Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
22.Aku Bertemu Elvan.


__ADS_3

Adam menatap kearah Amera yang berusaha terlihat baik baik saja meski raut wajahnya tidak bisa membohongi pria muda itu.


"Kau sudah makan Mer!",tanya Adam dengan melepas kancing lengan kemejanya lalu menggulungnya.


"Sudah tadi pagi Kenapa?".


Adam menggeleng lalu menggeser duduknya mendekat kearah Amera hingga sekarang mereka sudah duduk bersisian.


"Syukurlah,sepanjang hari ini aku cemas karena harus meninggalkanmu",ucapnya dengan menyentuh wajah Amera lembut.


"Cemas?Bukannya tadi pagi kau pergi begitu saja tanpa pamit padaku lalu sekarang ...:.


Adam meletakkan jari telunjuknya dibibir Amera membuat Amera reflek menghentikan gerutuannya.


"Aku punya urusan mendadak tadi pagi dan tidak tega untuk membangunkanmu karena itu aku pergi diam diam".


"Tapi kenapa saat kuhubungi nomor ponselmu tidak aktif?",protes Amera lagi.


"Itu ..ponselku kehabisan baterai karena tadi malam aku lupa mengisi dayanya dan tadi setelah sampai disana aku baru tau".


"Alasan klise",jawab Amera dengan wajah cemberut.


Adam menaikkan sebelah alisnya mendengar itu.


"Klise?".


"Ya...kau berbohong pun aku tidak tau".


"Tapi aku tidak berbohong aku mengatakan yang sebenarnya Mer".


"Sudahlah aku sedang tidak ingin mendengar alasanmu sekarang",balas Amera bermaksud bangkit dari duduknya tapi gagal karena sebelum dia berhasil bangun Adam sudah lebih dulu menarik tubuh Amera hingga terjatuh diatas pangkuannya.


"Adam!",pekik Amera karena terkejut.


"Kau ingin kemana?",tanya Adam dengan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Amera.


"Menjauh darimu karena...".


"Cup".


Tiba tiba Adam mendaratkan kecupannya tepat dibibir Amera hingga membuat Amera membolakan matanya terkejut.


"Kenapa menciumku....".


"Cup... Cup".


Lagi lagi Adam menempelkan bibirnya meski hanya berupa kecupan kecupan singkat.


"Aku merindukanmu",ucapnya setelah Amera tidak lagi bicara akibat ciumannya barusan.


"Rindu?Jangan ngelantur,bukannya kita baru berpisah tidak sampai 24 jam",jawab Amera dengan menatap wajah Adam yang juga menatapnya.

__ADS_1


" Itu tidak berubah karena aku memang rindu padamu sekarang".


"Gombal! Kau pikir aku suka mendengarnya".


"Tapi aku suka mengatakannya dan akan terus kukatakan karena itu yang kurasakan kalau jauh darimu".


"Hentikan jangan mengatakan rayuan palsu dihadapanku lagi!",hardik Amera mulai benar benar kesal dengan sikap Adam yang sangat manis.


"Baiklah Amera sayang kalau begitu sekarang aku akan mengubah topik kita".


"Apa lagi ini?".


"Apa kau bertemu dengan Elvan tadi?",tanya Adam dengan menatap Amera dengan ekspresi serius.


Amera ingin berdusta dengan bilang tidak tapi melihat bagaimana ekspresi Adam sekarang dia tau kalau percuma dia bilang tidak jadi dia memilih bilang iya.


"Iya aku bertemu dengannya dikantor Agenci tadi bahkan kami cukup lama bicara, puas kau sekarang!",jawab Amera dengan memasang ekspresi kesal.


Mendengar jawaban Amera bukannya menjawabnya tapi tiba tiba saja Adam menyambar bibir Amera yang sedang mengerucut saat itu lalu memagut nya dengan rakus membuat Amera yang tidak siap dengan apa yang dilakukan pria itu sedikit tersentak tapi semua tidak bertahan lama karena Adam langsung cepat merubah gaya ciumannya dari yang semula sedikit kasar menjadi lebih lembut hingga Amera jadi terbuai dan mulai mengikuti alur permainan bibir pria itu.


"Hah... .hah....".


Amera sampai hampir kehabisan nafas baru Adam melepaskan ciumannya dengan tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Kau ..kenapa selalu tiba tiba....",keluh Amera dengan wajah memerah akibat pergumulan panas bibir mereka barusan.


