
"Tuan besar!",sapa Harven begitu melihat Brian Maxwell yang sedang duduk dikursi Bar.
"Harven bagaimana khabarmu sekarang?",tanyanya dengan mempersilahkan pengacara itu duduk dikursi samping nya.
"Seperti anda lihat sekarang",terangnya dengan menuruti keinginan Brian yang memintanya duduk disamping pria paruh baya yang masih terlihat gagah meski usianya tidak bisa dibilang muda lagi.
"Lama aku tidak bertemu denganmu kau ingat kapan terakhir kali kita bertemu?",tanya Brian dengan menyesap minuman digelasnya.
"3 bulan yang lalu tuan",jawab Harven dengan ikut menyesap minuman digelas miliknya sendiri.
"3 bulan tapi kenapa aku merasa seolah sudah bertahun tahun Harven",celetuk Brian dengan muram.
"Itu karena anda terlalu lelah jadi anda merasa waktu seolah lambat berputar".
"Apa begitu?".
"Saya rasa".
"Selama 3 bulan apa yang kau lakukan?",tanya Brian menatap kearah Harven.
"Bekerja tuan".
"Huffft.Kau tau aku sering iri padamu Harven.Kau ditinggal mati istrimu sudah 3 tahun tapi selama itu kau sama sekali tidak dekat dengan seorang perempuan pun".
"Itu karena saya tidak menarik tuan dan juga tidak punya banyak uang".
Brian tersenyum sinis mendengar perkataan Harven.
"Tidak menarik atau kau memang tidak mau dan soal uang kau sedang membohongi siapa Harven kupikir sekarang uangmu dan uangku pasti lebih banyak milikmu".
"Itu tidak mungkin tuan.Anda adalah 10 orang terkaya di negara ini sementara saya...".
Harven menggeleng.
"Itu dulu saat aku masih menikahi Eleora Harven tapi sekarang kau tau berapa uang yang aku miliki?".
Harven kembali menggeleng.
Melihat Harven menggeleng Brian mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan uang 10 dolar dari dalam dompet itu dan menunjukannya pada Harven.
"Hanya ini yang benar benar milikku Harven selain itu tidak ada.Semua saham diMaxwell itu sudah bukan lagi milikku".
__ADS_1
"Bagaimana bisa bukankah Anda mendapat bagian 45 persen saham saat perjanjian sebelum nyonya Eleora meninggal dulu".
"45 persen dengan milik Stella 15 dan Ariana 5 persen jadi berapa sisanya hanya 25 persen yang hanya sebutan nya milikku tapi sebenarnya aku hanya sapi perah bagi mereka semua".
"Apa ada yang terjadi dirumah anda tuan Brian?", tanya Harven dengan ekspresi iba menatap Brian Maxwell yang terlihat lelah.
"Apa lagi yang bisa terjadi sekarang Harven.Rumah keluarga Maxwell sangat damai tidak pernah lagi terdengar keributan atau masalah karena aku sudah membuang sumber masalahnya".
"Jadi kenapa anda terlihat sangat tidak bahagia kalau rumah keluarga Maxwell damai tuan".
"Karena aku tidak merasakan kehidupan lagi disana Harven".
"Maksud tuan?".
"Rumah itu seperti sebuah pemakaman bagiku",keluh Brian dengan kembali menyesap minuman digelasnya yang hanya tersisa sedikit dan belum sempat minuman itu habis dia memanggil Bartender untuk menambahkannya lagi.
Harven menatap Brian dengan tatapan muram dan ikut merasakan apa yang dirasakan pria itu sekarang.
"Kadang aku berpikir aku ingin mengganti posisimu dengan Eleora saja".
"Tuan apa yang sedang tuan katakan jangan bilang tuan sedang berniat untuk....".
Puk!
"Bukan itu maksudku".
"Jadi apa maksud tuan tolong jangan berpikir untuk mengakhiri hidup anda sebelum waktunya karena kalau anda melakukannya aku akan merasa sangat bersalah pada nyonya Eleora yang ada disurga sana".
