Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
32. Aku Akan Perlahan.


__ADS_3

"Ada apa sayang?",tanya Adam bingung karena tiba tiba Amera berteriak dan sedikit beringsut menjauhinya.


"Jangan mendekat!",tolak Amera dengan menutupi wajahnya menggunakan telapak tangannya.


Mendengar apa yang dikatakan Amera reflek Adam terkejut.


"Kenapa?Apa yang salah Mer?!",tanyanya bingung dan tentu saja sedikit frustasi mendengar penolakan Amera.


"I...itu...".


Amera menunjuk Bagian tubuh Adam yang berdiri tegak dengan sebelah tangannya sementara sebelah tangannya yang lain masih digunakannya untuk menutupi wajahnya tapi tidak seluruhnya karena dia masih bisa melihat benda panjang dan berurat milik Adam itu dengan jelas.


Adam mengikuti arah telunjuk Amera dengan ekspresi bingung yang tidak ditutupinya.


"Ini?Apa yang salah dengan bagian ini Mer? Apa ini masih kurang?",tanya Adam terlihat kecewa karena Amera seperti tidak menyukai rudal miliknya.


Amera buru buru menggeleng.


"Bukan.Tapi itu terlalu besar dan panjang bagaimana kalau nanti tidak muat lalu milikku robek dan.....aku pingsan dan bagaimana bayinya nanti?",terang Amera dengan wajah frustasi karena sejujurnya dia juga ingin mengulang lagi apa yang sudah mereka lakukan malam itu tapi saat melihat ternyata milik Adam diluar ekspektasinya dia menjadi gugup dan takut.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Amera reflek Adam memalingkan wajahnya karena hampir saja tertawa keras dihadapan perempuan itu sementara ekspresi Amera benar benar terlihat cemas sekarang jadi dia tidak ingin merusak perasaan perempuan itu yang ketakutan karena hal yang sebenarnya tidak perlu itu sekarang.


Sementara sebelumnya mereka sudah pernah melakukannya dan Adam masih bisa mengingat jelas bagaimana miliknya saat memasuki milik Amera malam itu untuk pertama kalinya lalu kedua kalinya karena mereka melakukannya berkali kali sepanjang malam dan sekarang Adam tidak berniat menunda lagi untuk melakukannya meski harus sedikit lebih hati-hati karena ada bayi mungil didalam perut Amera, tapi dia yakin rasanya pasti akan sama seperti malam itu.


Adam mendekat kearah Amera dan membelai wajah perempuan itu dengan lembut.


"Aku akan pelan jadi jangan khawatir sayang".


"Tapi pasti tetap saja sakit bukan?",tanyanya masih belum yakin.


"Tidak kurasa,bukankah masa sakit itu sudah lewat disaat kita pertama kali melakukannya malam itu dan sekarang bukan yang pertama jadi pasti tidak sakit lagi".


"Tentu saja....",jawab Adam dengan menyesap kulit leher Amera mencoba untuk mulai memancing kembali gairah perempuan itu karena dia sudah mulai sulit menahan gairahnya yang sudah ditahannya sejak tadi hanya demi Amera merasa nyaman dengan sentuhannya terlebih dulu.


"Tapi....Dam..".


"Aku akan pelan. Rasakan dan nikmatilah semuanya karena rasanya tidak akan berbeda dengan apa yang kita rasakan malam itu Mer.Jadi...jangan menolakku sekarang",bujuk Adam dengan mulai menyusurkan kembali lidah dan bibirnya ke sepanjang kulit leher Amera dengan tujuan untuk membujuk dan membuainya hingga dia melupakan ketakutan dan kecemasan tidak berarti yang sekarang dirasakannya dan menggantinya dengan ekspresi menginginkan seperti yang dirasakan Adam sekarang.


Amera akui Adam benar benar sangat lihai membuatnya terbuai agar dia melupakan ketakutan dan kekhawatiran nya barusan pada sesuatu yang sebenarnya sudah pernah dirasakannya.Tapi malam itu dia tidak bisa melihat jelas seperti apa rudal milik Adam yang sudah membuatnya menggila karena mereka melakukannya dimobil miliknya dan dia saat itu dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


"Adam...!".


