
"Aku akan mengantarmu pergi ke Start Agency besok",titah Adam tidak ingin ditolak dan tidak mau mendengar alasan apapun yang diberikan Amera untuk melarangnya ikut.
"Dam...".
"No.... Jangan membujukku Mer karena itu tidak akan berhasil!".
"Sayang....pliss ...biar aku pergi dengan Vero saja kesana.kau jangan ikut".
"Tidak Mer.Kalau kau tidak mau pergi dengan kuantar sebaiknya kau jangan pergi!",tekan Adam yang membuat Amera terkejut.
"Are you sure?!".Adam mengangguk dengan penuh keyakinan tak bergeming meski Amera sudah membujuknya dari tadi tapi semua percuma dia tetap bersikeras akan ikut mengantar Amera ke Star Agency untuk menyelesaikan urusannya, karena jujur saja Adam merasa cemas kalau melepaskan Amera kesana sendiri yang menurutnya sama saja masuk kekandang serigala lapar.
"Kau gila!Kau tau itu keterlaluan!", hardiknya kesal.
"Aku tidak perduli bagaimana anggapanmu padaku yang pasti aku tidak akan membiarkanmu masuk sarang serigala gila itu".
"Kau dan dia tidak ada bedanya",gerutu Amera dengan membalikkan tubuhnya membelakangi Adam karena merasa kesal pada kekeras kepalaan Adam sekarang yang membuat kepalanya terasa pusing.
Melihat Amera memunggunginya Adam beringsut mendekat lalu memeluk tubuh perempuan itu dari belakang dengan erat.
"Jangan marah dengan sikap egoisku kali ini. Aku melakukannya karena sangat khawatir padamu Sayang".
"Jangan berusaha membujukku karena sekarang aku sedang marah padamu yang egois dan terlalu posesif!",hardik Amera dengan berusaha menyingkirkan lengan Adam yang melingkari tubuhnya tapi gagal.
"Kau boleh memaki ku tapi jangan melarangku dekat denganmu",balas Adam dengan menyerusukkan wajahnya kebelakang leher Amera.
"Sangat kekanakan!",gerutu Amera tapi tidak lagi berusaha menyingkirkan lengan pria muda itu dari tubuhnya karena dia tau percuma.
"Bukankah aku memang masih anak anak Mommy",celetuk Adam yang membuat Amera reflek membalikkan tubuhnya hingga mereka berhadapan.
"Bagaimana bisa kau menyebut dirimu anak anak kalau kau sangat lihai membuat anak?!",cerocos. Amera yang dibalas Adam dengan memasang ekspresi polos.
"Bukan aku",balasnya dengan wajah tidak berdosa.
"Apa maksudmu?!".
__ADS_1
"Aku hanya mengikuti perintahmu apa kau lupa?".
"Adam!",hardik Amera kesal dengan wajah memerah karena diingatkan oleh pria itu kalau dia yang memulai semuanya, bukan hanya sekali tapi selalu karena Adam selalu bisa membuatnya lupa diri hingga tanpa sadar dia selalu meminta Adam untuk segera memberinya kepuasan setiap mereka bercinta.
Tiba tiba Adam tertawa keras melihat ekspresi Amera.
"Jangan tertawa!",larang Amera dengan wajah cemberut.
"Bagaimana aku tidak tertawa kalau ekspresimu sekarang sangat lucu membuatku sangat ingin menggigitmu".
"Jangan berani!".
"Kenapa?",tanya Adam masih dengan ekspresi jahilnya.
"Karena aku yang akan melakukannya.Aku akan menggigit seluruh tubuhmu malam ini sampai kau berteriak minta ampun padaku!".
Setelah mengatakan itu Amera benar benar melakukannya dengan menggigit tangan Adam cukup keras membuat Adam terkejut dengan apa yang dilakukan Amera tapi membiarkan saja karena gigitan Amera yang semula karena kesal pada pria itu berubah menjadi gigitan penuh gairah diantara mereka berdua yang membuat perdebatan mereka berubah menjadi percintaan panas malam itu dan baru berhenti setelah mereka berdua mencapai kepuasan bersama.
