Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
9.Scandal .


__ADS_3

"Sekarang aku akan pulang dulu Mer.Kau istirahatlah lalu besok pagi aku akan menjemputmu untuk melakukan konfrensi pers tentang alasan pembatalan pernikahanmu dengan Elvan".


"Baiklah?",jawab Amera terlihat tidak bersemangat untuk melakukan apa yang di katakan Veronika.


" Meski tidak ingin kau tetap harus melakukannya karena kau masih punya beberapa kontrak jadi mereka tidak ingin masalah kalian berdua ini berpengaruh pada nama baik Agency yang akan membuat mereka rugi",terang Veronica.


"Hufft! Baiklah akan kulakukan kau siapkan saja naskahnya untuk besok".


"Iya untuk masalah itu tenang saja akan aku bereskan".


Amera mengangguk kearah Veronika.


"Baiklah anggap saja aku ingin meninggalkan kesan sebelum kontrakku dengan pihak Agency berakhir 3 bulan lagi seperti rencana awalku".


"Apa kau tetap akan mengundurkan diri dari Agency ini meski kau tidak jadi menikah dengan Elvan Mer?".


Amera mengangguk.


"Aku berniat melakukan pekerjaan yang tidak terlalu mengikat lagi setelah kontrak ini berakhir".


"Baiklah,apapun itu aku akan mendukungmu.Sekarang aku pulang dulu hubungi aku kalau kau butuh sesuatu yang berasal dari tempat tinggal lamamu besok akan aku bawakan".


"Persiapkan saja untuk agenda konferensi pers besok dan kalau bisa kau cari tau apakah pihak Elvan juga akan datang ke acara besok".


"Baiklah akan aku lakukan".


Lalu Veronica pergi dari Apartemen Adam meninggalkan Amera sendiri disana karena saat itu Adam sedang pergi entah kemana setelah mengantar Amera dan Veronica sampai di Apartemen.


Amera menatap kesekeliling ruang Apartemen milik Adam.


Ruangan Apartemen itu tidak besar seperti tempat tinggalnya tapi bersih dan nyaman dan tentu saja cukup mewah untuk dimiliki oleh seorang pemuda berusia 22 tahun yang hanya bekerja sebagai supir pribadinya selama 2 bulan kecuali dia punya pekerjaan lain yang cukup menjanjikan untuk bisa membeli semua ini dalam waktu singkat atau mungkin dia berasal dari keluarga cukup berada karena itu dia bisa membeli semua ini.


otak Amera terus saja berandai andai tentang Adam sampai dering ponsel miliknya membuatnya terjengkit dari pikirannya segera dicarinya ponselnya didalam tas untuk melihat siapa yang menghubunginya saat melihat nama Veronica dia segera mengangkatnya.


"Ya Vero,Ada apa kau menghubungiku padahal belum sampai 1 jam kau pergi dari sini".


"Mer....kau sedang apa?",tanya Veronica dengan nada yang terdengar gugup ditelpon.

__ADS_1


"Istirahat seperti saranmu lalu sedang apa?".


"E....semuanya tiba tiba saja menjadi diluar kendali Mer...".


"Apa yang menjadi diluar kendali Ver? Bukankah kau bilang semua sudah diatur dan besok aku hanya perlu datang melakuan konfrensi pers soal pernikahan ku yang tiba tiba dibatalkan didetik detik terakhir".


"Itu benar Mer tapi masalahnya adalah tiba tiba saja tersebar berita kalau alasan pembatalan pernikahanmu dengan Elvan Sander itu karena kau selingkuh dan hamil karena perselingkuhanmu itu".


Deg!


Amera langsung terduduk syok mendengar apa yang dikatakan Veronica meski itu benar tapi berita ini terlalu cepat beredar dan dia tau siapa yang melakukan hal ini sekarang .Ya mantan calon suaminya Elvan Sander yang melakukannya dan tujuannya pasti untuk menghancurkan kariernya.


Amera menarik nafas keras dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang bergetar memikirkan apa yang akan dihadapinya besok.


Hujatan hinaan makian dan pemutusan kerjasama mungkin dari pihak Agencynya sekarang.


Tanpa sadar air mata Amera keluar dan dia mulai terisak dengan posisi terduduk di lantai dengan posisi duduk menekuk.


