
Sementara tanpa wajah merasa bersalah Ariana melangkah masuk dengan sengaja mendorong tubuh Melisa agar perempuan menyebalkan itu semakin syok, tapi begitu masuk kedalam senyumnya seketika pudar karena melihat wajah perempuan yang sangat tidak ingin ditemuinya juga sedang ada disana menatap kearahnya dengan ekspresi terkejut seperti dirinya yang membuat Ariana ingin sekali menghampiri Amera lalu menarik rambutnya dengan keras juga mencakar wajah cantik alami perempuan itu dengan kuku kuku panjang terawatnya agar wajahnya rusak.
"A... Ariana",sapa Elvan yang membuat Ariana harus menyimpan keinginannya itu hanya dalam pikiran karena tidak ingin harga dirinya jatuh sekarang.
"Elvan Sander.....Aku datang untuk menagih hutang padamu hari ini",ucap Ariana mendekat kearah Elvan dengan senyum semanis madu.
"Hutang?",celetuk Elvan dengan tatapan bingung.
"Iya hutang mu.Apa aku lupa?",jawab Ariana dengan mengedipkan matanya kearah pria itu yang langsung ingat dengan apa yang dimaksud Ariana.
"Ooohh...aku ingat.Tapi bisakah kita bicarakan itu 30 menit lagi karena sekarang aku sedang membahas hal penting dengannya",tunjuk Elvan pada Amera dan Veronica.
"Dia....".
Ariana mengerutkan keningnya pura pura lupa pada Amera yang dari tadi memang tidak mengatakan apapun.
"Dia mantan artis disini dan sekarang kami sedang bicara mengenainya yang berniat berhenti dari Agency ku karena sebuah scandal beberapa waktu lalu",terang Elvan dengan menatap kearah Amera sinis saat mengatakan itu.
"Scandal?!Oh Tuhan bagaimana bisa! Pasti itu berat untukmu bukan.Sekarang aku baru ingat kita pernah bertemu di Healty Cafe waktu itu kau A....Mer...A kan ",tandas Ariana saat mengatakan nama Amera.
"Ya...aku ingat dengan mu A...ri..ana",balas Amera dengan bangun dari duduknya lalu mengambil inisiatif mengulurkan tangan kearah perempuan yang menurutnya seperti sosok Medusa itu.
Ariana menerima uluran tangan Amera dengan wajah tersenyum lebar.
"Sayang sekali saat itu kita tidak sempat ngobrol ya.Tapi aku berencana mengulang kesempatan itu karena sepertinya ada banyak hal yang bisa menjadi topik pembicaraan kita nanti".
"Benarkah?Aku tidak yakin Ariana karena sepertinya apa yang akan menjadi topik pembicaraan kita tidak lagi menarik setelah kita berdua keluar dari sini nanti".
__ADS_1
Ariana menaikan sebelah alisnya mendengar itu.
"Aku bukan orang yang mudah termakan gosip juga bukan tipe penyebar gosip jadi ..
Apa itu cukup untuk membuatmu ingin mengobrol denganku Amera".
Amera sengaja menarik nafas seolah dia sedang berpikir saat itu untuk mempertimbangkan keinginan Ariana sebelum tersenyum manis pada perempuan Medusa itu.
"Bukankah kau bilang kemari untuk menagih hutang sementara aku kesini untuk membayar hutangku seperti apa yang tadi dikatakan tuan Elvan Sander jadi kurasa kita harus melakukannya untuk lain kali lagi".
"Well...kau benar.Aku sampai melupakan tujuan utamaku kesini tadi karena terlalu senang bertemu denganmu yang sangat menarik".
Amera membalas apa yang dikatakan Ariana dengan tersenyum manis pada perempuan itu sebelum kembali menatap kearah Elvan yang dari tadi terdiam karena tidak menyangka akan berada dalam situasi sekarang.
"Bagaimana tuan Elvan Sander urusan diantara kita sudah beres bukan?Aku sudah mengalah cukup banyak padamu dengan membayar kompensasi yang tidak sedikit pada Agency ini karena tidak ingin punya masalah dikemudian hari tapi kalau kau masih merasa itu tidak cukup.Mungkin akhirnya aku akan mengambil jalur hukum nanti seperti ancaman mu padaku tadi".