"Jangan khawatir Harven aku tidak akan melakukan tindakan konyol itu meski sangat ingin.Kau tau kenapa?".
Harven menggeleng dengan ekspresi cemas yang tidak ditutupinya dihadapan Brian.
"Karena aku tidak pantas melakukannya.Hidupku yang seperti sekarang adalah karena karma apa yang aku lakukan dulu pada Eleora dan Adam,Harven.Jadi aku harus terus menjalaninya meski ini sangat berat".
"Kenapa anda tidak pernah berusaha menemui tuan muda dan bicara dengannya tuan Brian.Mungkin saja kalau anda melakukan itu rasa bersalah anda akan berkurang".
"Kau sedang bercanda denganku Harven".
"Tidak tuan Brian saya serius karena tuan muda sekarang sudah berubah".
"Apa itu berarti hubungan diantara kami akan membaik?Tidak Harven semua sudah hancur hubungan darah diantara kami sudah kering dan aku harus menerima itu".
__ADS_1
"Tuan muda berniat masuk keperusahaan Maxwell tuan Brian".
Seketika Brian menghentikan gerakan tangannya yang berniat mengambil gelas dihadapannya lalu menoleh kearah Harven dengan ekspresi terkejut.
"Dari mana kau mendengar itu?",tanya Brian tidak percaya.
"Tuan muda yang mengatakan hal itu sendiri pada saya beberapa hari yang lalu",terang Harven.
"HAH! Itu tidak mungkin kau jangan bercanda yang tidak lucu Harven.Apa kau lupa perkataannya terakhir sebelum aku mengeluarkannya dari rumah keluarga Maxwell".
"Tentu saja saya ingat saat itu kalian bertengkar hebat lalu anda menelpon saya malam malam dan meminta saya mengeluarkan nama tuan muda dari kartu keluarga Maxwel selamanya meski anda tidak pernah melakukannya sampai sekarang karena saya yakin anda masih terus berharap tuan muda kembali.Jadi anda pasti sekarang sedang merasa lega bukan karena akhirnya hal itu terjadi".
"Pasti dunia sudah terbalik",celetuk Brian tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Harven kalau Adam ingin masuk keperusahaan meski kalau itu benar hati kecilnya merasa lega.
"Itu bagus bukan tuan Brian".
"Entahlah tapi sepertinya kalau itu benar akhirnya aku punya alasan lagi untuk meminum vitamin dari dokter dan juga minum susu kalsium agar semua tulang ditubuhku kuat untuk menghadapinya".
"Anda harus mulai melakukannya dari besok pagi tuan Brian karena sepertinya hal itu tidak lama lagi mendengar nada suara tuan muda saat itu".
"Semakin cepat semakin baik karena aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan sikap sombongnya itu".
"Dia sangat mirip dengan anda menurut saya".
Brian langsung menoleh kearah Harven.
"Jangan pernah katakan itu aku tidak suka".
"Kenapa tuan?".
"Dia harus mirip Eleora karena kalau tidak aku akan semakin merasa bersalah pada Eleora saat menemuinya dipintu surganya nanti".
"Tapi nyonya Eleora selalu memuji tuan muda karena dia mirip anda terutama dalam bersikap".
"Sudah kukatakan kami tidak mirip",gerutu Brian kesal dengan meletakkan gelasnya lalu bangun dari duduknya dengan tubuh sempoyongan karena mabuk.
"Tuan Brian tunggu!", panggil Harven dengan berjalan cepat mengikuti pria itu dan setelah sampai lalu membantunya sampai kedalam mobil Brian.
"Anda kemari tanpa supir?",tanya Harven yang diangguki oleh Brian.
"Aku sedang ingin sendiri karena itu aku membawa mobil sendiri tadi".
__ADS_1
"Mau saya antar?",tawar Harven yang ditolak Brian.Panggilkan saja supir pengganti untukku",pintanya yang diangguki oleh Harven karena meski mereka selalu ngobrol kalau bertemu tapi Brian tidak pernah mau diantarnya pulang setelah mereka bertemu dan Harven tidak tau kenapa seolah dia tidak ingin Harven menginjakkan kaki dirumahnya itu.