Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
108.Brian Sadar.


__ADS_3

Drettt....Drett...


"Dam ponsel mu berbunyi," tegur Amera dengan mengguncang lembut tubuh pria itu yang sedang tertidur lelap disamping Amera saat itu.


"Angkat sayang..aku masih ingin memejamkan mata sebentar lagi," ucap Adam dengan nada setengah bergumam dan mata masih terpejam membuat Amera tidak tega kalau memaksa suaminya itu untuk mengangkat telpon dari ponselnya.


Tapi saat melihat nama yang menelpon dilayar ponsel pria itu Amera mengerutkan keningnya dan ragu untuk membangunkan Adam atau mengangkat panggilan itu.


Karena panggilan itu terus saja tidak berhenti akhirnya Amera memilih mengangkatnya.


"Ya Philip," jawab Amera pada sipenelpon yang merupakan kepala pengawal pribadi Brian.


"Nona Amera dimana tuan Adam sekarang?!," tanyanya dengan nada suara gugup membuat pikiran buruk langsung muncul di dalam kepala Amera dan itu berkaitan dengan Brian Maxwell yang sekarang sedang terbaring koma diRumah sakit.


"Dia sedang tidur.Akan aku bangunkan sekarang kalau sangat penting," jawab Amera dengan langsung mengguncang tubuh Adam cukup keras dan tidak perduli kalau Adam terkejut saat bangun.


"Dam! Sayang bangun lah Philip menghubungimu! Dia ingin bicara dengan mu kurasa ini penting," ucapnya dengan anda suara gugup membuat Adam membuka matanya meski masih terlihat mengantuk.


"Ya Sayang siapa yang menelpon dan apa katanya?."


"Ini angkatlah Philip menghubungimu sepertinya penting karena dia menyuruhku untuk membangunkanmu!," terang Amera dengan menyerahkan ponsel milik Adam Ke yang empunya.


Masih dengan nada suara malas Adam menjawab panggilan Philip.


"Ya Philip ada apa?," tanyanya.

__ADS_1


"Tuan Adam ini mengenai tuan Brian...."


"Apa Daddy?! Tunggu Philip aku akan segera kesana lakukan yang terbaik pada Daddy jangan sampai terjadi apa apa sebelum aku datang!," tanpa menunggu Philip mengatakan apa yang terjadi Adam sudah mematikan panggilan pria itu lalu menghubungi supir pribadi sekaligus pengawalnya.


"Siapkan mobil sekarang dan antarkan aku keRumahsakit 5 menit lagi," perintahnya yang dijawab iya dan sebelum supir pribadinya itu menanyakan alasannya Adam terburu buru meminta diantar kerumah sakit Adam sudah mematikan panggilannya.


"Adam ada apa? Apa terjadi hal buruk pada tuan Brian?," tanya Amera ikut gugup dan khawatir yang dibalas gelengan oleh Adam.


"Entahlah sayang tapi dari nada suara Philip sepertinya ada sesuatu yang terjadi karena itu aku harus segera kesana sekarang karena aku tidak ingin lagi seperti waktu itu," terbagi Adam sambil bersiap untuk pergi.


"Aku akan ikut bersama mu karena kalau aku dirumah aku akan merasa tidak tenang."


Mendengar itu Adam mengangguk lalu Amera ikut bersiap untuk pergi bersama dengan Adam kerumah sakit.


"Kita berangkat sekarang tuan?," tanya supir pribadinya itu yang diangguki oleh Adam.


Tidak lebih dari 30 menit mobil Adam sampai diRumah sakit tempat Brian dirawat saat itu.


"Setelah membantu Amera turun Adam segera mengajak Amera menuju ruang perawatan Brian.