Amera sedikit terkejut saat Adam menyentuhkan tangannya kerudal miliknya yang terasa keras digenggamnya.


"Sentuhlah supaya kau tidak lagi merasa takut padanya",ucap Adam dengan menatap wajah Amera yang memerah karena malu tapi melakukan apa yang dimintanya bahkan dia juga tidak menolak saat Adam memintanya menggerakkan tangannya dibagian itu hingga membuat Adam mendesis karena apa yang Amera lakukan dengan telapak tangannya dibagian miliknya membuat pusaran gairahnya semakin naik.


"Ahkkk....Mer...",desisnya yang reflek membuat Amera semakin mempercepat gerakannya hingga Adam harus menyalurkannya dengan melu*at bibir Amera dengan rakus dan juga balik menyentuhi tubuh Amera yang berada dibawah kungkungannya sekarang.


"Dam...."desis Amera balik karena dia juga merasa gairahnya kembali bangkit dan rasanya sentuhan bibir dan lidah Adam tidak lagi cukup untuk memuaskannya.


Dia ingin lebih dari sekedar apa yang Adam lakukan sekarang.


Dia ingin Adam melakukan apa yang pria itu lakukan padanya sama seperti malam itu.


"Adam.....aku menginginkanmu....",mohonnya dengan ekspresi sayu diliputi gairah memuncak dan hanya penyatuan mereka yang bisa membuatnya benar benar bisa merasa puas sekarang.


Mendengar permintaan spontan yang diucapkan Amera Adam tidak ingin menunda lagi untuk menyatukan tubuh mereka secara utuh karena dia juga menginginkan hal yang sama bukan hanya sekarang tapi sudah sejak lama terutama sejak setelah malam itu dia merasa selalu hampir gila setiap kali berdekatan dengan Amera yang meski dekat tapi tidak bisa disentuhnya karena saat itu status Amera masih calon istri Elvan dan yang lebih membuat Adam kesal karena setelah malam panas mereka Amera menegaskan padanya kalau apa yang mereka lakukan saat itu adalah kesalahan yang harus dilupakan karena yang dicintainya hanya Elvan.Karena itu saat dia tau Amera gagal menikah dengan si Elvan karena mengandung anaknya dia merasa seperti mendapat sebuah jakpot yang tentu saja tidak akan pernah ingin disia siakannya.


Seperti sekarang setelah harus menahan diri agar tidak menyentuh Amera meski dia sudah berhasil meyakinkannya agar mau menikah dengannya tapi tentu saja Adam tetap tidak bisa memaksa Amera agar mau bercinta dengannya karena dia tidak ingin Amera merasa kalau dia mendekati perempuan itu yang frontal karena ketertarikan secara fisik semata.Dia ingin Amera merasa nyaman dan percaya padanya setelah apa yang sempat dialami nya dan saat mendengar Amera memintanya kini Adam yakin kalau Amera sekarang sudah benar benar menerimanya secara utuh dan tentu saja dia merasa senang karena akhirnya penantian gilanya berakhir.

__ADS_1


"Sayang aku akan masuk sekarang",bisik Adam ditelinga Amera dengan sengaja memberikan sentuhan menggoda disalah satu bagian sensitif perempuan itu sebelum dia benar benar menyatukan tubuh mereka agar Amera tidak berubah dengan berteriak didetik detik terakhir seperti tadi saat pertama kali melihatnya dalam kondisi polos meski sebenarnya tadi bukan pertama kalinya Amera melihatnya dalam kondisi seperti itu tapi karena malam itu dia dalam kondisi setengah sadar meski sebenarnya dia sudah pernah menyentuh milik Adam bahkan dia menyentuhnya sebelum Adam menyuruhnya dan langsung memuji kalau milik Adam sangat luar biasa malam itu lalu memainkannya tanpa ragu karena itu tadi Adam Kembali memintanya melakukan itu karena sentuhan tangan Amera dibagian itu membuatnya gila.


__ADS_2