Sebenarnya dia memang berniat mengundurkan diri dari Agency model yang menaunginya selama ini 3 bulan kemudian setelah menikah dengan Elvan Sander karena dia ingin fokus menjadi istri pria itu rencana awalnya dulu dan saat tau kalau dia hamil dia tetap berniat melakukannya tapi untuk menyembunyikan diri karena kehamilannya sekarang setelah kontrak pekerjaannya selesai dengan semua pihak.


Memikirkan semua itu Amera tiba tiba menangis dengan sangat keras karena merasa marah kesal benci dan putus asa semua tidak berjalan seperti yang diinginkannya sampai sebuah tangan kekar merengkuh tubuhnya kedalam pelukan pria tersebut.


"Keluarkan semua perasaan sedihmu semua sekarang Mer karena besok aku tidak akan mengijinkan kau menangis seperti ini lagi apalagi kalau alasannya karena pria brengsek itu ",ucap Adam dengan memeluk tubuh Amera erat.


Entah berapa lama Amera menangis tapi seperti kata Adam setelah tangis keras yang seperti menguras semua emosi dan air matanya itu dia merasa lebih baik meski merasa lelah dan membiarkan Adam tetap memeluknya dalam posisi meringkuk dilantai dan dia tidak berniat berpindah tempat meski posisi mereka sekarang terasa tidak nyaman untuk mereka berdua terutama Adam yang bertubuh jangkung harus ikut meringkuk bersamanya disudut sofa pria itu.


"Mer ayo kita pindah ketempat yang lebih nyaman lalu mari kita bicara",pinta Adam dengan lembut yang langsung dijawab gelengan oleh Amera.


"Aku ingin tetap disini saja karena ini cukup nyaman",tolaknya dengan menelusukkan kepalanya kedada bidang pria muda itu.


"Tapi...tempat ini sempit dan ..".


Amera langsung mendongak mendengar Apa yang dikatakan Adam.


"Aku tidak perduli karena aku merasa para orang orang itu bisa melihat diriku kalau aku keluar dari sini".


"Siapa?Para wartawan itu?",tanya Adam yang diangguki oleh Amera dengan mulai terisak lagi.

__ADS_1


Mendengar itu Adam lalu bangkit dari posisinya dengan Amera dalam gendongannya dan membawa perempuan itu masuk kedalam kamar lalu merebahkan dirancang.


"Disini aman Mer tidak akan ada yang bisa menyentuhmu,percayalah padaku",ucap Adam dengan merapikan anak anak rambut Amera yang berantakan karena menangis tadi.


"Tapi tetap saja,bagaimana dengan besok",balas Amera kembali terisak.


"Besok juga semua akan baik baik saja.Aku akan menemanimu menjelaskannya bagaimana?".


Mendengar itu Amera sontak menggeleng.


"Jangan!Kau jangan ikut menjelaskannya pada semua orang biar aku saja dan Veronica".


"Kenapa?".


"Karena kalau kau muncul disana sebagai pria yang membuatku hamil....Scandal ini pasti tidak akan berhenti besok dan akan terus berlanjut karena Elvan pasti akan semakin menyiramkan minyak dalam api yang sudah membesar ini sampai aku sangat terpuruk".


"Kalau itu terjadi biar aku yang menghadapinya kau jangan khawatir".


Amera kembali menggeleng.


"Kau tidak kenal siapa Elvan Dam dia pria egois dan pendendam jadi dia pasti juga kan menghancurkan hidupmu karena marah sudah berhasil merebut ku darinya".


"Dia tidak akan bisa Mer percayalah aku tidak selemah itu sampai dengan mudah dihancurkan oleh pria seperti Elvan Sander".


"Tetap saja tidak perlu.Kau sudah berjanji untuk menghormati keputusanku bukan?.''


"Baiklah aku tidak akan muncul di konfrensi pers besok sebagai suamimu tapi aku tetap akan ikut bersamamu dan berdiri didekatmu".


Amera mengangguk.


"Itu cukup dengan keberadaanmu disampingku sudah bisa menjadi penguatku Dam".


"Baiklah sekarang istirahatlah supaya kau merasa tenang".


"Aku rasa sulit untuk tidur karena otakku akan terus memikirkan masalah ini sepanjang hari bahkan malam ini".


"Kalau begitu aku akan membuatmu melupakan masalah ini sampai besok",ucap Adam dengan ikut naik keatas ranjang disamping Amera.

__ADS_1


__ADS_2