
"Darl kau pulang?Kemana saja kau selama ini kenapa baru sekarang pulang?".
Stella langsung memberikan rentetan pertanyaan pada Brian begitu pria tua itu melangkah masuk kedalam rumah besar keluarga Maxwell yang sudah beberapa hari tidak diinjaknya.
"Ada masalah serius dikantor itu membuatku tidak bisa pulang akhir akhir ini ditambah lagi masalah orang gila yang tiba tiba menggangguku membuatku benar benar sangat sibuk karenanya",jawab Brian dengan berjalan masuk kedalam rumah.
"Orang gila?siapa maksudmu?",tanya Stella bingung dengan mengikuti Brian masuk kedalam kamar mereka.
"Pria tua yang mengaku ngaku sebagai mantan suamimu Stella.Untung saja dia sudah kami bereskan",jawab Brian dengan menoleh kearah Stella yang ekspresinya langsung berubah begitu Brian mengatakan hal itu.
"Ma..mantan suami?Siapa maksudmu Darling?",tanyanya dengan ekspresi terkejut dan gugup yang tidak lepas dari pengamatan Brian.
"Mark",jawab Brian sengaja mengatakan nama itu untuk melihat reaksi Stella setelah mendengarnya.
"Mark?Maksudmu Mark...".
"Ya...mantan suamimu yang meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan tiba tiba dia muncul dan membuat onar yang membuat beberapa orang dikantor jadi terluka padahal kau tau sekarang kantor sedang sangat sibuk karena ada pegawai yang ketahuan oleh Adam melakukan korupsi jadi perusahaan sedang melakukan pengusutan besar besaran agar masalah itu tuntas sampai keakarnya".
"Ada masalah seperti itu kenapa aku tidak tau?Maksudku bukankah aku merupakan salah satu pemegang saham disana kalau ada pegawai yang menggelapkan dana perusahaan seharusnya aku juga diberitahu dan orang yang mengaku ngaku sebagai Mark itu bisakah aku melihatnya",pinta Stella yang membuat Brian langsung mengerutkan keningnya mendengar itu.
"Untuk apa?",tanya Brian dengan nada tidak suka yang sengaja ditunjukannya dihadapan Stella membuat Stella kembali merasa gugup karenanya.
"Oh,I..itu Darl.Aku hanya penasaran kenapa sampai ada orang yang begitu berani mengaku sebagai Daddy Ariana padamu secara terang terangan seperti itu sebenarnya apa maksudnya sebenarnya?".
"Entahlah?Aku juga tidak tau karena sekarang toh orang itu sudah ditangkap dan dikurung oleh pihak berwajib",terang Brian lalu keluar dari kamar mereka meninggalkan Stella yang menjadi gelisah juga gugup tidak pasti mendengar semua kabar yang dikatakan Brian barusan.
Ingin menghubungi orang suruhannya dikantor pria itu dia khawatir kalau nanti Brian bisa mendengarnya jadi dengan terpaksa dia menunda niatnya itu sampai Brian kembali kekantor atau tidur nanti.
Untuk membuat Brian tidak curiga Stella bergegas turun kebawah mengikuti pria tua itu yang ternyata berada dimeja makan.
__ADS_1
"Kau belum makan malam Darl?",tanya Stella dengan duduk dihadapan pria itu.
"Belum,Aku sangat sibuk hari ini karena itu aku bahkan lupa untuk makan",terang Brian dengan mengambil makanan kepiringnya.
"Kau harus menjaga kesehatanmu Darl agar kau selalu sehat dan punya umur yang panjang.Aku masih ingin menghabiskan masa tua lebih lama bersamamu sayang",ucap Stella dengan menyentuh tangan Brian yang dibalas Brian dengan menepuk lembut tangan Stella yang berada diatas tangannya.
"Terimakasih untuk perhatianmu selama ini padaku Stella",ucapnya dengan suara lembut menatap Stella sendu yang tidak ingin ditutupinya dari perempuan yang ternyata sudah membuat hidupnya itu hancur selama ini.
"Aku seharusnya yang berterimakasih padamu karena kau sudah menyelamatkan hidupku dengan mencintaiku tanpa pamrih selama ini", balas Stella.
