Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
71.Apa Kau Tidak Berniat Berbaikan Dengan Keluargamu?.


__ADS_3

"Dam aku berniat pergi ke Kafemu saat kau berada dikantor.Apa boleh?",pinta Amera dengan tatapan penuh permohonan pada Adam saat mereka berdua sedang duduk diruang tengah Apartemen.


"Kekafe?Maksudmu?",tanya Adam dengan mengerutkan keningnya mendengar keinginan Amera yang tiba tiba itu.


"Aku ingin bekerja disana.E...maksudku membantu bekerja agar aku tidak merasa bosan karena tidak punya banyak kegiatan setelah harus vakum dari dunia entertainment sekarang", terangnya yang baru dipahami Adam.


"Aku tidak masalah.Akan kukatakan pada orang kepercayaanku disana kalau kau ingin ikut membantu dikafe".


Benarkah?!",ucap Amera terdengar sangat senang yang dijawab anggukan oleh Adam.


"Ya.Tapi bagaimana dengan kak Vero kalau kau memutuskan mengelola Kafe?".


Amera terdiam"Aku akan membicarakan masalah ini dengannya juga nanti karena bagaimana pun dia adalah orang yang sudah banyak membantuku sejak aku pertama kali debut".


"Aku menyerahkan urusan ini padamu Sayang karena aku yakin kau yang lebih tau bagaimana menyelesaikannya",ucap Adam dengan mengecup puncak kepala Amera penuh perasaan.


"Dam...",panggil Amera lagi dengan menyandarkan kepalanya didada Adam.


"Hemm...",balas Adam dengan menatap Amera yang mengarahkan matanya kearah televisi yang ada dihadapan mereka.


"Kau tidak berniat memperbaiki hubunganmu dengan keluargamu?",tanyanya dengan pelan khawatir pertanyaannya itu akan membuat Adam marah.


"Keluarga?Siapa keluargaku.Aku merasa keluarga ku adalah kau dan calon anak kita sayang",terang Adam dengan menatap lurus sama seperti yang dilakukan Amera.


"Maksudku Daddymu ibu tirimu Ariana serta pria bernama Geo itu.Bukankah mereka keluargamu juga".


"Bukan",jawab Adam singkat yang membuat Amera langsung terdiam sesaat lalu tiba tiba kembali bicara.


"Tapi tuan Brian Maxwell adalah Daddy kandungmu.Apa kau tetap tidak ingin memperbaiki hubungan kalian seperti layaknya Ayah dan Anak Dam",ucap Amera dengan mendongak menatap kearah Adam yang bukannya menjawabnya tapi malah menundukkan wajah kearah Amera dan Melu*at bibir perempuan itu untuk membuat Amera tidak terus membahas tentang orang orang yang tidak ingin dianggapnya ada saat dia bersama perempuan itu karena saat mengingat mereka semua dadanya terasa sangat sakit.

__ADS_1


"Adam!",hardik Amera dengan mendorong tubuh pria itu sedikit menjauh darinya karena Adam menciumnya sampai membuatnya hampir kehabisan nafas.


"Sayang...",balas Adam dengan menatap Amera yang memasang wajah kesal sekarang.


"Kau sengaja melakukannya bukan?!",tanyanya menatap kearah Adam tajam yang dibalas Adam dengan gelengan kepala.


"Aku merindukanmu sayang".


"Jangan berusaha mengalihkan topik pembicaraan dengan mengatakan kata kata rayuan seperti itu!".


"Mer..itu nyata aku memang merindukanmu karena sudah seharian ini aku tidak melihatmu Sayang",ucap Adam dengan Kembali meraih tubuh Amera tapi lagi lagi ditepis oleh Amera dengan mendorong tubuh Adam kebelakang, lalu saat Adam terjatuh kesofa dia buru buru bangun dari sofa dan berniat segera masuk kedalam kamar tidur tapi sebelum dia berhasil mencapai kamar Adam sudah menyusulnya dan tanpa mengatakan apa apa Adam lalu mengangkat tubuh Amera membuat Amera terpekik keras karena terkejut.


"Adam!",teriaknya yang tidak digubris oleh pria itu dengan terus membawa tubuh Amera sampai keranjang lalu merebahkannya disana juga mengungkungnya.


"Adam menyingkir!",pinta Amera dengan berusaha mendorong tubuh Adam yang sedang mengungkungnya tapi tubuh pria itu seperti terbuat dari tembok sama sekali tidak bisa bergeming membuat Amera menjadi kesal sendiri.


