
Buk!! Buk!!
Aaakh!!!
"Pukul dia sampai dia mau bicara apakah dia bekerjasama dengan Stella atau tidak!",perintah Brian pada dua orang pengawalnya yang terus saja memukul tubuh Anderson dengan keras hingga membuat Anderson yang sudah terluka karena tembakan Adam tadi benar benar tidak bisa berkutik membuat kondisinya sudah diantara sadar dan tidak.
Melihat itu akhirnya Brian menyuruh anak buahnya menghentikan menghajar Anderson.
"Katakan padaku apa Stella yang menyuruhmu melakukan ini!",bentaknya dengan mencengkram rahang Anderson keras.
mendengar pertanyaan Brian Anderson tersenyum smrik kearah pria tua itu dengan menahan rasa sakitnya.
"Kenapa kau begitu penasaran dengan hal itu?Kenapa tidak sekalian saja kau tanyakan apakah istrimu Stella itu yang sudah membunuh istrimu Eleora?".
Brian langsung terhenyak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Anderson.
"Apa maksudmu?!A..Apa kematian Eleora bukan karena sakit?!Katakan brengsek!!! Jangan mencoba menyembunyikan nya sebelum kuledakkan kepalamu!!",teriak Brian dengan sangat marah pada Anderson membuat Anderson tertawa keras mendengar kekalutan Brian saat itu.
"Hahahaha dasar pria tua bodoh kau pikir aku akan mengatakannya.Tidak akan aku akan membuatmu mati dalam keadaan bersalah dan penasaran agar kita impas".
"Katakan sekarang!Apa yang sebenarnya sudah dilakukan Stella pada Eleora sampai Eleora meninggal,katakan!!".
Brian berteriak dengan terus memukul Anderson yang kondisinya sudah parah hingga pria itu benar benar pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit ditubuh tuanya saat itu tapi Brian yang kalap tidak juga mau berhenti menghajar pria tua itu sampai dua orang anak buahnya terpaksa menarik dirinya agar tidak terus melakukan itu.
"Tuan Brian hentikan! Pria itu sudah pingsan!",ucap pengawal kepercayaannya menarik Brian menjauh dari tubuh Anderson yang babak belur saat itu.
"Biarkan aku membunuhnya sekarang juga! Berikan aku pistol!",teriaknya pada pengawalnya yang tidak dituruti oleh mereka.
"Tuan saya rasa anda salah kalau langsung membunuh pria ini tanpa mempertemukan dia dengan nyonya Stella lebih dulu agar masalah sebenarnya bisa terungkap",bujuk pengawalnya yang membuat Brian terdiam mendengar itu dan sadar kalau masalahnya tidak akan selesai bila dia membunuh pria tua yang sudah tidak berdaya itu sekarang.
"Kau benar,dia akan senang kalauku bunuh begitu saja tanpa menyiksanya lebih dulu".
"Itu benar tuan jadi saran saya anda harus mempertemukan pria yang menjadi mantan suami nyonya Stella ini dengan yang bersangkutan".
"Baiklah kalau begitu biarkan saja dia seperti ini sekarang tapi jangan sampai dia meninggal sebelum Stella kubawa kesini".
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Brian pergi dari sana begitu saja bersama anak buahnya menyisakan dua anak buahnya untuk menjaga Anderson.
"Apa anda ingin pulang kerumah sekarang tuan?",tanya pengawalnya itu yang digelengi oleh Brian.
"Kita kerumah sakit sekarang aku ingin melihat kondisi Amera sekaran",ucap Brian yang diangguki oleh Pengawalnya tersebut.
Setelah berkendara beberapa lama Brian sampai dirumah sakit tempat Amera dirawat.
Brian langsung turun dari mobil dan berjalan menuju ruang rawat Amera yang dijaga oleh 2 orang pengawal disana.
"Tuan Brian",sapa 2 pengawal itu pada Brian dengan hormat.
"Ada siapa didalam?"tanyanya pada pengawal yang berjaga itu.
"Nona Veronica dan tuan Adam",terang pengawal itu yang diangguki oleh Brian lalu masuk kedalam ruang rawat itu.
"Tuan Brian",sapa Veronica begitu melihat Brian masuk kedalam ruangan.Sementara Adam yang duduk dikursi tepi ranjang hanya menoleh kearah pria tua itu lalu kembali menatap Amera yang masih belum sadar.
