
"Tuan Brian ada khabar terbaru dari orang yang mengawasi pria paruh baya itu",lapor pengawal Brian yang membuat Brian langsung menghentikan pekerjaannya yang sedang memeriksa laporan perusahaan.
"Apa itu katakanlah",perintah Brian tidak sabar.
"Pria itu sekarang bekerja diHealty Kafe".
"Healthy Kafe?Apa yang aneh tentang itu?",tanya Brian tidak mengerti karena menurutnya itu adalah hal biasa.
"Tapi itu adalah Cafe milik tuan muda Adam.Yang terpenting disini bukan hal itu tapi nona Amera sekarang yang menggantikan posisi tuan Adam disana jadi...".
Deg!
Dada Brian tiba tiba berdebar kencang mendengar hal itu sebuah firasat buruk langsung terlintas dalam benaknya meski belum pasti tapi perasaan yang sekarang dirasakannya ini dulu pernah dialaminya saat dia sebelum kehilangan mantan istrinya Eleora.
"Sudah berapa lama?",tanya Brian dengan wajah cemas yang tidak bisa ditutupinya pada pengawalnya itu.
"Sekitar 1 minggu",terang pengawal Brian.
"1 minggu?Lalu... Apa Adam tau hal ini?"tanya Brian yang digelengi oleh pengawal pria tua itu.
"Bukankah tuan Adam sekarang sedang sibuk diperusahaan bersama tuan Geo untuk menyelesaikan kasus penggelapan dana yang kemungkinan melibatkan nyonya Stella itu tuan".
"Oh.. kau benar.Lalu bagaimana dengan pengawal yang aku tugaskan mengawasi pria itu juga Amera apakah ada laporan mencurigakan dari mereka?".
"Sejauh ini belum ada tapi...".
Pengawal itu terdiam sejenak membuat Brian menatapnya dengan tajam seolah Khabar yang akan disampaikan oleh pengawalnya itu bukan berita baik.
"Katakan ada apa?",tanya Brian dengan perasaan semakin cemas tapi berusaha ditutupinya.
"Ada laporan dari orang yang kita perintahkan untuk menyelidiki masalalu pria itu mengatakan kalau kemungkinan mantan suami nyonya Stella sebenarnya selama ini ternyata belum meninggal".
Seketika Brian terhenyak syok mendengar hal itu.
"Apa benar seperti itu!".
Pengawalnya itu mengangguk"Itu dari Khabar yang kami dengar tuan".
__ADS_1
"Tapi...Aku melihat sendiri prosesi pemakamannya saat itu bagaimana mungkin bisa dia belum meninggal sementara pihak polisi yang menangani kecelakaan itu sudah memastikan kalau jenazah yang dikubur saat itu benar adalah jenazah suami Stella".
"Orang yang mengatakan itu belum mendapatkan bukti nyata tapi para gangster yang berhasil disuapnya mengatakan hal seperti itu".
"Benarkah?",Brian terdiam tampak sedang berpikir serius mengenai apa yang baru saja dikatakan oleh pengawalnya itu.
"Akan saya selidiki lagi kebenarannya tuan Brian dan baru melaporkannya lagi pada anda kalau..."
" Tidak perlu.Sekarang antar saja aku ke Healty Cafe untuk bertemu pria tua itu",ucap Brian lalu berdiri dari duduknya.
"Anda akan pergi kesana untuk menemuinya tuan?",pengawal pribadi itu heran dengan niat tiba tiba Brian yang ingin pergi keluar sementara sekarang kondisi kantor sedang sangat sibuk.
" Iya, aku harus memastikan sendiri apa yang kupikirkan tentang pria itu benar atau tidak".
"Maksud anda?".
"Aku mencurigainya kalau ternyata dia benar orang itu karena dia seolah datang untuk menyakiti orang orang yang ada di dekatku".
"Kalau begitu saya akan mengantar anda kesana",ucap Pengawal itu lalu mengikuti Brian keluar dari ruang kerjanya.
Sampai diHealty Cafe Brian langsung masuk seperti tamu biasa bahkan pengawalnya dilarang untuk ikut masuk agar tidak membuat orang curiga dengan kedatangannya dikafe itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?",tanya seorang pelayan pada Brian.
