Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
29.Kucing Liar Yang Menggemaskan


__ADS_3

Adam langsung menoleh lagi kearah Amera begitu mendengar apa yang dikatakan perempuan itu.


"KeHotel?Tapi....kenapa?".


"Karena sepertinya aku butuh waktu untuk berpikir terutama mengenai hubungan kita ini Dam".


"Wait..Amera... tunggu.Jadi apa kau berpikir aku sudah mencoba menyembunyikan sesuatu darimu lagi karena aku melarangmu bicara berdua dengan Ariana tadi?".


"Sudah kukatakan aku tidak mau membahas lagi masalah kau dan perempuan yang mengaku sebagai saudara tirimu itu jadi antarkan saja aku kehotel sekarang!",pinta Amera keras.


"Baiklah ayo kita keHotel",jawab Adam lalu melajukan mobilnya meninggalkan area parkir kafenya karena Sepertinya mereka butuh tempat pribadi untuk bicara sekarang.


Sementara itu Ariana yang melihat bagaimana sikap posesif Adam pada Amera merasa sangat marah dan tentu saja cemburu karena tidak menyangka akan melihat hal itu dikedatangannya menemui Adam pria yang masih sangat dicintainya. Selain itu juga satu satunya pria yang bisa membuatnya benar benar menjadi seorang Maxwel sebenarnya karena meski ada Gio Maxwell putra pertama keluarga itu tapi dia hanya seorang anak angkat jadi tentu saja statusnya akan beda dengan Adam yang benar benar putra Brian Maxwell ayah tirinya yang merupakan salah satu pengusaha terkenal dan pria terkaya dinegara itu karena itu ibunya yang dulu seorang perawat untuk istri Brian Maxwell yaitu ibu Adam saat sakit nekad menjebak Brian Maxwell dengan bujuk rayunya supaya dia bisa menikah dengan pria kaya raya itu menggantikan posisi istrinya meski saat itu Ariana sudah berhasil menjadi kekasih Adam tapi menurut ibunya perasaan Adam padanya tidak cukup untuk membuat mereka berdua terlepas dari kehidupan menderita karena ulah ayah Ariana yang seorang penjudi dan pemabuk hingga kehidupan mereka bertiga selalu kekurangan dan ibunya harus bekerja banting tulang untuk melunasi hutang hutang peninggalan ayahnya yang meninggal karena kecelakaan.


"Apa kau kenal dengan mereka berdua?".


Ariana reflek menoleh kesumber suara yang bicara dengannya.


"Siapa kau?!",tanyanya dengan ekspresi sedikit cemas kalau pria yang berbicara dengannya itu orang jahat karena sekarang dia sedang berada ditempat parkir yang sepi.


"Hey jangan takut.Aku bukan orang jahat bahkan aku adalah orang yang bisa membantumu kalau kau juga bisa membantuku",ucap Elvan dengan mencoba mengulurkan tangannya meminta berjabatan dengan Ariana gadis cantik yang sudah menarik perhatiannya sejak dia melihatnya berjalan keluar Kafe tadi,saat dia bermaksud menerima telpon penting yang tidak ingin didengar oleh Melisa yang datang ketempat ini bersamanya.


Ariana tidak membalas uluran tangan Elvan bahkan dia bermaksud pergi meninggalkan pria itu karena takut pria itu adalah salah satu pria me*um.


"Aku tau banyak tentang perempuan yang bersama pemuda itu karena kami pernah sangat dekat! ",ucapnya karena melihat Ariana tidak percaya dengannya.

__ADS_1


"Tapi aku tidak ingin tau karena itu bukan urusanku!",tolak Ariana.


"Sepertinya kau punya hubungan istimewa dengan pemuda itu dan ingin mereka berpisah.Kalau kau mau aku bisa membantumu melakukannya".


Mendengar pria yang tidak dikenalnya itu terus bicara dengannya dan seolah tau apa yang diinginkannya membuat Ariana menjadi kesal lalu menoleh lagi berniat untuk sedikit mengancam pria itu agar berhenti mencoba mendekatinya.


"Sudah kukatakan itu bukan urusanmu karena aku tidak suka ada pria tidak dikenal yang bersikap sok akrab denganku".