Sampai disana Philip Harven juga Geo ternyata sudah tiba lebih dulu berada disana dan kali ini semua orang tampak diam dengan raut wajah tegang membuat Amera dan Adam ikut merasa tegang karenanya dan juga memilih diam dengan saling bergandengan tangan untuk saling menguatkan, dibanding menanyakan apa yang terjadi pada Brian didalam ruang perawatan pada mereka semua saat itu.


Selama menunggu dalam diam dan hanya menyaksikan para dokter berlalu lalang keluar masuk ruang perawatan pria itu perasaan Adam dan Amera tidak dibuat tidak menentu.


"Keluarga tuan Brian Maxwell," sapa dokter spesialis yang menangani Brian pada mereka semua yang hadir disana saat itu.

__ADS_1


Geo maju kedepan sebagai wakil mereka semua melihat itu Adam masih diam saja dan membiarkan Geo melakukannya.


"Bagaimana kondisi Daddy kami sekarang dok?," tanyanya dengan raut wajah cemas.


Dokter itu menarik nafas keras sebelum menjawab pertanyaan Geo.


"Diawal kami pikir Tuan Brian Maxwell tidak benar benar sadar meski jemarinya bergerak tadi tapi ternyata saat kami memeriksanya kondisinya tadi untuk memastikan ternyata...beliau malah membuka matanya membuat kami benar benar .."


"Apa itu artinya Daddy sudah sudah sadar sekarang Dok?!," tanya Adam yang tiba tiba saja sudah berada dihadapan sang Dokter yang mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Adam barusan.


"Benar tuan Adam Maxwell tuan Brian Maxwell sekarang sudah sadar dan sedang diperiksa dengan teliti oleh beberapa dokter untuk mengetahui bagaimana kondisinya saat ini," terang dokter itu berniat menjabat tangan Adam sebagai ucapan selamat tapi sebelum dokter itu melakukannya tiba tiba tubuh Adam terhuyung dan hampir terjatuh kalau saja Geo tidak cepat meraihnya membuat Amera dan yang lainnya sangat terkejut melihat itu.


"Adam!," panggil Amera berniat mendekat tapi segera ditahan oleh salah satu anak buah Brian.


"Anda jangan mendekat nona Amera biarkan saja mereka yang menangani," pinta pengawal itu yang langsung diangguki oleh Amera dan sedikit menyingkir agar dokter dan yang lain bisa memeriksa kondisi Adam yang diajak duduk dikursi tunggu dilorong Rumahsakit.


"Sepertinya tuan Adam hanya syok mendengar berita itu saya sarankan sebaiknya sekarang beristirahat saja lalu setelah nanti kondisinya membaik silahkan kalian secara bergantian menjenguk tuan Brian yang saat ini masih diperiksa para dokter," saran dokter itu dengan meminta perawat membawakan kursi roda untuk membawa Adam keruang perawatan agar bisa beristirahat.


Adam tidak menolak saat perawat melakukan hal itu padanya,sejujurnya saat mendengar dari dokter kalau sekarang Daddynya sudah sadar dia merasa sangat lega karena tidak menyangka kalau itu akan terjadi mengingat bagaimana parahnya luka yang dialami Brian Maxwell karena ulah Stella saat itu dan ternyata Sekang dia bisa sadar itu sungguh sebuah keajaiban.


"Bagaimana kondisimu Dam?," tanya Amera dengan wajah cemas duduk dikursi samping tempat tidur ruang perawatan Adam.


"Jangan khawatir sayang aku baik baik saja tadi hanya sangat terkejut mendengar Khabar bahagia itu," terang Adam dengan tersenyum lembut pada Amera.


"Syukurlah aku sangat cemas meski juga sangat bahagia saat mendengar berita yang dikatakan dokter barusan."

__ADS_1


"Aku juga sayang jadi kemari temani aku beristirahat dan besok pagi setelah dokter mengijinkan kita menengok Daddy baru kita temui dia," saran Adam yang diangguki oleh Amera dengan naik keatas ranjang dan berbaring disamping Adam.


__ADS_2