Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
26.Kau Cemburu?


__ADS_3

Seketika Amera langsung mendorong tubuh Adam menjauh yang membuat Adam hanya tersenyum smrik melihat reaksi yang diberikan Amera karena perkataannya barusan.


"Bukannya kau bilang akan menunggu sampai aku siap dan terbiasa denganmu.Jadi jangan berani memaksaku! atau aku akan....",hardik Amera yang membuat Adam kali ini benar benar tertawa keras melihatnya membuat Amera benar benar kesal karenanya.


"Kalau aku tidak tau kau lebih tua dari ku aku pasti berpikir kau baru berusia 17 tahun sekarang", balas Adam dengan meletakkan kedua tangannya dipundak Amera dan sedikit menekannya sampai posisi mereka sejajar hingga Amera bisa melihat jelas wajah tampan Adam yang berekspresi jahil kearahnya.


"Berhenti meledekku Dam karena aku tidak suka",balasnya dengan wajah cemberut.


"Sejujurnya aku tidak ingin bercanda tapi....baiklah sebaiknya kita pergi sekarang sebelum aku benar benar tidak ingin pergi dari sini sekarang dan melakukan apa yang kukatakan barusan padamu karena meski kau menolak ku tapi bukan hal sulit bagiku untuk membuatmu bilang iya Mer....",jawab Adam dengan kembali menegakkan tubuhnya lalu meraih jemari Amera dan mengajak keluar dari Apartemen sebelum Amera menjawab ucapannya lagi.


***


"Kau bekerja diKafe ini?",tanya Amera saat Adam menghentikan mobil yang mereka naiki didepan Healthy Cafe.Salah satu Cafe yang sedang viral namanya akhir akhir ini karena menyajikan menu hidangan yang mengkhususkan menu sehat yang sangat digandrungi oleh kalangan urban yang butuh menu sehat dengan praktis.


"Iya.Apa kau keberatan?",tanya Adam dengan menatap kearah Amera yang langsung dijawab gelengan olehnya.


"Tentu saja tidak karena aku tau Cafe ini Cafe yang bagus dan kau harus bersyukur bisa menjadi karyawan disini Dam",terangnya jujur.


"Syukurlah kalau kau tidak keberatan aku bekerja disini",jawab Adam dengan tersenyum lembut pada Amera.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo ikut aku turun dan masuk kedalam", ajak Adam yang diangguki oleh Amera dengan menerima uluran tangan pria itu yang membantunya turun, tapi tiba tiba senyumnya memudar waktu tanpa sengaja dia melihat kearah area parkir Cafe.


Hanya berjarak beberapa mobil dari tempatnya sekarang Amera melihat Elvan sedang membantu Melisa turun dari mobil pria itu dengan senyum manis menghiasi wajah Melisa membuat suasana hati Amera yang melihatnya seketika langsung memburuk dan dia lupa kalau sekarang dihadapannya ada Adam yang sedang menatapnya dengan ekspresi langsung mengeras waktu tau bagaimana ekspresi Amera ketika menatap kearah Elvan.


"Apa kau sangat cemburu melihat mantan calon suamimu dekat dengan perempuan lain ?",tanya Adam dingin.


"Tentu saja.Tega sekali dia melakukan itu padahal baru beberapa hari yang lalu dia masih berusaha mendekatiku tapi sekarang lihatlah bagaimana dia menatap Melisa.Dasar menyebalkan!",gerutunya tanpa tau maksud pertanyaan Adam barusan yang sebenarnya tidak suka karena Amera menatap kearah Elvan tanpa berkedip dihadapannya.


"Bukankah kau juga sama seperti dirinya.Baru beberapa menit yang lalu kau bersikap manis padaku tapi tiba tiba langsung berubah begitu kau melihat pria brengsek itu bersama perempuan lain",balas Adam tak kalah kesal.


Mendengar apa yang dikatakan Adam seketika tatapan Amera beralih pada pria itu.