"Karena kau juga selalu bisa tiba tiba membuatku emosi",balas Adam dengan menyentuhkan jarinya kebibir Amera yang bengkak.


"Aku tidak ...",belanya tapi baru ingat apa yang dikatakannya terakhir kali sebelum Adam menciumnya tadi.


"Auw **** Adam apa yang kau lakukan!",maki Amera dengan menyentuh bibirnya yang terasa sakit.


"Menghukumku karena dari bibirmu itu suka mengatakan perkataan yang membuatku kesal",jawab Adam tanpa rasa bersalah.


"Tapi ini sakit!",protes Amera dengan kembali mengerucutkan bibirnya yang baru saja digigit Adam.


"Cup".


Lagi lagi Adam mengecup Amera saat perempuan itu bermaksud menunjukan bekas gigitannya barusan yang terasa sakit.


"Sudah sembuh kan",balas Adam setelah mengecup bibir Amera.


"Hah kau pikir itu obat apa!".


"Bisa dibilang begitu sayang,jadi karena sudah kuhukum dan kuobati sekarang katakan apa yang terjadi dikantor Agenci tadi?",pinta Adam tanpa basa basi lagi.


"Sudah kukatakan aku bertemu dengan Elvan disana karena ternyata dia adalah kepala Agenci yang baru",terang Amera dengan nada kesal.


"Bagaimana bisa bukankah sebelumnya bukan dia Mer?".


Amera mengedikkan bahunya.

__ADS_1


"Entahlah aku tidak tau mungkin saja sebenarnya dia memang sudah punya saham disana tapi baru sekarang dia muncul karena ingin membalasku".


"Lalu?",tanya Adam ingin tau apa yang terjadi selanjutnya tadi dikantor Agency Amera.


"Ya....aku mengundurkan diri dari Agenci tapi tentu saja dia tidak melepaskan aku dengan mudah".


"Jadi maksudmu dia melakukan sesuatu padamu?Apa itu?",tanya Adam dengan menelisik seluruh tubuh Amera.


"Bukan melecehkan ku",terang Amera karena tau apa yang dipikirkan Adam.


"Lalu apa yang dia lakukan?".


Amera menghela nafas keras sebelum menjawabnya.


"Aku harus membayar biaya penalti cukup besar agar dia tidak bisa menggangguku lagi".


"Berapa?", tanya Adam.


Amera menyebutkan sebuah nominal yang membuat Adam langsung mengerutkan keningnya saat mendengar jumlah nominal itu yang dipikir Amera Adam melakukan itu karena syok.


"Jangan khawatir Dam aku akan membayarnya sendiri meski itu memang jumlah yang sangat banyak".


"Bukan begitu Mer,Aku hanya terkejut karena jumlah itu tidak wajar.Apa kau tidak berniat memperkarakannya agar kau tidak perlu membayar sejumlah itu".


Amera cepat cepat menggeleng.


"Aku tidak ingin punya hubungan lagi dengan pihak mereka karena itu aku mengatakan akan membayarnya dan untuk uangnya aku juga sudah tau bagaimana akan mendapatkannya".


"Bagaimana?", tanya Adam.


"Aku akan menjual Apartemen ini untuk membayar biaya itu jadi kau tidak perlu khawatir".


"Kau yakin akan melakukan itu".


Amera mengangguk.


"Iya aku yakin".


"Lalu setelah menjualnya apa itu berarti...".


'Ya kau harus menghidupi kami karena aku sudah bangkrut sekarang",jawab Amera dengan memasang ekspresi menggoda kearah Adam.


"Syukurlah",balas Adam dengan menelusupkan kepalanya diceruk leher Amera membuat Amera terkejut dengan reaksi Adam yang seolah senang karena dia akan bergantung pada pria itu.


''Apa arti ucapanmu itu Dam?",tanyanya penasaran.


Adam mendongakkan kepalanya menatap Amera.


" Tentu saja senang kau pikir aku akan sedih karena mulai sekarang kau harus mengandalkanku''.


"Tapi....apa kau tidak papa?",tanya Amera yang tiba tiba jadi merasa bersalah sekarang.

__ADS_1


Adam menyatukan dahi mereka hingga mereka bisa saling tatap dari jarak sangat dekat karenanya.


"Sudah kukatakan aku senang Mer karena itu berarti aku bisa menjadi suamimu yang sebenarnya dan kau tidak akan bisa lagi menolak hubungan kita ini mulai sekarang".


__ADS_2