
Wajah Stella yang sudah pucat menjadi semakin pucat Mendengar apa yang dikatakan dua orang itu barusan tentang apa yang akan mereka lakukan padanya.
Dijual kepasar gelap untuk menjadi budak?Itu lebih buruk dari pada kematian. Belum lagi perkataannya tadi pada Brian yang sepertinya sengaja direkam oleh Pria itu entah untuk apa yang pasti Stella yakini bukan untuk sesuatu yang baik dilihat dari apa yang dilakukan pria itu padanya sekarang.
Stella merasa hidupnya benar benar sudah hancur dan Brian pria tua itu hanya menatapnya dengan dingin dari sudut tidak jauh dari tempat orang orang yang sedang bicara tentang apa yang akan mereka lakukan padanya nanti setelah sampai di pasar gelap tempat yang lebih mengerikan dari neraka.
"Brengsek, Keparat Sialan,harusnya aku sadar dari kemarin kalau Brian memang punya rencana tidak biasa padaku, makinya dalam hati dengan penuh kebencian pada Brian yang ternyata berniat melakukan hal sekeji itu padanya.
Pikiran Stella kalut takut khawatir cemas semuanya terkumpul jadi satu disaat itu, kalau sampai benar benar dijual untuk menjadi budak nantinya oleh Brian pada kedua pria berkulit gelap dan wajah menyeramkan itu.
Dalam keadaan itu tidak terdengar lagi apa yang orang orang itu katakan meski mereka bicara sangat riuh disampingnya karena perasaan ketakutan semakin kuat mencengkram nya sampai tanpa sadar dia menggigit bibirnya sendiri dengan kuat sampai berdarah banyak membuat salah satu pria hitam berpostur besar yang paling dekat dengannya langsung menghardiknya keras.
"Hey!Kau gila!Kau berniat bunuh diri dengan cara seperti itu!Jangan harap bisa.Urungkan niatmu kalau kau tidak ingin lebih kami siksa nanti!",bentaknya dengan keras.
Stella menatap pria itu dengan tatapan nyalang. Benci muak jijik semua perasaan tidak suka berkumpul jadi satu pada pria mengerikan yang berani mengancamnya itu dan saat dia merasakan semua nya sudah dipuncak antara ketakutan dan putus asa tiba tiba matanya tertuju pada pistol yang ada di pinggang pria yang sedang membungkuk kearahnya itu dan tanpa disadari oleh yang empunya karena sibuk marah padanya. Stella langsung meraih pistol itu dan ekspresinya yang semula putus asa langsung berubah berubah cerah karena berpikir harapannya untuk hidup dan kabur dari sana akan tercapai.
"Kau!".
Pria itu sangat terkejut saat tau kalau Stella telah merampas pistol miliknya tapi
sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya tiba tiba Stella langsung menarik pelatuk pistol itu dan meledakkannya tepat diperut buncit pria itu.
__ADS_1
Dor!!
Semua orang yang ada disana langsung menoleh kearahnya disertai dengan ambruknya pria besar yang ada didekatnya tadi ketanah berbatu dengan darah mengalir dari luka tembakan itu.
"Keparat!".
Teman sipria langsung memaki keras dan berniat meringkus Stella tapi sebelum dia berhasil mendekat kembali Stella menembakkan pistol itu kearah sipria itu yang langsung membuatnya jatuh tersungkur Karena hanya bagian pahanya saja yang tertembus peluru dari pistol ditangan Stella berbeda dengan pria yang pertama tadi.
Semua orang sangat terkejut tidak terkecuali Brian yang berdiri tidak jauh dari mereka semua.Bebrapa anak buah Brian langsung berusaha meringkus Stella tapi sebelum mereka berhasil Stella yang sudah menggila tertawa dengan keras m lihat keributan yang terjadi karenanya itu sebelum kembali menembakkan pistol itu yang kini diarahkannya langsung ke Brian yang terkejut melihat moncong pistol Stella.
"Tuan Brian!!".
Salah satu pengawal Brian berniat melindungi Brian dengan membidikkan pistol miliknya kearah Stella tapi meski dia berhasil mengarahkan pistol itu mengenai tubuh Stella peluru yang tadi diletuskan Stella juga sudah berhasil mengenai Brian tepatnya mengenai jantung pria tua Itu membuat semua anak buah Brian terkejut dan kalut melihat tuan mereka jatuh ketanah dengan bersimbah darah.
Stella yang terkena tembakan dibagian perutnya oleh anak buah Brian masih sadar dan berniat mengarahkan lagi sisa peluru dipistolnya dengan sisa tenaga yang dimiliki pada siapa saja yang bisa ditembaknya tapi sebelum dia bisa melakukan itu lagi pria hitam yang akan membelinya tadi sudah lebih dulu menembaknya dan kali ini tepat mengenai dada perempuan itu hingga membuat Stella tidak bisa lagi bergerak meski masih sadar.
Melihat hal itu Anderson yang semula tertawa senang tiba tiba panik ketakutan dan berusaha mendekat kearah Stella yang sudah tidak berdaya meski masih hidup.
"Stella!!!Stella!!! jangan mati!!!Jangan tinggalkan aku!!!Ayo bangun dan habisi mereka seperti tadi!".
Tapi belum sampai Anderson ketempat Stella terkapar salah satu anak buah Brian sudah lebih dulu menangkapnya dan menyeretnya menjauh dari tubuh Stella yang juga diseret oleh anak buah Brian yang lain dibawa masuk lagi kedalam menara tadi.
__ADS_1
Sementara Brian yang terluka langsung dibawa naik kedalam mobil oleh supir pribadi pria itu dan dua orang anak buahnya dengan niat membawa pria itu kerumah sakit terdekat agar segera mendapat pertolongan karena kondisi Brian sudah parah.
"Kalian bereskan kekacauan disini biar kami yang membawa tuan Brian kerumah sakit",perintah Supir pribadi Brian yang diangguki oleh anak buah Brian yang lain.
"Hubungi Heli agar tuan Brian bisa segera dibawa kerumah sakit untuk diselamatkan!".
Mendengar perintah itu salah satu anak buahnya lalu segera melakukannya.Semua menjadi kacau dan diluar kendali mereka yang tidak menyangka kalau ternyata Stella yang terlihat sudah tidak bisa berkutik tiba tiba bisa melakukan hal itu.
***
Ditempat lain**
Drettt... Drettt....
"Dam ponselmu terus berdering dari tadi",ucap Amera dengan mengoyang tubuh Adam yang tertidur sedang lelap disampingnya.
"Matikan saja sayang",perintah Adam tanpa bergerak dari tempatnya.
"Kau tidak berniat mengangkatnya siapa tau saja itu penting",jawab Amera yang dibalas gelengan oleh Adam.
"Mungkin itu hanya salah satu pegawai dikantor yang ingin menanyakan sesuatu padaku tentang masalah yang terjadi disana.Biarkan saja toh besok aku juga akan pergi kekantor.Sekarang tidurlah ini masih malam sayang,besok saja kita bahas ini".
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Adam lalu menarik tubuh Amera kembali kedalam pelukannya dan mengabaikan panggilan telpon yang dikiranya tidak penting itu yang ternyata dari salah satu anak buah Brian untuk mengabarkan kondisi Brian saat ini yang parah dan harus segera menjalani operasi karena tembakan Stella tadi.
Bahkan karena tidak berniat mengangkat semua panggilan telpon yang masuk. Sebelum tidur lagi Adam sengaja mematikan bunyi ponselnya hingga kalau ada yang menelponnya tidak akan ada yang mendengar dari mereka berdua sampai besok pagi.