Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
24.Jadilah Pengganti Amera.


__ADS_3

Dikantor Agency Elvan....


"Brak!!!".


Elvan melempar semua berkas yang ada dimeja kerjanya dengan sangat marah setelah Amera pergi dari kantornya beberapa menit yang lalu.


"Klek!"


"El ada apa ini?!",tanya seorang perempuan yang baru saja membuka pintu ruang kerja Elvan dan terkejut melihat ruangan kantor pria itu berantakan.


"Tidak ada. Aku hanya kesal Mel",terangnya dengan menatap kearah perempuan cantik dengan pakaian sexy yang sedang berjalan mendekat kearahnya sekarang.


"Kesal? Apa ada hal buruk yang terjadi selain gagalnya pernikahanmu beberapa hari yang lalu itu sampai membuatmu sangat kesal seperti ini?",tanya Melisa dengan berdiri tepat disamping Kursi kerja Elvan dengan sedikit sengaja condong kedepan hingga membuat bagian depan gaunnya yang sangat rendah hampir menumpahkan isi dadanya.


Ekspresi Elvan yang semula sangat kesal tiba tiba langsung berubah begitu melihat pemandangan menggoda iman yang terpampang dihadapannya sekarang dan tanpa sadar langsung menelan salivanya saat itu juga.


Melisa yang melihat ekspresi Elvan saat melihat bagian dadanya yang hampir tumpah itu hanya tersenyum smrik dan dengan sengaja sedikit menggerakkan tubuhnya hingga membuat bagian indah itu ikut bergoyang perlahan mengikuti gerakannya.


"E....ada apa kau datang kemari Mel?",tanya Elvan dengan kembali menelan salivanya saat bertanya karena fokusnya sebenarnya pada pemandangan indah yang terpampang didepannya bukan pada tujuan perempuan itu datang kekantornya sekarang.


"Tentu saja ingin bertemu denganmu Van lalu untuk apa lagi",jawab Melisa dengan mendekatkan dirinya kearah Elvan hingga sekarang jarak mereka hanya tinggal beberapa centi saja.


"Tapi dari mana kau tau aku ada di Agency ini?",tanya Elvan penasaran meski tidak fokus pada pertanyaannya.


"Aku membayar sekretarismu untuk memberitahu dimana keberadaanmu saat ini.Apa kau marah?",tanya Melisa dengan mengulurkan tangannya dan mulai menyentuh rahang kokoh Elvan dengan gerakan penuh godaan.


Elvan menggeleng.


"Tentu saja tidak karena aku malah senang dengan kedatanganmu sekarang.Suasana hatiku perlahan membaik jadinya",jawab Elvan dengan mengulurkan tangannya untuk menarik tubuh Melisa semakin merapat kearahnya sampai dada perempuan itu hanya berjarak beberapa inci saja dari wajahnya sekarang dan Elvan merasa ingin langsung melahapnya.


"Benarkah?Lalu apa kau mau menceritakan apa yang membuat mu sampai sangat marah seperti barusan?",tanya Melisa dengan mendekatkan wajahnya kearah Elvan hingga dia dapat merasakan nafas panas pria itu menyapu wajahnya.

__ADS_1


"Kurasa sebelum aku menjawabnya aku ingin kau menghiburku lebih dulu sekarang bagaimana?",tanya Elvan dengan menarik tubuh Melisa keatas pangkuannya.


"Sepertinya aku datang disaat yang tepat benar begitu bukan Van?".


"Ya tentu saja kau selalu tau waktu aku membutuhkan dirimu",jawab Elvan sebelum melu*at bibir merah Melisa yang sudah sangat menggodanya itu dengan rakus.


Melisa langsung membalas apa yang dilakukan Elvan tanpa segan karena sekarang dia tidak perlu pura pura jual mahal lagi dihadapan pria itu seperti sebelumnya waktu Elvan masih berstatus sebagai kekasih Amera teman seangkatannya didunia entertainment yang selalu membuatnya iri karena dia merasa Amera yang biasa saja itu selalu bisa mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa bersusah payah seperti dirinya bahkan dalam hal asmara pun Melisa merasa Amera sangat beruntung sampai bisa membuat seorang Elvan Sander tergila gila dengannya dan bersedia menikahinya meski akhirnya batal dengan scandal yang menimpanya sekarang.


