
Drett...drett....
Geo meraba raba mencari suara ponselnya yang terus saja berbunyi dari tadi membuatnya yang sedang mengalami mimpi paling indah dalam hidupnya menjadi terbangun.
Tapi saat meraba bukannya ponsel miliknya yang ditemukan tapi sesuatu yang lembut dan kenyal yang sangat nyaman saat disentuhnya membuat Geo tanpa sadar ******* ***** benda yang menyentuh telapak tangannya hingga membuat seseorang bersuara karena apa yang dilakukannya sekarang.
"Emmh....".
Seketika Geo menghentikan gerakan tangannya begitu juga orang yang baru saja mengeluarkan suara merdu itu terdengar beringsut menjauh.
Suasana kamar Apartemennya memang masih gelap karena tidak ada satupun lampu yang dinyalakan disana hanya ada cahaya sangat samar yang berasal dari celah jendela yang tertutup.
Efek dari alkohol yang diminumnya tadi malam membuat pikiran Geo masih belum pulih seutuhnya sekarang sampai dia sulit membedakan suasana sekarang apakah kenyataan atau hanya mimpi sampai ponselnya berdering lagi barulah dia tersadar sepenuhnya kalau tadi yang sudah disentuhnya adalah buah dada Melisa yang polos begitupun Melisa sudah sadar sepenuhnya dari kondisi setengah mimpinya barusan meski sempat mengeluarkan suara luknut saat Geo mere*as dadanya tadi.
"Sepertinya itu suara ponselmu",ucap Melisa dengan menghidupkan lampu tidur yang ada disamping ranjang yang membuat suasana kamar yang semula sangat remang menjadi cukup terang.
Geo menatap Melisa dengan tatapan serba salah yang tidak bisa ditutupinya karena apa yang dilakukannya barusa dan karena teringat apa yang terjadi pada mereka tadi malam.
Melisa yang melihat ekspresi Geo saat itu perlahan bangkit dari ranjang dengan kondisi polos dibawah tatapan intens Geo yang membuat seluruh tubuhnya terasa panas karena malu tapi dia berpura pura merasa biasa saja dihadapan Geo.
"Kau carilah mungkin itu panggilan penting.Aku akan membersihkan diri lalu pergi dari sini",ucapnya dengan masuk kedalam kamar mandi lalu menutup pintu dibelakangnya dengan tangan gemetar.
__ADS_1
'Jangan terpengaruh Melisa .Ini hal yang sudah sering kau lakukan bukan.Mandi lalu keluarlah tinggalkan dia seperti para pria yang lain selama ini'',celetuknya dalam hati untuk menyakinkan dirinya.
Lalu segera membersihkan dirinya dengan cepat agar bisa pergi dari sana segera.
"Kau sudah selesai?",tegur Geo begitu melihat Melisa keluar dari dalam kamar mandi yang dibalas anggukan oleh perempuan itu.
"Aku akan pergi setelah berpakaian", terang Melisa dengan mencari pakaian miliknya berniat untuk kembali mengenakannya untuk pulang tapi dia langsung tertegun begitu melihat kondisi pakaian miliknya yang robek parah akibat ditarik paksa oleh Geo tadi malam saat mereka akan bercinta.
Melihat itu Geo semakin merasa bersalah pada Melisa meski Melisa terlihat bersikap biasa dihadapannya.
"Maaf sepertinya aku terlalu bersemangat tadi malam sampai membuat bajumu rusak",ucap Geo dengan nada suara bersalah.
"Lupakan toh ini hanya selembar baju.Aku bisa membelinya lagi nanti.Tapi masalahnya itu adalah satu satunya bajuku sekarang dan tidak mungkin aku keluar dari sini tanpa mengenakan apa apa jadi bisa kau meminjamkan aku bajumu untuk kupakai pulang",pinta Melisa dengan sikap biasa.
"Itu merepotkan jadi pinjamkan saja aku atasan bajumu toh aku pulang dengan memakai mobil jadi tidak akan ada yang melihat juga".
