
"Geo ada diBar Xx malam ini",ucap Elvan ditelpon sore itu pada Melisa.
Mendengar hal itu Melisa langsung bersiap untuk menemui nya ditempat yang sudah disebutkan oleh Elvan padanya.
Untuk masalah bagaimana menggoda seorang pria kemapuan Melisa tidak perlu diragukan lagi karena itu dia berani mengajukan saran itu pada Elvan beberapa waktu yang lalu dan tentu saja dia melakukannya bukan seratus persen untuk Elvan atau Star Agency tempatnya bekerja sekarang yang juga merupakan milik Elvan.
Tapi dia melakukan ini lebih untuk keuntungannya sendiri.
Jujur saja dia sudah merasa lelah menjadi boneka Elvan selama ini yang dihargai kalau pria itu sedang membutuhkannya lalu kembali dihina dan dicampakkan kalau pria itu punya perempuan lain.
Sebagai seorang perempuan dan artis dia ingin dihargai sebagai dirinya bukan hanya dimanfaatkan,karena itu malam ini dia harus berhasil menjerat Geo Maxwell yang merupakan putra tertua Brian Maxwell untuk tertarik padanya agar dia bisa lepas dari jerat Elvan dan dunia entertainment yang sudah mulai membuatnya lelah.
"Geo Maxwell kau akan menjadi milikku malam ini dan seterusnya karena kau kartu pass ku untuk lepas dari si Elvan",gumam
Melisa dengan menatap penampilannya yang terlihat cantik dan menawan didepan cermin dengan perasaan puas sebelum akhirnya berjalan keluar dari Apartemen sederhana yang ditempatinya selama ini dengan menghela nafas keras saat masuk kedalam mobilnya yang tidak bisa dibilang sebagai mobil berkelas meski dia seorang artis yang wajahnya cukup sering muncul di layar kaca tapi dengan bayaran murah.
Malam ini dia tidak ingin meratapi lagi hidupnya dia hanya akan menggunakan perasaan tersiksa itu untuk menarik simpati Geo bukan untuk dirinya sendiri lagi.
***
Geo menyesap minumannya dengan berkali kali menghembuskan nafasnya.Lelah.... entah mengapa dia sekarang mulai merasa lelah menghadapi sikap Ariana yang terlalu penuh tuntutan padanya hingga tadi untuk pertama kalinya dia tidak mengangkat panggilan perempuan itu yang sempat beberapa kali menghubunginya saat dia pulang dari Dinas dan memilih pergi ke Bar untuk sekedar minum.
Bahkan dia juga sengaja tidak membalas pesan yang dikirim Ariana karena dia yakin pesan perempuan itu pasti berisi pertanyaan pertanyaan tidak penting seperti biasa untuknya karena perempuan itu sedang merasa bosan bermain diluar dan butuh seseorang yang memujanya dan Ariana tau Geo lah orang yang akan selalu melakukan hal itu untuknya selama ini tapi tidak untuk malam ini.
__ADS_1
Geo masih sibuk dengan lamunannya sendiri sampai mendengar suara seseorang yang bicara didekatnya.
"Apa kursi ini kosong?",tanya sebuah suara perempuan yang membuat Geo reflek menoleh kesumber suara.
"Oh...".
Seorang perempuan cantik dengan pakaian sexy menatap kearahnya dibalik mata bulat lebar nan menawan itu sementara bibirnya menyunggingkan senyum kearah Geo yang langsung terpesona pada sosok perempuan cantik itu sampai perempuan itu bertanya lagi padanya baru dia tersadar dari lamunannya.
"Maaf apa kursi ini masih kosong?",tanya perempuan itu lagi dengan suara lembut dan terdengar sexy ditelinga Geo yang langsung mengangguk untuk menjawab pertanyaan perempuan itu.
"Boleh aku duduk?",tanyanya yang kembali dijawab anggukan oleh Geo dengan tanpa memalingkan wajahnya dari perempuan itu.
"Kenalkan aku Melisa",ucap Melisa dengan mengulurkan tangannya pada Geo yang langsung disambut Geo dengan penuh antusias.
"Geo",balasnya dengan tersenyum ramah pada perempuan itu.