"Ummmmhhh",lenguhnya saat merasakan tangan Elvan sudah menelusup masuk kebalik gaun berleher rendah yang dipakainya saat itu lalu mulai mere*as dadanya dengan keras.


"Mel",desis Elvan dengan mulai menurunkan ciumannya keleher jenjang Melisa meski tidak berani meninggalkan jejak kepemilikannya diarea itu karena tidak ingin ada yang tau apa yang dilakukannya pada perempuan itu.


"Van",balas Melisa dengan sengaja menggerak gerakkan bagian bawah tubuhnya yang bersentuhan langsung dengan milik Elvan agar pria itu semakin tidak bisa menahan diri lagi.


"Jangan terus bergerak Mel kau akan membuat aku tidak bisa menahan diri nanti", jawabnya mulai semakin gelisah.


"Bukankah sekarang kau tidak perlu menahan diri lagi Van padaku karena hubunganmu sudah berakhir dengan Amera".


Melisa menekankan jari lentiknya kebibir tebal Elvan.


"Apa kau takut?Bukankah ini bukan pertama kalinya kita melakukannya dan sekarang aku sedang merindukanmu karena itu aku mencarimu hari ini".


"Maksudmu kau tidak masalah melakukannya sekarang begitu?Bukankah selama ini kau selalu khawatir akan ada orang tau kalau kita dekat".


"Itu.... karena saat itu kau masih menjadi kekasih Amera yang juga saingan ku jadi....".


Melisa belum sampai menyelesaikan ucapannya tiba tiba Elvan sudah mengangkat tubuh Sexy perempuan itu lalu meletakkannya keatas meja kerja yang sudah bersih karena semua barang yang ada diatasnya tadi sudah dilempar oleh Elvan saat kesal dan sekarang ternyata tempat itu bisa digunakannya untuk meletakkan tubuh Melisa.


Melisa sedikit tersentak dengan apa yang dilakukan Elvan tapi tidak menolak bahkan dia mulai mengimbangi apa yang dilakukan Elvan padanya dan tidak perduli meski mereka melakukannya diatas meja.


***

__ADS_1


Melisa merapikan penampilannya yang berantakan akibat permainan panas mereka barusan begitu juga Elvan.


"Mau kupesankan sesuatu?",tawar Elvan setelah mereka berdua sama-sama rapi kembali.


"Kurasa tidak karena sebentar lagi aku harus pergi",terang Melisa menolak tawaran pria itu.


"Pergi?",tanya Elvan dengan dahi berkerut.


"Aku ada pemotretan sore ini",terangnya dengan sengaja menyentuh dagu Elvan.


"Apa kau masih melakukan pekerjaan melelahkan itu Mel?",tanya Elvan dengan meraih tangan perempuan itu lalu membawanya kebibirnya untuk dikecup.


"Tentu saja Van karena aku bukan artis tenar seperti Amera dan aku juga tidak punya kekasih tajir yang mau menghidupiku seperti Amera jadi..".


"Jangan sebut namanya lagi mulai sekarang karena aku muak mendengarnya!",hardik Elvan kesal.


"Maaf Van aku hanya....".


"Sudah kukatakan aku akan menghancurkannya sampai dia mungkin tidak bisa lagi menjadi artis setelah penghianatan yang dilakukannya padaku".


"Maaf Van tapi aku rasa itu tidak terlalu berarti untuknya berbeda kalau aku yang mengalaminya".


"Dia sudah hancur Mel mulai sekarang tidak ada orang yang akan tau kalau dia pernah ada diindustri hiburan".


"Tapi bagaimana dengan proyek proyek yang menjadi tanggung jawabnya?".


"Bagaimana kalau kau yang menggantikan posisinya mulai sekarang apa kau mau?",tanya Elvan dengan menarik Melisa mendekat lagi lalu tanpa aba aba kembali melu*at bibir merah yang baru saja dipoles lipstik oleh perempuan itu dengan rakus dan baru melepaskannya setelah mereka berdua hampir kehabisan nafas.


"Van maksudmu?".


"Gantikan dia menjadi artis diAgency ini mulai sekarang",pinta Elvan lagi yang membuat Melisa tanpa sadar mengatupkan jemarinya lentiknya yang berhias kutek warna merah kebibirnya karena tidak percaya akan mendapatkan posisi Amera dengan begitu mudahnya.

__ADS_1


__ADS_2