
"Kau baik baik saja Mer?",tanya Veronica saat mereka berdua sudah didalam mobil setelah keluar dari kantor Agenci.
"Tentu saja tidak Ver.Bagaimana aku baik baik saja kalau pihak mereka menuntutku sebesar itu",jawab Amera dengan menekan pelipisnya yang terasa sakit memikirkan jumlah nominal yang dituntutkan pihak Agency tadi padanya disurat tuntutan.
"Jadi kau akan memperkarakan ini dipengadilan?".
Amera menggeleng.
"Meski ingin tapi sepertinya tidak karena aku tidak ingin menghabiskan energi ku untuk masalah ini".
"Tapi kalau tidak,kau harus membayar biaya penalti yang sangat besar Mer.Bagaimana kau akan mengatasinya?".
"Itu memang bukan jumlah yang kecil Ver tapi aku ingin hidup tenang dengan tidak punya hubungan lagi dengan pihak mereka.Apalagi ternyata Elvan sekarang menjadi kepala Agenci ditempat itu.Jadi aku berpikir sebaiknya secepatnya kuselesaikan masalah ini ".
"Apa kau yakin kalau kau mengalah dengan membayar biaya penalti si Elvan akan melepaskanmu begitu saja.Aku rasa itu tidak mungkin dilihat dari sikapnya tadi padamu sepertinya dia sengaja melakukannya karena dendam bukan murni urusan bisnis Mer".
"Aku tidak perduli Ver karena aku tidak ingin melihat wajah pria itu lagi setelah hari ini".
"Jadi ...".
"Jual Apartemenku gunakan itu untuk membayar biaya pengacara dan penalti yang mereka minta".
"Tapi kalau begitu dana yang kau miliki akan sangat minim dan kau tidak bisa lagi kalau ingin membeli Apartemen sederhana atau menyewa Apartemen bagus sebagai tempat tinggal mu nanti".
Amera menghela nafas keras mengingat hal itu dan membenarkan apa yang dikatakan Veronica tapi kalau dia ingin memperkarakan masalah ini memerlukan banyak waktu dan tenaganya untuk pergi ke pengadilan dan lain sebagainya nanti.Memikirkan hal itu Amera merasa sedikit bingung sekarang tapi seperti mengalami jalan buntu.
"Bagaimana kalau aku jual mobil yang biasa aku pakai ini juga mungkin uang yang kudapat akan cukup untuk biaya hidupku sementara aku belum mendapat pekerjaan Ver".
"Lalu bagaimana kau akan pergi kemana mana?".
"Aku bisa menggantinya dengan yang lebih sederhana Ver".
__ADS_1
"Kalau para wartawan tau mereka pasti akan kembali memburu beritamu Mer.Dan kau tau aku rasa itu yang diinginkan Elvan darimu. Melihatmu bangkrut lalu dia akan berusaha bersikap baik padamu lagi didepan semua orang agar semua orang terus beranggapan kalau dia benar benar punya perasaan tulus padamu ".
Amera menghela nafas mendengar apa yang dikatakan Veronica dan saat memikirkannya kepalanya menjadi sakit karena rasanya tanpa bisa dicegah siElvan Sander sudah memasang jebakan iblis padanya.
"Lalu aku harus bagaimana Ver prioritas utamaku sekarang adalah menyelesaikan masalah dengan Agenci dan berharap dalam waktu dekat segera mendapatkan job lagi".
"Baiklah semoga saja itu bisa kita lakukan Mer dan sekarang sebaiknya kita selesaikan masalah yang ada didepan mata dulu lalu setelah itu baru kita lakukan yang lain karena kondisimu juga tidak memungkinkan untuk terlalu banyak berpikir sekarang".
"Sudah kukatakan jangan khawatir tentang kehamilanku ini Ver karena ini tidak menjadi beban sama sekali bagiku".
"Ya aku tau tapi tetap saja aku khawatir Mer karena kau hamil dalam kondisi tidak tau siapa ayah anakmu".
Seketika Amera terbatuk mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Veronica karena dia memang belum mengatakan pada perempuan yang menjadi manajernya itu kalau ayah anaknya sebenarnya adalah Adam pria muda yang menjadi supir pribadinya sekarang.