"Bagaimana kondisinya?",tanya Brian dengan berjalan mendekat kearah ranjang Amera.
"Syukurlah",ucapnya dengan nafas lega saat mendengarnya.
Veronica yang melihat hal itu memutuskan berjalan keluar dari ruang rawat Amera meninggalkan. ayah dan anak juga Amera bertiga dalam ruangan itu.
"Kupikir Anderson benar benar akan berhasil menyakiti dia aku benar benar ketakutan tadi pagi",ucap Brian lirih.
"David melaporkan padaku kalau ada pegawai baru atas rekomendasi Amera yang terlihat mencurigakan", terang Adam pada Brian.
"David?".
"Dia orang yang kuperintahkan mengelola Kafeku juga membantu Amera disana karena tidak mungkin Amera yang sedang hamil melakukan semuanya sendiri",terang Adam yang diangguki oleh Brian.
"Lalu bagaimana kau bisa datang kesana?Bukankah kau sedang sibuk dikantor mengurusi masalah korupsi bersama Geo".
"Itu benar tapi setelah mendapat laporan dari David soal pria itu, aku meminta David untuk terus mengawasi pria itu terutama kalau dia mendekati Amera. Karena ternyata dia juga sengaja menyewa tempat tinggal ditempat kami tinggal".
__ADS_1
"Apa maksudmu dia sengaja mengawasi kalian terus selama ini?!",Brian terkejut mendengar hal itu.
"Iya karena itu aku merasa cemas dan tadi saat dikantor aku tidak sengaja mendengar apa yang Daddy katakan pada pengawal Daddy".
Brian terkejut mendengar panggilan Adam padanya dia khawatir dia sudah salah dengar karena ini pertama kalinya setelah bertahun tahun akhirnya putranya itu memanggilnya Daddy lagi.
Ingin rasanya dia menubruk pria muda yang punya garis wajah sangat mirip almarhum istrinya itu tapi tentu saja tidak dilakukannya karena tidak ingin membuat Adam merasa aneh dengan sikapnya yang sangat senang mendengarnya memanggil Daddy lagi.
"Oh...kupikir dari mana.Oh iya untuk urusan kantor serahkan saja pada mereka yang ada disana juga Geo, sementara ini kau fokus saja dengan kondisi Amera dan calon anakmu sekarang".
Adam lalu menoleh kearah Brian.
"Anakku?Apa Daddy sudah tau kalau yang dikandung Amera sebenarnya adalah anak ku?",tanya Adam yang diangguki oleh Brian.
"Amera yang mengatakannya padaku saat kami berdua bertemu untuk mengobrol",terang Brian yang diangguki oleh Adam.
"Dia perempuan yang baik bukan",celetuk Brian yang lagi lagi diangguki oleh Adam.
"Itulah yang membuat aku sangat mencintainya",balas Adam dengan menyentuh wajah Amera lembut.
"Kurasa sifatnya mirip sifat Eleora ",celetuk Brian yang membuat Adam menoleh tapi tidak mengatakan apapun.
"Kurasa itu yang membuatmu tertarik padanya. Mereka bukan orang yang sama tapi mereka punya sikap yang sedikit mirip sama sama cantik juga baik meski kadang kebaikan mereka bisa dimanfaatkan orang lain"
"Ya kurasa",balas Adam.
"Baiklah aku akan pulang sekarang kau jagalah dia baik baik kalau dia bangun tolong sampaikan salamku padanya",ucap Brian dengan menepuk bahu Adam lalu berjalan menjauh dari ranjang Amera kepintu keluar.
"Tuan Brian",sapa Veronica lagi yang dibalas senyum ramah oleh Brian.
"Kau sahabat Amera?",tanyanya yang diangguki oleh Veronica.
"Terimakasih sudah menjadi temannya selama ini",ucap Brian dengan menepuk bahu Veronica lembut lalu mengajak anak buahnya pergi dari sana.
"Kita kemana tuan?",tanya pengawalnya.
__ADS_1
"Ke pengacara.Aku ingin merubah surat wasiatku lebih dulu sebelum menemui Stella",ucap Brian dengan naik kedalam mobil yang diangguki oleh pengawalnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.