"Baiklah kau bisa mencarinya sendiri didalam walk in closet milikku karena aku harus mandi sekarang untuk pergi kekantor",terang Geo yang diangguki oleh Melisa yang langsung berjalan masuk kedalam walk in closet pria itu yang ternyata sangat mewah membuat Melisa sampai ternganga begitu masuk kedalam ruang ganti milik pria itu yang sangat mewah dan berisi barang barang mahal bermerek.
'Jangan kagum ini hal biasa',celetuknya lagi meski hanya dalam hati.
Melisa segera mencari dibagian kemeja karena dia yakin kemeja pria itu pasti bisa menjadi gaun yang akan cukup menutupi tubuhnya karena ukurannya yang besar saat dikenakannya.
__ADS_1
Sebuah kemeja polos warna hitam yang menjadi pilihan Melisa karena dirasa warna itu tidak akan membuat siluet tubuhnya menjadi tembus pandang.
"Kau sudah selesai?",tegur Melisa begitu melihat Geo sudah berada dikamar tidur lagi dengan mengenakan batrobe mandi.
Geo menatap penampilan Melisa dari atas sampai bawah yang membuat Melisa merasa malu ditatap setajam itu oleh seorang pria untuk pertama kalinya.
"E ..aku hanya mengambilnya secara asal kau tidak keberatan bukan aku memakai yang ini?",tanya Melisa yang dijawab gelengan oleh Geo.
"Kalau ini akhir pekan aku pasti akan mengantarmu pulang tapi ini masih hari kerja dan..".
"Jangan khawatir aku membawa mobil selain itu aku juga tidak suka merepotkan mu yang aku yakin sibuk",elak Melisa dengan tersenyum kearah Geo.
"Baiklah ini nomor ponselku hubungi aku kapan pun kau mau dan ini....sebagai pengganti gaun mu yang sudah ku rusak".
Geo memberikan selembar kartu nama kepada Melisa yang sempat membuat Melisa merasa senang menerimanya tapi saat pria itu memberikan juga salah satu kartu kreditnya pada Melisa hati Melisa terasa sakit tapi dia tidak menolak karena biasanya juga itu yang diharapkannya dari para pria semacam Geo setelah menghabiskan malam bersamanya.
"Oh... Thanks.Aku rasa dengan ini aku bisa membeli beberapa gaun baru atau mungkin lebih dari itu dan ini...
kalau nanti isi didalam kartunya sudah habis aku baru akan menghubungimu untuk meminta kau mengisikan lagi",canda Melisa dengan perasaan miris yang coba ditutupinya dengan tersenyum seanggun mungkin pada Geo yang membalasnya juga dengan tersenyum lalu berlalu menuju walk in closetnya meninggalkan Melisa yang langsung meremas kedua kartu ditangannya lalu berjalan pergi dari Apartemen pria itu tanpa menoleh lagi kebelakang.
'Tidak papa Melisa ini sudah biasa besok kau juga akan melupakannya seperti biasanya dengan para pria lainnya karena dia pasti sama saja seperti mereka ",gumamnya seorang diri dengan menyapu air mata yang mengalir dipipinya dan bergegas masuk kedalam lift yang akan membawanya turun ke area parkir Apartemen.
__ADS_1
Sampai didalam mobil Melisa lalu menyandarkan kepalanya kemudi berharap sesak didadanya akan berkurang tapi ternyata dia salah karena sesak itu semakin terasa,apalagi saat dia melihat seseorang yang tidak ingin dilihatnya keluar dari mobil Mewahnya dan berjalan dengan sangat anggun masuk kedalam lift yang baru 5 menit lalu juga dinaikinya.
"Ariana Maxwell",gumamnya dengan mencengkram erat kemudi mobilnya dan tidak beranjak dari tempatnya sampai dia melihat gadis itu turun lagi dengan bergelayut manja dilengan Geo yang sempat melirik kearah mobil miliknya sebelum akhirnya masuk kedalam mobil yang tadi dikendarai oleh Ariana tanpa menoleh lagi kearah mobilnya yang belum juga bergerak dari sana sampai mobil Ariana melewati mobil miliknya dengan Geo berada dikursi kemudi.