"Ada apa Mer?Apa kau baik baik saja?",tanya Veronica khawatir.
Amera menggeleng.
"Oh aku pikir, kau kenapa napa'".
Amera lagi lagi menggeleng.
Veronica melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang padat bermaksud membawa Amera kembali ke apartemen Adam tapi sebelum mereka menuju kearah Apartemen pria itu Amera langsung meminta Veronica mengganti arah.
"Bawa aku ke apartemenku hari ini",pintanya tiba tiba yang membuat Veronica sedikit terkejut.
"Kenapa?Apa kau merasa tidak nyaman tinggal diApartemen Adam Mer?",tanyanya penasaran.
"Bukan begitu aku hanya ingin pulang kerumahku untuk sekarang".
"Oh baiklah,aku mengerti apa yang kau rasakan Mer".
__ADS_1
Lalu Veronica melajukan mobilnya menuju Apartemen Amera sendiri dan setelah sampai dibangunan gedung itu Amera meminta Veronica untuk pergi meninggalkannya.
"Apa kau akan baik baik saja disana sendiri Mer bagaimana kalau ada paparazi yang mengikuti mu?".
Amera hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Veronica.
"Tidak akan ada Ver buktinya sekarang kondisi sekitar Apartemen tempat tinggalku sudah sepi jadi tenang lah aku hanya ingin menghabiskan waktu disini sebelum tempat ini menjadi milik orang lain".
"Baiklah kalau begitu aku pergi hubungi aku atau Adam kalau kau mendengar hal yang mencurigakan saat didalam Apartemen nanti".
"Iya kau tenang saja aku bukan baru sehari dua hari menempati tempat ini jadi tenang saja".
Setelah mengatakan itu Amera berjalan masuk kedalam Apartemennya meninggalkan Veronica yang belum beranjak dari tempatnya karena masih merasa cemas dengan kondisi keselamatan Amera akibat perseteruannya dengan Elvan yang Veronica yakini akan berbuntut nantinya karena seperti yang diketahuinya kalau Elvan bukan orang yang mudah dihadapi meski nanti Amera sudah membayar biaya penalti.
Tidak ingin terus menerus merasa cemas dengan Amera sementara dia harus menyelesaikan urusan sebagai manajer perempuan itu Veronica lalu menghubungi Adam orang yang dipercayanya dibandingkan siapapun untuk berada didekat Amera sekarang.
"Tut ..Tut...Tut ...".
Panggilan pertama tidak tersambung lalu Veronica mencobanya lagi dan setelah beberapa kali panggilan barulah Adam menjawab panggilannya dengan suara yang terdengar terburu buru.
"Ya kak Vero ada apa Kaka menghubungiku?".
"Adam apa kau masih repot dengan urusanmu sekarang?",tanya Veronica.
"E..hampir selesai ada apa?Apa urusan nona Amera belum selesai atau....".
"Tidak kami sudah kembali beberapa menit yang lalu meski kondisi Amera kurang baik sekarang".
"Ada apa dengan Amera?",tanya Adam tidak bisa menutupi nada cemas disuaranya sampai dia tidak memanggil Amera dengan sebutan nona seperti biasanya dihadapan Veronica yang membuat Veronica sedikit heran tapi tidak berusaha memikirkannya karena dipikirannya bisa saja Adam salah menyebut karena terburu buru.
"Dia....dan Elvan....".
__ADS_1
Veronica tampak ragu ragu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Amera dan Elvan tadi dikantor pada pria muda itu karena meski dia percaya dengan Adam tapi posisi Adam hanya sebagai supir pribadi Amera selama ini jadi dia khawatir kalau dia terlalu membuka masalah Amera pada pria muda itu nanti Veronica takut Adam berpikir kalau posisi dirinya sangat penting dihati Amera sementara itu tidak boleh terjadi agar tidak timbul scandal lain lagi saat ini,itu pikiran yang terbersit diotak Veronica sekarang tanpa dia tau kalau awal scandal sebenarnya berasal dari pria muda yang sekarang sedang ditelponnya itu.