"Entahlah aku tidak tau apakah aku ini orang terkenal atau bukan",balasnya dengan sengaja mengedikkan bahu pada Melisa saat mengatakan jawabannya membuat Melisa tertawa mendengar itu.
Membuat suasana hati Geo yang semula kesal menjadi membaik.
"Mau kupesankan minuman?",tawar Geo mengambil inisiatif yang langsung diangguki oleh Melisa tanpa ragu sedikit pun membuat Geo merasa senang mendengarnya.
"Boleh",balas Melisa dengan tersenyum kearah Geo, lalu memanggil Bartender dan memesankan minuman untuk Melisa.
__ADS_1
"Aku ingin yang sedikit lebih berat malam ini",pinta Melisa yang diangguki oleh Geo dengan memesankan minuman yang sama seperti miliknya.
Tak lama mereka mulai terlibat obrolan yang akrab sambil saling menyesap minuman dari gelas masing masing.
"Jadi...kau artis?",tanya Geo dengan menelisik penampilan Melisa yang memang sangat menarik.
"Ya...tapi bukan artis besar.Bisa dibilang orang menyebutnya begitu tapi aku merasa diriku ini sebagai pekerja biasa yang harus bekerja kalau ingin bisa bertahan hidup",jawab Melisa dengan suara terdengar sinis ditelinga Geo.
Membuat Geo reflek menatap kearah Melisa Tapi tidak mengatakan apapun dan lebih memilih menyesap minuman digelasnya dengan berkutat pada pemikirannya sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan perempuan itu, karena kadang dia juga merasakan hal yang seperti dirasakan Melisa itu.
Mempunyai nama Maxwell tapi tidak pernah menjadi seorang Maxwell.Bekerja sekuat tenaga untuk bisa diakui semua orang tapi masih saja dipandang sebelah mata itu yang dirasakan selama ini.Bahkan dalam hal asmara dia juga merasa hanya seperti boneka bagi Ariana.Memikirkan itu tanpa sadar Geo mendengus kesal.
"Miris bukan",celetuk Melisa dengan menatap kearah Geo yang dibalas Geo dengan anggukan.
"Aku juga sering merasa seperti itu.Merasa berada ditempat yang bukan tempatku".
"Kau juga?Bagaimana bisa bukankah kau bilang kau adalah wakil CEO di perusahaan Maxwell".
"Itu benar tapi seperti yang kau bilang tadi itu hanya sebutan saja",jawab Geo dengan ekspresi sinis.
"Itu lah kehidupan. Mau ngobrol lebih banyak sambil minum sampai puas malam ini",tawar Melisa tiba tiba dengan menatap kearah Geo yang terlihat sedikit terkejut mendengar tawaran tiba tiba Melisa barusan membuat Melisa reflek merasa serba salah dan berusaha membetulkan ucapannya.
"E ..maksudku hanya minum bukan yang lain karena jujur saja malam ini aku sedang ingin minum sampai mabuk agar bisa melupakan perasaan tidak nyaman yang kurasakan sekarang",terangnya dengan wajah memerah yang belum pernah dialaminya sepanjang hidupnya meski ini bukan pertama kalinya dia merayu pria.Tapi sebenarnya tadi maksud ucapannya bukan untuk merayu atau lebih tepatnya dia melupakan niat nya untuk merayu Geo Maxwell sejak mulai mengobrol dengan pria ini karena dia merasa mereka berdua memiliki banyak kesamaan, jadi entah mengapa dia ingin terus mengobrol bersama pria ini dan melupakan apa yang dirasakannya selama ini untuk sesaat.
__ADS_1
Mendengar nada gugup dari suara Melisa tanpa sadar Geo tertawa bukan pura pura tertawa tapi benar benar tertawa lepas karena dia merasa Perempuan disampingnya ini lucu saat berusaha meralat ucapannya agar Geo tidak salah paham dengan maksudnya yang sebenarnya.
"Kenapa kau malah tertawa?Apa kau pikir ucapanku tadi lelucon?!",tanya Melisa merasa kesal yang dijawab gelengan oleh Geo" Bukan ucapanmu yang membuatku tertawa tapi ekspresimu saat mengatakannya kau benar benar terlihat imut tadi",jawab Geo yang membuat wajah Melisa kembali memerah karenanya.