Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
78.Pergi Dari Ruanganku Ariana!


__ADS_3

"Jangan berteriak padaku Van!",balas Ariana dengan kesal pada Elvan yang baru saja berteriak padanya karena dia menolak melakukan pekerjaan yang harusnya dia lakukan sekarang.


"Kau melarangku berteriak?! Are you Crazy Ariana kau pikir menjadi artis itu hanya untuk main main begitu!".


"Memang benar begitu kau pikir berapa banyak uang yang dihasilkan dari menjadi artis diAgencimu ini Van?",ucapnya dengan menatap Elvan marah.


"Berapa?Apa lebih banyak dari uang sakumu?",sindir Elvan dengan sinis.


"Itu memang benar dan kau tidak perlu bersikap sok padaku karena ternyata kau tidak bisa membuatku menjadi sangat terkenal seperti siAmera itu!".


"Jadi.. kau mau seterkenal Amera?", tanya Elvan dengan sinis pada Ariana.


"Lebih dari dia kau pikir kalau tidak untuk itu buat apa aku mau menjanjikan saham ku untuk mu!",balas Ariana.


Elvan bangkit dari duduknya mendengar itu dia benar benar hampir saja tidak bisa menahan emosinya saat ini mendengar semua yang dikatakan Ariana padanya.Tapi sebagai seorang pengusaha dan pria tentu saja dia tidak ingin sampai melayangkan lagi tangannya yang akan bisa membuatnya terlibat scandal seperti saat dengan Amera waktu itu.


"Sebaiknya pergilah dari ruanganku sekarang Ariana",perintah Elvan dingin tanpa menatap kearah Ariana lagi.


Melihat sikap yang ditunjukan Elvan padanya Ariana semakin geram pada pria itu yang menurutnya terlalu bertingkah padanya.


"Baik aku akan pergi dari sini dan perlu kau tau kalau kau terus saja membuatku marah seperti ini aku bisa saja membatalkan kesepakatan kita yang berniat memberimu 2 persen sahamku",ancam Ariana kesal.


"Pergi...",perintah Elvan lagi dengan mengepalkan kedua tangannya karena menahan emosi pada Ariana yang membuatnya sangat marah sekarang.


"Baiklah aku pergi sekarang tidak perlu kau mengusirku lagi kau pikir kau itu sangat luar biasa Elvan karena pernah membantu membelaku didepan mamaku.Kau salah karena apa yang kau lakukan padaku saat itu bukan apa apa dibanding..".


"Pergi! Sebelum aku benar benar menyuruh petugas keamanan mengusirmu dengan kasar Ariana Maxwell!",teriak Elvan dengan mengepalkan tangannya semakin kuat sampai buku buku jarinya memutih. Ariana hanya tertawa sinis kearah Elvan.

__ADS_1


"Kau akan menyesali apa yang kulakukan hari ini padaku Van.Karena aku bukan tipe perempuan pemaaf seperti perempuan lain yang selama ini dekat denganmu".


Mendengar itu Elvan lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekat kearah Ariana lalu mencondongkan tubuhnya tepat dihadapan perempuan itu.


"Aku tidak akan pernah menyesali apa yang sudah aku lakukan kecuali satu hal Ariana dan itu adalah pernah menganggapmu sebagai perempuan menarik tapi ternyata aku keliru.Kau...tidak berharga lagi dimataku, pergi dari hadapanku sekarang sebelum aku menghancurkanmu dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku Ariana",usir Elvan dengan mengibaskan tangannya menyuruh Ariana pergi dari kantornya saat itu juga.


"Pria brengsek!",maki Ariana lalu berjalan keluar dari kantor Elvan dengan langkah anggun.Saat dilobi dia berpapasan dengan Melisa yang berniat naik keatas menuju kantor Elvan lagi.


Ariana semakin memasang wajah angkuhnya pada perempuan itu yang dibalas Melisa dengan ekspresi sinis.


"Murahan",celetuk Melisa saat berselisihan dengan Ariana yang reflek langsung mencekal lengan Melisa kuat.


"Beraninya kau mengatakan aku murahan kau pikir siapa dirimu brengsek!",bentak Ariana menatap Melisa tajam.


"Lepas Ariana kau benar benar masih seperti anak kecil yang suka sekali menyelesaikan sesuatu dengan kekerasan",balas Melisa tanpa berniat membalas apa yang dilakukan Ariana padanya saat itu.


