
"Bagaimana kondisimu sayang?",tanya Adam saat melihat Amera berjalan keluar dari kamar menuju dapur.
"Aku sudah tidak papa.Tapi aku sekarang lapar",celetuknya dengan manja pada Adam.
"Mau kuambilkan makanan kebetulan aku memasak spageti".
Amera mengangguk"Boleh".
"Duduklah",perintah Adam yang dituruti oleh Amera.
"Kira kira untuk apa ya Ariana tadi menemui Elvan",celetuk Amera dengan mengunyah makanan dimulutnya.
"Menurutmu?".tanya balik Adam yang dijawab gelengan oleh Amera.
"Sebenarnya aku tidak perduli dengan kedatangannya tapi perasaanku tidak enak dengan kemunculannya tadi.Apalagi saat tiba tiba menanyakan tentang kehamilanku".
"Maksudmu?".
Amera lalu menceritakan pada Adam apa saja yang terjadi didalam kantor Elvan.
"Kenapa kau tidak bilang saja kalau itu anakku sayang?",tanya Adam dengan wajah tidak suka karena lagi lagi ada orang yang berpikir kalau kehamilan Amera berasal dari benih tidak jelas dan jujur saja sebagai ayahnya dia merasa sangat marah dengan anggapan itu dan ingin sekarang juga mengumumkan pada dunia kalau anak yang dikandung Amera adalah calon anaknya bukan anak pria brengsek.
"Apa kau ingin aku punya scandal baru Dam!".
"Biarkan saja aku tidak perduli Mer.Dan kalau sekali lagi ada yang berpikir kalau ini adalah anak pria tidak jelas maka aku tidak akan tinggal diam lagi",ucap Adam dengan menyentuh perut Amera penuh perasaan membuat Amera seketika menghentikan kunyahannya karena melihat ekspresi Adam yang sangat serius saat itu.
Amera menyentuh wajah Adam dengan lembut.
"Terimakasih Daddy karena sangat perduli pada kami",ucapnya berusaha meredakan kemarahan Adam saat itu.
"Tentu saja aku perduli karena kalian adalah dua orang terpenting dalam hidupku yang tidak akan pernah kubiarkan terluka sedikit saja ",ucapnya dengan meraih tangan Amera yang ada diwajahnya lalu membawanya kebibir dan mengecupnya dengan penuh perasaan.
"Kau juga Dam.Kau adalah orang terpenting untukku",balas Amera dengan melingkarkan kedua tangannya kepinggang Adam penuh perasaan .
"Kalau begitu berarti kau harus setuju untuk mengumumkan pernikahan kita agar tidak ada lagi berita buruk tentang kalian Sayang".
Seketika Amera menggeleng"Dam..
Sudah kukatakan tidak sekarang...".
"Kenapa Mer.Apalagi yang membuatmu sangat berat untuk melakukannya.Jangan bilang karena masalahmu dengan Elvan lagi karena kalau tetap itu alasanmu maka aku akan membereskannya dengan caraku agar cepat selesai!",tekan Adam yang dijawab Amera dengan gelengan.
__ADS_1
"Lalu apa?Statusku?Kau malu dengan statusku yang hanya orang biasa.Apa begitu?!".
Lagi lagi Amera menggeleng.
"Lalu apa Mer jangan buat aku semakin kesal!",hardik Adam dengan bermaksud melepaskan pelukan Amera tapi ditolak Amera dengan semakin mengeratkan pelukannya ditubuh pria itu.
"Biarkan saja tetap begini sebentar lagi Dam.Jangan dengarkan perkataan orang tapi mari kita nikmati waktu kebersamaan kita yang berharga ini sebanyak banyaknya".
"Memangnya kalau kita mengumumkan pernikahan ini.Kita tidak lagi seperti sekarang!".
Amera menggeleng"Aku takut tidak bisa Dam".
"Itu tidak mungkin terjadi Mer karena aku sudah bilang kalau kau adalah orang terpenting dalam hidupku jadi aku tidak mungkin akan merubah perlakuanku padamu aku hanya.....".
"Dam...bagaimana kalau menunggu sebentar lagi.Aku masih belum yakin dengan banyak hal.Bukan mengenai perasaan kita tapi lebih dari itu.Aku ingin hubungan kita ini benar benar kuat dalam arti sebenarnya hingga aku tidak mungkin akan bisa goyah kalau ada masalah besar menghampiri kita nanti".