"Sudahlah terserah saja kau mau melakukan apa padaku",ucapnya dengan memasang ekspresi pasrah yang membuat Adam lalu tertawa keras dan memilih mengulingkan tubuhnya kesamping Amera.


Adam menghela nafasnya dengan menatap langit langit diatasnya.


"Kenapa batal?",tanya Amera dengan sedikit mengangkat kepalanya agar bisa menatap wajah Adam.


"Jadi barusan kau serius ingin pasrah",balas Adam dengan sama memiringkan kepalanya kearah Amera.


"Bukan pasrah lebih tepatnya tidak menolak",jawab Amera dengan sengaja mengalungkan sebelah tangannya keleher pria itu menyuruh Adam mendekat kearahnya.


"Well nyonya muda Maxwel ternyata sekarang sudah pandai menggoda ya, siapa yang mengajarimu untuk menjadi nakal seperti ini",balas Adam dengan sengaja menarik hidung mancung Amera dengan gemas.


"Apa anda lupa siapa aku ini tuan muda Maxwell.Aku adalah Amera Jasmine artis papan atas yang sudah berhasil membuat seorang pewaris Maxwell Group bertekuk lutut dalam pesonaku",balas Amera dengan sengaja menggigit dagu Adam untuk menggodanya yang membuat Adam mendesis karenanya.

__ADS_1


"Issh...gadis nakal",gerutu Adam dengan gemas.


"Bukan gadis tapi aku seorang perempuan apa kau lupa itu tuan muda Maxwell".


"Benarkah kau seorang perempuan.Aku masih meragukannya".


"What!Beraninya kau meragukan itu kau pikir aku..".


"Ayo buktikan".


Lalu Adam menggulingkan tubuh Amera agar tepat berada diatasnya membuat Amera terdiam karena tidak menyangka rencananya untuk menggoda Adam malah dibalas oleh pria itu dengan mengerjainya.


"Kau....tidak berani?",tanya Adam dengan sengaja memasang ekspresi meremehkan dihadapan Amera yang membuat Amera menjadi kesal karenanya.


"Siapa bilang",jawabnya dengan bangun dari posisinya yang tengkurap diatas tubuh Adam.


Adam memindahkan tangannya yang semula berada dipunggung Amera kebawah dengan sengaja karena penasaran apa yang akan dilakukan perempuan itu padanya.


Dengan gerakan slow motion Amera menelusurkan tangannya kedada Adam yang masih memakai kemeja saat itu lalu setelah sampai di tempat kancing paling atas kemeja Adam dia memainkan jemari lentiknya dengan sengaja diantara kulit leher Adam juga kerah kemeja pria itu yang membuat jakun pria itu bergerak naik turun karenanya.


Amera tersenyum sinis melihatnya tapi tidak berhenti sampai disitu saja karena perlahan tapi pasti dia mengerakkan jemarinya untuk membuka satu persatu kancing kemeja Adam dengan sesekali menyelusupkan tangannya kebagian dada Adam, sengaja untuk menggoda gairah pria itu yang terlihat mulai bangkit karena bagian bawah tubuh pria itu yang berada tepat di pa*tat Amera mulai terasa mengeras dibalik celana nya.


"Mer..",panggil Adam dengan suara terdengar parau saat merasakan Amera sengaja menggesekkan bagian pa*tatnya kesenjatanya yang membuat gairahnya semakin terpacu naik.


"Ada apa tuan muda Maxwell?,tanya Amera sengaja memasang wajah polosnya dihadapan Adam yang membuat Adam benar benar seperti mati kutu.


"Dasar nakal",hardik Adam dengan menarik kepala Amera mendekat kearahnya lalu melu*at bibir perempuan itu dengan penuh gairah tanpa perduli penolakan yang diberikan Amera karena satu satunya cara membuat Amera berhenti menggodanya adalah dengan balik menggoda perempuan itu langsung seperti ini.


"Dam...kau bilang...".

__ADS_1


"Lupakan apa yang tadi kubilang karena sekarang yang lebih penting apa yang akan kita lakukan sayang",jawabnya dengan kembali mencium Amera penuh gairah sementara tangannya sibuk berusaha melepaskan sisa kain yang melekat ditubuh mereka berdua agar tidak ada lagi yang menghalangi mereka untuk bisa saling mencumbu saat itu.


__ADS_2