Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
105. Menunjukan Surat Wasiat Brian.


__ADS_3

"Jadi...Apa yang ingin kau bicarakan Harven?."


Saat itu mereka berdua sudah berada disebuah Restoran untuk membicarakan hal penting yang tadi dikatakan Harven ingin disampaikannya pada Adam secara pribadi.


Harven menghela nafas lalu mengambil berkas dari dalam tas kerjanya dan menyerahkan pada Adam.


"Ini...silahkan anda lihat.Ini adalah hal yang diminta tuan Brian sebelum dia mengalami musibah ini."


Adam mengambil berkas yang diberikan Harven lalu membuka dan membacanya dengan teliti setelah selesai dia menatap Harven dalam diam sepertinya sedang mencoba mencerna apa yang baru saja dibacanya dari berkas pemberian Harven barusan.


"Jadi...ini yang diingin kan Daddy untuk kami semua?," ucapnya yang diangguki oleh Harven.


"Bagaimana? Apa anda tidak keberatan dengan itu tuan Adam?," Harven bertanya dengan menatap kearah Adam yang dijawab gelengan oleh Adam.


"Itu milik Daddy jadi bagiku apa yang dilakukannya dengan semua itu adalah hak pribadinya."


"Tapi didalam surat wasiat soal pembagian harta beliau, nama anda tidak tercantum sama sekali.Apa itu benar benar tidak masalah sementara anda adalah putra kandung beliau."


Lagi lagi Adam menggeleng mendengar penjelasan Harven.


"Bukankah aku sudah punya cukup banyak saham milikku sendiri dan punya Mommy selama ini jadi kurasa tidak masalah kalau aku tidak mendapatkan apa apa.Toh Amera dan calon anak kami sudah mendapatkannya menggantikan aku,"cetus Adam dengan ekspresi biasa seolah apa yang dilakukan Brian tentang pembagian saham pria itu memang benar benar tidak membuatnya terpengaruh.


"Sebenarnya yang saya khawatirkan bukan anda tuan Adam tapi....."


Harven tidak meneruskan kalimatnya tapi ekspresinya benar benar terlihat cemas membuat Adam mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Siapa?Siapa yang kau takutkan akan mencoba menolak isi surat wasiat Daddy ini.Apa Geo?."


Harven menggeleng"Melihat dari sikap tuan Geo akhir akhir ini sepertinya dia tidak akan membuat masalah lagi sekarang meski kemungkinan itu tetap ada Tuan Adam tapi yang saya khawatirkan sebenarnya itu nona Ariana."


Adam terdiam mendengar siapa orang yang dicemaskan Harven akan membuat masalah soal surat wasiat Daddynya yang baru ini.


Beberapa kali Harven menyinggung Ariana membuat Adam langsung ingat pada perempuan itu yang tidak terlihat sama sekali muncul baik dirumah sakit maupun dikantor sejak Daddynya dirawat dirumah sakit membuat Adam heran lalu bertanya pada Harven.


"Ngomong ngomong dimana Ariana sekarang ? Kenapa dia sama sekali tidak terlihat sejak Daddy dirawat dirumah sakit sampai sekarang.Apa kalian juga melakukan sesuatu padanya seperti yang kalian lakukan pada Stella dan mantan suaminya itu?."


Harven langsung menggeleng "Kami tidak melakukan itu tuan Adam karena dari sebelumnya tuan Brian sudah berpesan pada kami agar jangan melakukan apapun pada nya selama dia tidak membuat masalah serius," terang Harven yang membuat Adam kembali terdiam berpikir akhir akhir ini dia terlalu sibuk sampai sempat melupakan keberadaan perempuan itu yang terlihat tidak ada reaksi sama sekali dengan semua masalah yang terjadi dalam keluarga mereka ini.


"Lalu dimana dia sekarang?."


"Dia berada diluar negeri tuan," jawab Harven dengan wajah tenang.


"Itu...Beberapa hari setelah masalah yang terjadi dengan tuan Brian kami semua mengirimnya untuk tinggal diLuarnegeri dengan sokongan biaya hidup penuh dari tuan Brian karena kami rasa kalau dia disini dia hanya akan menimbulkan masalah lain pada kita semua meski Nyonya Stella sekarang tidak ada tapi pengaruhnya pada tuan Geo tetap mengkhawatirkan menurut kami."


Mendengar penjelasan Harven Adam mengerti dan setuju dengan keputusan pria itu beserta pegawai Brian yang lain karena selain berbahaya untuk Geo keberadaan Ariana juga sangat membahayakan Amera dan calon anak nya nanti, apalagi kalau dia tau bahwa Amera juga mendapat kan bagian saham milik Brian Maxwell.


