal yang sama ternyata dia langsung dicekal oleh pengawal Adam dan supir pria itu membuat Stella sangat marah dengan berusaha berteriak dan memberontak agar terlepas dari cekalan mereka tapi karena perbedaan kekuatan membuat Stella gagal mengelak dan akhirnya berhasil dibawa keluar dengan paksa dari mobil oleh orang orang Brian .
"Bawa dia masuk kedalam menara dan pertemukan dengan mantan suaminya disana nanti aku aku kesana!",perintah Brian dengan berdiri menatap dingin kearah Stella yang berteriak saat dibawa paksa oleh dua orang anak buah Brian masuk kedalam menara tua yang terlihat menyeramkan itu meski hari masih siang membuat Stella merasa bergidik ngeri.
"Brian keparat!Lepaskan aku!Kenapa kau memperlakukan aku begini!Apa salahku kalau kau berani jangan seperti ini!!",teriaknya yang tidak digubris oleh Brian yang menatap Stella denga dingin dan memerintahkan anak buahnya membaw masuk Stella kedalam.
"Ikat dia setengah digantung sama seperti mantan suaminya yang sama sama keparat itu,nanti setelah dia kelelahan aku baru akan masuk untuk menemui nya",Perintah Brian pada anak buahnya yang diangguki oleh anak buahnya.
"Baik tuan Brian akan kami lakukan".
"Bagus",Lalu Brian berdiri diam dengan menatap kearah laut lepas yang ada dihadapannya sekarang dengan menyunggingkan senyum sinisnya.
__ADS_1
"Aku akan membalas semua yang sudah kau lakukan padaku selama ini Stella sampai kau tau siapa aku sebenarnya".