"Dasar orang orang menyebalkan",maki Ariana lagi lalu melepaskan cekalannya ditangan Melisa dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi kebelakang.


***


Brak!!!


Elvan melempar semua yang ada diatas mejanya dengan sangat marah setelah Ariana pergi dari ruangannya dan memaki keras yang ditujukan pada Ariana.


"Van ada apa ini?",tanya Melisa saat melangkah masuk kedalam ruang kerja pria itu dan melihat semuanya berantakan.


"Perempuan brengsek itu berani sekali dia mengancamku hanya karena dia seorang Maxwell",gerutu Elvan marah dengan menoleh kearah Melisa yang berjalan mendekat kearahnya lalu memeluk tubuh pria itu.

__ADS_1


"Sudah kubilang dia itu hanya berniat memanfaatkanmu saja tapi kau tidak mau mendengarkan ku dan lebih memilih perduli padanya Van".


Elvan melepaskan pelukan Melisa lalu berjalan menuju kursi kerjanya yang diikuti Melisa dengan berdiri tepat disamping kursi pria itu.


"Bukannya aku tidak mendengarkan apa yang kau peringatkan Mel tapi kau tau bukan apa yang dia imingkan padaku,saham di perusahaan Maxwel .Mungkin tidak banyak persennya tapi itu bukan jumlah yang sedikit dan tidak mudah untuk bisa memilikinya karena itu aku setuju membantunya meski aku tau itu sangat beresiko sekali karena sifat Ariana yang sombong dan angkuh itu".


"Maaf aku tidak bisa memberikan padamu seperti apa yang dimilikinya Van tapi tidak bisakah sekali saja kau melihat ketulusanku selain hal yang bersifat materi",ucap Melisa dengan wajah muram.


Melihat wajah Melisa berubah muram Elvan segera menyentuh tangan perempuan itu yang memang sudah banyak membantunya untuk membuat nya bisa memiliki Star Agenci selama ini tapi semua itu bukan dalam bentuk kucuran dana dan meski Elvan juga menghargainya tapi semua tetap saja berbeda dengan apa yang Ariana tawarkan padanya agar dia diterima masuk menjadi artis di Agencinya.


"Aku menghargai bantuanmu selama ini Melisa tapi tentu saja itu tetap berbeda jadi..".


"Aku akan melakukan apapun untukmu Van asal kau bisa mengakui keberadaanku termasuk mencari investor untuk Agenci ini bagaimana?",tawar Melisa yang membuat Elvan terdiam.


"Siapa yang akan kau rayu Melisa?",tanya Elvan dengan suara lirih.


"Bagaimana kalau Brian Maxwell?",ucapnya yang membuat Elvan Hampir saja terjatuh dari kursi kerjanya mendengar apa yang dikatakan Melisa.


"Kau..kau sudah gila Melisa! Bagaimana mungkin kau bisa berpikir untuk merayu siBrian Maxwell demi aku.Kau tau siapa dia bukan dan bagaimana berita tentangnya yang sangat mencintai istrinya Stella Maxwell.Atau jangan jangan kau melakukan ini karena kau berniat membalas Ariana".


Melisa mengedikkan bahunya"Kenapa harus memancing ikan teri kalau kita bisa mendapatkan ikan kakap disungai itu.Sementara kita pemancing profesional",jawab Melisa yang langsung membuat Elvan terdiam dan tentu saja itu jauh dari pemikirannya.


"Van kau hanya perlu bilang setuju dan mencarikan aku kesempatannya biar aku yang melakukan sisanya".


"Tunggu....tunggu Mel. Aku rasa kalau merayu Brian Maxwel itu terlalu berlebihan dan resikonya juga sangat besar untuk kita semua nantinya kalau gagal".


"Lalu kau menyarankan siapa?".

__ADS_1


Elvan tempak berpikir lalu dia ingat dengan orang yang kira kira bisa dengan mudah dirayu oleh Melisa dalam keluarga Maxwell.


"Bagaimana dengan Geo?Bukankah dia juga anggota keluarga Maxwel dan aku dengar sekarang dia adalah wakil CEO jadi bisa dibilang dia orang kedua diperusahaan Maxwel",saran Elvan yang langsung diangguki oleh Melisa karena dia merasa pria bernama Geo itu akan lebih mudah ditundukannya dibanding Brian Maxwell sendiri.


__ADS_2