"Lalu.....Apa yang membedakannya?!",balas Adam semakin kesal dan tiba tiba saja berjalan pergi meninggalkan Amera yang masih berdiri disisi mobilnya dan terkejut melihat reaksi Adam yang menurutnya sangat kekanak-kanakan dengan marah hanya karena dia kesal saat melihat Elvan bersama Melisa yang bukan hanya saingannya tapi juga merupakan perempuan yang menjadi sebab gagalnya pernikahannya dengan Elvan karena apa yang disaksikannya malam itu hingga membuatnya membalasnya dengan tidak sengaja akhirnya tidur dengan Adam.


"Adam!",panggilnya cukup keras karena khawatir kalau dia lebih keras lagi memanggilnya maka Melisa dan Elvan yang baru berjalan pergi dari area parkir Cafe bisa mendengar suaranya yang tentu saja tidak diinginkannya karena melihat mereka ditempat yang sama saja baginya sudah sangat menyebalkan apa lagi sampai nanti mereka tau dia ada disana tentu saja itu bisa membuat Elvan dan Melisa berpikir kalau dia sedang menguntit mereka.


Bukannya menoleh meski mendengar panggilan Amera Adam malah sedikit mempercepat langkahnya dan berharap Amera segera mengikutinya agar dia tidak perlu benar benar berpapasan dengan pria brengsek itu, tapi sepertinya Amera tidak mengerti dan masih tetap berdiri ditempatnya semula sampai jarak mereka cukup jauh meski masih bisa terlihat oleh Adam karena bagaimanapun dia tidak berniat meninggalkan Amera sendiri ditempat parkir dengan kemungkinan bisa bertemu Elvan yang sangat tidak diinginkannya. Tapi niat Adam terlupakan waktu wakilnya tiba tiba keluar dari arah pintu samping Cafe dan menghampirinya dengan terburu buru.


"Bos ada nona Ariana Maxwel diruang kerja anda sekarang",ucapnya dengan mendekatkan wajahnya ketelinga Adam yang membuat ekspresi Adam menjadi berubah sangat dingin waktu mendengar apa yang dikatakan wakil nya yang membantunya mengelola Cafe kalau dia tidak ada.

__ADS_1


"Sejak kapan dia ada disini?", Tanya Adam dengan mempercepat langkahnya masuk kedalam Cafe dan meninggalkan Amera yang menjadi terpaku melihat apa yang dilakukan Adam saat itu.


"Sekitar 30 menit yang lalu dia sampai",terang wakilnya dengan mengikuti langkah Adam kedalam Cafe.


"Apa yang ditanyakannya pada mu?",tanya Adam dengan semakin mempercepat langkahnya supaya dia bisa segera sampai keruang kerjanya yang berada dilantai 2 Cafe.


"Tidak ada.Dia hanya bilang ingin bertemu dengan anda karena sudah lama tidak bertemu itu saja",terang wakilnya yang tentu saja Adam tidak percaya.


Tapi sebelum Adam membuka pintu ruang kerjanya tiba tiba dia ingat kalau Amera masih berada dibawah sendirian karena itu dia langsung menolah kearah wakilnya.


"Ada nona Amera Jasmin dibawah tolong kau jemput dia dan suruh dia menunggu aku ditempat yang nyaman nanti setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Ariana baru aku akan menemuinya",perintah Adam yang diangguki oleh David pria yang menjadi wakilnya itu.


Setelah David pergi baru Adam meraih gagang pintu ruang kantornya dan membuka pintu itu lalu berjalan masuk kedalam ruangan yang hanya berukuran sekitar 3 kali 4 meter itu dengan langkah gontai menghampiri perempuan cantik dengan penampilan modis yang sedang berdiri di hadapan jendela kaca besar ruang kerjanya.


"Ada apa kau datang menemuiku Riana?",tanya Adam dengan suara dingin yang membuat perempuan yang dipanggilnya itu langsung membalikkan tubuhnya yang semula membelakangi Adam.


"Kenapa tanggapanmu sedingin itu padaku setelah bertahun tahun tidak bertemu?",balasnya dengan berjalan mendekat kearah Adam yang sengaja berdiri sekitar dua meter dibelakang perempuan itu.


"Lalu sambutan macam apa yang kau inginkan dari putra terbuang Maxwel?!",balas Adam dengan nada sinis yang tidak ditutupinya dihadapan perempuan cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2