"Berikan aku menu terbaik disini",pintanya yang diangguki oleh pelayan itu dengan berlalu dari hadapan Brian.
Meski belum masuk waktu makan siang tapi suasana Cafe terlihat cukup ramai pengunjung tapi mencari seorang pria seusia dia dengan perawakan lebih besar dan kulit lebih gelap tentu tidak sulit diantara pegawai Cafe yang berlalu lalang di situ karena ternyata pria paruh baya itu bertugas sebagai pelayan yang membersihkan meja yang sudah selesai digunakan tamu untuk makan.
"Ini pesanan anda tuan"ucap pelayan Cafe tadi Dnegan meletakkan pesanan Brian dimeja.
"Bisa kau panggilkan pria tua yang tadi membantu membersihkan meja diCafe ini",pinta Brian pada pelayan itu.
"Siapa maksud anda tuan?".
"Pria bertubuh besar berusia sebaya denganku atau sedikit lebih muda kurasa".
"Oh Anderson maksud anda",ucap pelayan itu dengan wajah cerah karena ternyata tebakannya benar.
__ADS_1
"Iya, Jadi namanya sekarang Anderson atau itu memang dulu namanya hanya saja aku tidak terlalu memperhatikan", gumam Brian lebih kepada dirinya sendiri.
"Akan saya panggilkan,Tapi siapa anda tuan?",tanya pegawai Cafe itu menatap kearah Brian dengan perasaan heran karena penampilan Brian yang sangat rapi tapi berniat bertemu Anderson yang berpenampilan sebaliknya.
"Katakan teman lamanya ingin bertemu",terang Brian yang diangguki oleh pelayan itu.
Cukup lama Brian menunggu tapi orang yang dimaksud tidak juga keluar dari ruang dalam Cafe membuat Brian mulai hilang kesabaran lalu menghubungi pengawalnya yang ada diluar untuk memeriksa semua jalan keluar Cafe.Apakah pria itu kabur dari salah satu pintu disana atau tidak.
Beberapa saat menunggu tapi anak buahnya bilang kalau pria itu sama sekali belum keluar tapi juga tidak ada menemuimu membuat Brian merasa kalau pria itu sengaja melakukan ini karena tau Brian sudah mengenalinya dan tiba tiba sebuah perasaan buruk terlintas dibenaknya berkaitan dengan Amera.
Mengingat perempuan itu juga ada diKafe ini Brian lalu memanggil anak buahnya dan meminta mereka untuk masuk bersama dengannya kedalam.
Brian berjalan dengan langkah tergesa dan berpapasan dengan pelayan tadi yang nampak terkejut melihat Brian tiba tiba masuk kearea dapur.
"Tuan ada apa ini?",tanyanya bingung.
"Dimana pria yang kusuruh kau panggilan tadi!",bentak Brian yang langsung dijawab gelengan oleh pria muda itu.
"Katakan!",perintah Brian dengan sangat marah.
"Saya tidak tau dan anda tidak berhak memaksa saya tuan karena saya bisa melaporkan anda atas tuduhan...".
"Kau dipecat dan akan kulaporkan kau kepolisi karena sudah membuat menantuku dalam bahaya dengan melindungi orang jahat!",bentak Brian yang membuat pegawai itu syok mendengarnya.
"Tu..tuan tolong jangan pecat saya, saya sangat butuh pekerjaan ini",rengeknya memelas.
"Cari disemua tempat diCafe ini keberadaan Anderson dan hubungi pihak berwajib sekarang!",perintahnya tanpa menggubris ucapan pegawai Cafe tadi.
"Tuan saya bisa memberitahu anda dimana dia sekarang kalau anda tidak memecat saya",ucapnya lagi yang membuat Brian langsung menarik kerah baju pria itu dengan sangat marah.
"Katakan dimana dia!!!,bentaknya keras.
"Dia menuju lantai dua tempat ruang kerja nona Amera berada".
"Apa!!!".
Brian sangat terkejut mendengar hal itu lalu bergegas menyuruh anak buahnya yang ada disana untuk bergegas menuju lantai dua tempat Amera berada terlebih dulu karena dia tidak bisa cepat kesana diakibatkan faktor usianya yang cukup menghambat langkahnya.
__ADS_1