"Aku selalu tulus memberikan perasaanku pada mu Stella bahkan aku juga tulus menyayangi Ariana putrimu selama ini meski aku bukan Ayah yang baik bagi anak anak kita".
"Kenapa kau berkata begitu Darl?",tanya Stella sedikit bingung dengan sikap Brian hari ini yang terlihat aneh meski tetap manis dan lembut seperti biasanya.
"Hanya merasa lelah Stella dan sejujurnya aku berpikir untuk beristirahat dari perusahaan sebentar lagi".
"Anak anak semua sudah besar dan kurasa tidak lama lagi Adam dengan Geo bisa mengendalikan perusahaan tanpa bantuanku jadi aku ingin istirahat saja kurasa".
"Ka..kau berniat menyerahkan perusahaan pada Adam.Apa benar begitu?!",tanya Stella terkejut dan tentu saja tidak suka mendengarnya.
"Bukan begitu Stella.Aku juga akan memberikan Geo tanggung jawab kalau dia bisa bahkan Ariana juga boleh ikut bekerja membantu kemajuan perusahaan dan untuk masalah siapa yang akan menguasai perusahan biarkan saja mereka berkompetisi saling menunjukan kemampuannya".
"Tapi Darl,apa kau lupa dengan apa yang sudah Adam lakukan dulu dan berapa lama dia kembali keperusahaan?Kurasa kalau kau berniat memberikan perusahaan seutuhnya padanya aku khawatir...".
"Bukan hanya Adam pemilik saham diperusahaan itu jadi kau tidak perlu secemas itu dengannya".
"Kau bisa berkata begitu karena dia putramu bukan?".
Brian tidak menanggapi lagi kalimat terakhir Stella karena menurutnya itu tidak penting dan memilih menyendok makanan dipiringnya yang sebenarnya tidak membuatnya berselera begitupun pembicaraan mereka sekarang sebenarnya tidak penting tapi dia tidak berniat menangkap Stella sekarang melainkan berniat mengiring perempuan itu masuk kedalam jebakan yang sedang dipasangnya sekarang.
__ADS_1
Melihat Brian tidak lagi bicara Stella merasa sangat geram karena seolah Brian sengaja melakukan itu untuk membuatnya marah sekarang.
"Darl",panggil Stella yang membuat Brian menoleh.
"Boleh aku menemui pria yang mengaku mirip dengan mantan suamiku Mark itu?",tanyanya lagi dengan ekspresi penuh harap.
"Buat apa kau menemuinya?",balas Brian dengan meletakkan sendok kepiring sengaja dengan bersuara untuk membuat Stella berpikir kalau dia tidak suka dengan permintaan Stella itu yang sudah diucapkannya dia kali dalam waktu tidak lama.
"Kau marah?",tanya Stella hati hati yang dibalas gelengan oleh Brian.
"Aku hanya ingin tau tujuanmu berniat menemuinya itu saja",terang Brian dengan suara dingin.
"Darl ,aku ingin menemuinya karena aku merasa penasaran dengan orang yang sudah berani mengaku ngaku sebagai mantan suamiku itu".
"Benar hanya itu?Tidak ada maksud lain ?",tanya Brian dengan memasang wajah dingin dihadapan Stella agar perempuan itu berpikir dia tidak suka.
Stella mengangguk"Iya".
"Baiklah akan kuhubungi orang yang sudah menangkap pria itu dan memintanya untuk mengijinkan kita menemuinya besok".
"Kita?Maksudmu kau berniat ikut?",tanya Stella terkejut mendengar Brian berniat ikut pergi kekantor polisi menemui pria yang mungkin saja benar mantan suaminya dulu itu.
"Tentu saja kita.Aku tadi juga belum sempat bertemu langsung dengannya karena itu aku berniat memastikan sendiri identitas pria pembuat onar itu bersamamu besok".
Mendengar itu keringat dingin karena gugup mengalir di punggungnya meski saat itu udara tidak panas.
"Kurasa itu bukan Mark Darl, kenapa kau bersedia repot repot ingin menemuinya sementara kau tau sendiri bukan kalau sebenarnya Mark suamiku sudah meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan fatal itu".
"Itu benar tapi aku tetap saja penasaran dan aku rasa kau juga begitu karena itu kau sangat ingin menemuinya bukan Stella".
__ADS_1