"Aku setuju dengan pengaturan kalian kali ini.Kalau dia sudah berada diluar negeri kenapa kau masih saja merasa cemas Harven?," tanya Adam heran.


"Sekarang dia belum tau hal ini tuan Adam dan saat dia mendengar kalau nona Amera dan anak anda juga mendapat saham tuan Brian bahkan jumlahnya lebih besar saya khawatir sifat buruknya akan muncul dan bisa membahayakan mereka berdua."


Adam terdiam lalu menatap Harven lagi dengan ekspresi cukup serius" Oh iya Harven aku berniat mengumumkan pernikahanku dengan Amera ke publik secepatnya karena seperti yang kau katakan beberapa waktu lalu kalau sekarang kandungan Amera sudah semakin besar jadi bisa kau membantuku melakukan semua persiapannya."

__ADS_1


Alih alih khawatir soal Ariana yang sekarang sudah tidak ada dinegara itu Adam lebih memilih memikirkan dirinya dan keluarganya karena kalau apa yang dikharmtirkan Harven itu nanti terjadi dengan apa yang dimilikinya sekarang dia pasti tidak kesulitan menyingkirkan Ariana bahkan kalau perlu selamanya.


"Bukannya pernikahan kalian sudah legal tuan Adam jadi maksud anda ingin mengumumkan kepublik itu...,"


Harven sedikit tidak memahami apa yang diinginkan Adam sekarang karena setahu dia saat Adam memintanya membuatkan berkas pernikahan antara dirinya dan Amera saat itu Adam langsung memintanya melegalkan pernikahan mereka jadi sebenarnya apa maksud dari mengurus itu?.


Harven benar benar tidak bisa memikirkan hal romantis yang ada dibenak Adam dan malah berpikir maksud Adam mengumumkan kepublik itu dengan membuat konfrensi sebuah konferensi pers agar semua orang tahu tentang hubungan mereka berdua.


"Sepertinya aku minta tolong pada orang yang salah untuk melakukan apa yang kumaksud ini,"celetuk Adam saat melihat ekspresi Harven yang terlihat bingung itu .


"Jadi sebenarnya apa yang anda inginkan tuan Adam?Kalau maksud anda berkas berkas legal.Itu semua sudah lama selesai sedangkan untuk konfrensi pers saya akan menyuruh Philip dan yang lain untuk menyiapkannya."


Mendengar itu Adam menggeleng pada Harven.


"Tidak perlu Harven tapi kau memang perlu melakukan sesuatu yang berkaitan dengan hukum untukku sebelum aku meresmikan pernikahanku dengan Amera."


"Apa itu tuan Adam?," Harven sedikit merasa lega karena ternyata Adam tidak merasa kecewa dengan ketidak mengertiannya soal yang dia maksud barusan.


"Aku berniat membeli sebuah rumah untuk kami tempati dan aku ingin semua surat yang berkaitan dengan rumah itu kau pindahkan atas nama Amera karena aku berniat memberikan itu sebagai hadiah pernikahan kami nanti."


Mendengar itu Harven mengangguk " Akan saya lakukan hal itu untuk anda tapi soal pernikahan anda dan konfrensi pers nya?."


Adam menggeleng "Jangan pikirkan Soal itu karena aku akan meminta Veronica yang lebih mengerti untuk mengurusnya nanti.Kau lakukan saja yang harus kau lakukan Harven.Oh iya ini sudah sangat sore aku tadi berjanji akan mengantar Amera untuk memeriksakan kandungannya kedokter juga berniat menengok Daddy dirumah sakit jadi kurasa kita akhiri pertemuan kita ini sekarang."


Harven mengangguk mendengar itu dan saat Adam berdiri dia juga ikut berdiri bersama pria itu tapi saat Adam keluar dari ruang tempat mereka makan, Harven tidak mengikutinya melainkan tetap berada ditempatnya sengaja membuat jarak dengan Adam untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan nya.

__ADS_1


Adam sampai diarea parkir yang langsung disambut oleh pengawal sekaligus supir pribadinya yang langsung membantunya masuk kedalam mobil.


"Kita pergi ke Cafe untuk menjemput Amera lebih dulu baru setelah itu kita ke Rumah sakit," terang Adam yang diangguki oleh supirnya itu dengan melajukan mobilnya kearah yang dikatakan Adam barusan.


__ADS_2