Elvan tidak meneruskan apa yang akan dikatakannya pada perempuan itu karena disana ada Ariana dan Melisa.. Bukan Melisa masalahnya tapi Ariana, dia belum ingin memberi tau perempuan itu kalau dia dan Amera pernah punya hubungan spesial dulu.
"Kurasa aku mulai lelah membicarakan ini tuan Elvan jadi seterusnya bicara saja dengan Veronica karena sudah lebih 1jam kita bicara belum juga menemukan titik temu karena keegoisanmu".
"Bukan aku yang egois tapi dirimu kau yang..".
Elvan benar benar pusing dan mulai merasa ruangannya sekarang sangat panas.
"Vero ayo kita pergi dari sini. karena kurasa kami sudah tidak bisa menemukan titik temu permasalahan ini sekarang",ucap Amera yang juga mulai merasa sesak nafas meski ruangan Elvan berAc bahkan Elvan sudah sempat meninggikan kan suhu AC diruangannya itu tapi keringat di kening dan jidat Amera tetap menetes begitu juga Elvan dia terlihat sangat gelisah sekarang dengan kedatangan Ariana dan Melisa.
"Iya ayo Mer",jawab Veronica dengan berdiri dari duduknya begitupun Amera tapi saat dia berdiri tiba tiba saja dia merasa kepalanya sangat pusing dan perutnya mual membuatnya hampir saja terjatuh kalau saja Veronica tidak cepat meraih tubuhnya yang limbung.
__ADS_1
Elvan yang melihat kondisi Amera reflek beranjak dari tempatnya bermaksud untuk menolong permepuan itu yang langsung ditolak Amera.
"Aku baik baik saja",celetuknya dengan menutup hidungnya agar tidak semakin mual.
"Kau baik baik saja Amera?",tanya Ariana dengan menatap penasaran pada perempuan itu.
"Apa itu karena kehamilanmu Mer?",celetuk Melisa yang reflek membuat Ariana terkejut sementara Elvan sangat marah mendengar apa yang ditanyakan Melisa itu.
"Kau hamil?", tanya Ariana reflek dengan wajah syok saat mengatakannya.
"Iya.Dan itu bukan rahasia umum lagi bukan begitu Mer",jawab Melisa yang tidak ditanggapi oleh Amera karena dia merasa kepalanya semakin pusing harus berada dalam situasi sekarang yang meski sudah dicobanya bersikap kuat dan baik baik saja membuat dia tetap terbawa suasana.
"Melisa jaga bicaramu sekarang kita diKantor!Sedikit salah bicara itu bisa membuat nama baik Agency kita dipertaruhkan!",hardik Elvan marah.
"Aku hanya mengatakan fakta yang sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh Amera didepan semua wartawan beberapa Minggu yang lalu apa kau lupa Van!".
"Anak siapa?",tanya Ariana dengan menatap tajam kearah Amera membuat semua orang yang ada disana Reflek menatap kearah perempuan cantik itu.
"Amera sendiri juga terkejut dengan pertanyaan tiba tiba Ariana dan merasa bingung harus menjawab apa karena dia tau hubungan Adam dan Ariana sebenarnya sementara perempuan itu menanyakan hal itu karena menduga siapa sebenarnya ayah bayi nya.
"Maaf nona Ariana kami tidak ingin menjawabnya karena itu merupakan privasi",terang Veronica yang membuat Ariana ingin mengatakan sesuatu lagi tapi urung karena mendengar ucapan Melisa.
"Privasi macam apa.Bukannya itu anak pria tanpa identitas akibat ONS yang dia lakukan karena...".
"Hentikan Melisa!",hardik Elvan yang membuat Melisa langsung terdiam seketika.
Tapi sudah didengar oleh Ariana dan tanpa sadar dia menarik nafas lega saat mendengarnya bahkan dia tersenyum smrik sangat tipis kepada Amera membuat Amera bingung dengan ekspresi Ariana saat itu.
__ADS_1
.