"Well....menarik sekali kalau begitu biar aku memperkenalkan diriku dulu supaya kau tidak lagi berpikir aku pria me*um aneh".


Lalu Elvan kembali mengulurkan tangannya dan tidak perduli kalau gadis cantik itu tidak menyambutnya lagi seperti tadi.


"Kenalkan aku Elvan Sander CEO dari perusahaan Sander dan juga pemilik saham terbanyak di Star Agency".


Elvan bisa melihat kalau tatapan Ariana padanya mulai berubah meski gadis cantik itu belum mau menerima uluran tangannya dan untuk membuat Ariana percaya dengan apa yang dikatakannya Elvan sengaja mengeluarkan kartu nama miliknya dihadapan gadis itu.


"Ini kartu namaku silahkan kau cek kebenarannya kalau kau pikir aku berbohong padamu tentang siapa aku".


Kali ini Ariana menerima kartu nama yang diulurkan oleh Elvan.


"Kuharap ini bukan kartu nama palsu yang kau gunakan hanya untuk menjerat para gadis yang kau inginkan saja",balas Ariana dengan mengacungkan kartu nama Elvan dihadapan pria itu.


"Cek saja kalau kau tidak percaya dengan kebenarannya aku tidak keberatan",balas Elvan tanpa merasa takut.


"Aku tidak akan memeriksanya sekarang tapi aku akan menerima ini",jawab Ariana dengan berjalan pergi meninggalkan pria itu tapi sebelum Ariana menjauh dia mendengar Elvan Kembali bicara padanya.

__ADS_1


"Sebutkan siapa namamu agar malam ini aku bisa tidur dengan tenang!",pintanya yang tanpa sadar membuat Ariana tersenyum smrik mendengarnya.


"Untuk apa namaku?Apa kau berniat melakukan hal me*um dengan menyebut namaku malam ini?!",balas Ariana.


"Kalau kau tidak keberatan, karena aku tidak ingin menutupi kalau aku tertarik padamu".


"Dasar brengsek!Tapi baiklah aku tidak akan membuatmu menghayalkan wajahku tanpa tau namaku.Ingat baik baik aku Ariana Maxwell,semoga lain waktu kita bisa bertemu lagi Elvan.....",balas Ariana dengan sengaja menekankan suaranya hingga terdengar sexy saat menyebutkan nama Elvan yang membuat Elvan tersenyum smrik mendengarnya.


"Kurasa aku akan melakukan hal me*um malam ini dengan membayangkan wajah cantikmu Ariana...",balas Elvan dengan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Ariana barusan hingga membuat Ariana tersenyum lalu masuk kedalam mobilnya dan langsung menghidupkannya setelah itu pergi meninggalkan Elvan yang masih berdiri ditempatnya menatap mobil Ariana pergi dari sana.


"Dasar kucing liar.Aku yakin aku akan bisa menaklukanmu tidak lama lagi dan tentu saja aku tidak sabar menantikan saat itu",gumam Elvan.


"Van ternyata kau disini!",tegur Melisa dengan nada setengah kesal karena pria itu meninggalkannya cukup lama didalam Cafe sendirian.


"Sorry Mel.Aku harus menerima telpon penting tadi karena itu aku keluar".


"Telpon dari siapa?!",tanya Melisa berusaha ingin tau tapi dijawab gelengan oleh Elvan.


"Aku tidak ingin mengatakannya karena ini tidak ada kaitannya dengan mu".


Ekspresi Melisa langsung berubah muram mendengarnya.


"Apa aku tidak cukup penting bagimu untuk bisa mendengar masalah pribadi mu Van".


"Come on Mel jangan merusak suasana malam ini dengan pertanyaan tidak penting seperti itu karena malam ini aku berniat menghabiskan sepanjang malam untuk bersamamu bagaimana apa kau mau",bujuk Elvan dengan menarik tubuh Melisa kedalam pelukannya lalu langsung menyambar bibir merah perempuan itu dengan rakus untuk meredakan kekesalan perempuan teman bersenang senang nya itu.

__ADS_1


__ADS_2