"Memangnya ada masalah besar yang akan menghantam kita selain yang sekarang?",celetuk Adam merasa apa yang Amera katakan terlalu berlebihan sementara Amera merasa semua yang terjadi sekarang hanya awal dan setelah ini akan banyak masalah tak bisa diduga menghampiri mereka nanti.
"Entahlah aku berharap tidak dan jangan tapi perasanku mengatakan lain Dam",jawabnya dengan nada cemas membuat Adam lalu berjongkok dihadapan Amera hingga posisi mereka sejajar.
"Apa yang membuatmu cemas.Apa pertemuanmu dengan Ariana tadi atau yang lain?",tanyanya dengan menangkupkan kedua tangannya kewajah Amera agar Amera menatap kearahnya.
"Kalau soal dia kau tidak perlu cemas Sayang karena seperti kukatakan padamu dia sudah tertinggal dimasa laluku".
"Aku percaya padamu tapi entah kenapa ekspresinya tadi sangat menggangguku Dam".
"Ekspresi? Ekspresi apa?".
"Ekspresi saat tau kalau mereka pikir ini bayi dari pria tidak jelas".
"Jadi.....Apa kau khawatir dia mendatangiku lalu menjadikan itu sebagai senjata untuk membuat kita berpisah begitu?".
"Bisa saja dan jangan bilang kau akan mengatakan yang sebenarnya padanya!",hardik Amera yang membuat Adam mengerutkan keningnya.
"Kenapa tidak boleh?", tanya Adam penasaran.
"Jangan lakukan awas kalau kau melakukan nya aku akan sangat marah!",ancam Amera dengan tatapan tajam karena dia merasa kalau Ariana perempuan yang mengerikan.
"Terserah kau saja Sayang.Jujur saja aku merasa kalau pemikirannya itu membingungkan",keluh Adam dengan menarik nafas panjang.
"Anggap saja instingku sebagai istrimu bagaimana?",balas Amera yang dijawab Adam dengan mengedikkan bahunya.
__ADS_1
"Oh iya aku meminta teman pengacaraku untuk membantumu menyelesaikan masalah kontrakmu dengan pihak Elvan",ucap Adam yang membuat Amera langsung terkejut.
"Kenapa?!",tanyanya tidak suka.
"Jangan berekspresi seperti itu setelah mendengar ini".
"Lalu aku harus berekspresi bagaimana?Berterimakasih padamu begitu?!",balas Amera cemberut.
"Tentu saja sayang karena kalau kau yang menyelesaikannya sendiri aku khawatir ini akan sangat lama karena Elvan memang sengaja mengulur waktu untuk menyelesaikannya agar bisa terus menyiksamu".
"Lalu kalau hanya Veronica dan pengacara yang melakukannya apa itu akan cepat selesai?",tanya Amera masih tidak yakin meski sebenarnya dia tidak berniat menolak bantuan Adam itu lagi karena dia sudah sangat muak bertemu Elvan.
"Itu pasti Sayang karena temanku ini salah satu pengacara terbaik dinegara ini".
"Benarkah tapi darimana kau tau kalau dia pengacara terbaik?",tanya Amera curiga.
"Karena aku sudah lama mengenalnya",terang Adam.
"Bagaimana bisa,memangnya siapa kau sampai bisa mempunyai kenalan pengacara terkenal yang pasti biaya sewanya mahal".
"Dia teman mommyku dan yang membantuku dulu saat aku terkena masalah akibat kenakalanku saat itu".
"Oooh....".
Amera tidak lagi menanyakan panjang lebar setelah Adam mengatakan kalau pengacara itu adalah teman mamanya karena Adam sudah menceritakan tentang mamanya pada Amera dan sekarang dia tidak berniat mengungkitnya lagi.
"Jadi kau setuju bukan dengan niatku itu?", tanya Adam yang diangguki oleh Amera.
"Aku senang mendegarnya".
"Tapi Dam aku berencana untuk bekerja lagi apa itu tidak masalah untukmu".
"Maksud mu sayang?".
"Kau tau aku akan bosan kalau hanya diam selama berbulan bulan tanpa melakukan apa apa jadi aku berencana untuk tetap bekerja meski sejujurnya aku bingung harus bekerja apa?".
"Ikutlah kekafe denganku",tawar Adam serius.
"untuk apa?".tanya Amera tidak mengerti kenapa Adam malah mengajaknya kekafe pria itu.
"Kau bisa membantuku mengelola kafe itu",jawab Adam yang membuat Amera terkejut mendengarnya.
__ADS_1