"Apa kau masih marah?",tanya Adam dengan memeluk erat tubuh Amera yang kelelahan setelah percintaan mereka beberapa saat yang lalu.
"Sudah aku katakan aku khawatir padamu.Kali ini kumohon mengalahlah Sayang biar aku ikut dengan mu kesana .Aku janji hanya akan diam diluar tanpa ikut kedalam asal kau tetap berada dalam jarak lihatku".
"Ya...baiklah terserah kau saja aku lelah sekarang dan perlu istirahat agar tenagaku pulih lagi".
"Baik,Istirahatlah Sayang",ucap Adam dengan membelai tubuh Amera dengan maksud agar perempuan itu segera tertidur.
Setelah dilihatnya Amera tertidur Adam bangkit dari posisinya dengan lebih dulu menyelimuti tubuh Amera agar tidurnya nyenyak lalu perlahan berjalan keluar kamar dengan membawa ponselnya berniat untuk menghubungi seseorang.
"Halo tuan muda?",sapa pengacara Harven diseberang telpon yang merupakan pengacara Eleora ibu Adam semasa hidup dan sekarang membantu Adam meski awalnya Adam menolak menerima bantuan pengacara Harven terutama berkaitan dengan harta milik ibunya, tapi setelah diberi pengertian oleh pengacara Harven kalau dia tidak boleh terus menolak menerima semua itu karena hanya dia satu satunya ahli waris Eleora dan Brian. Meski seluruh kekayaan pria itu sudah dibagi menurut kesepakatan bersama saat itu tetap saja ada kemungkinan Istri sang Daddy sekarang dan Geo putra angkat Eleora berniat merebut harta miliknya karena pengaruh dua perempuan yang sekarang berada dirumah keluarga Maxwell.
"Aku ingin mulai mengambil milikku",ucapnya yang membuat pengacara Harven terdengar terkejut.
"Maksud tuan muda?!".
''Aku ingin masuk keperusahaan Maxwell".
__ADS_1
"A... .anda serius?!".
Harven masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya sekarang karena selama ini Adam selalu menolak untuk ikut campur dalam urusan keluarga Maxwell meski sudah tidak menolak harta Eleora.
"Iya...jadi bisa kau mengurusnya?".
"Tentu saja tuan muda.Tuan Brian pasti senang mendengar Khabar ini".
"Jangan berani memberitau siapapun soal ini apalagi pria tua itu!",larang Adam dengan nada dingin.
"Tapi beliau pasti tetap tau tuan muda lalu kenapa anda menyembunyikannya".
"Aku tau tapi untuk sekarang sebelum aku benar benar akan masuk kesana jangan kau katakan apapun pada pria tua itu".
"baiklah jadi mulai kapan anda berencana masuk kesana?".
"Dalam waktu dekat setelah urusan Amera dan pria brengsek itu selesai jadi aku bisa merasa sedikit tenang kalau harus membiarkannya tidak dalam pengawasanku".
"Oh baiklah....terserah anda saja asal anda benar benar serius berniat masuk keperusahaan".
"Tentu saja aku serius sekarang Harven karena sepertinya waktuku diam sudah berakhir.Kalau aku terus diam mereka akan semakin berbuat sesuka hati nantinya".
"Saya akan menjadi pendukung Anda tuan muda".
"Terimakasih Harven".
"Tidak masalah tuan muda. Ibu anda disurga sana pasti senang karena akhirnya anda tidak keras kepala lagi seperti sebelumnya".
Adam tidak mengatakan apa apa lagi melainkan mematikan panggilannya dengan pria itu lalu duduk diam dengan pikirannya.
Adam sebenarnya tidak berniat kembali kekeluarga Maxwell apa lagi perusahaan tapi mengingat apa yang terjadi pada Amera sekarang membuatnya merasa marah pada dirinya karena tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu perempuan itu dengan posisinya sekarang.
Selain itu dia tidak ingin anaknya atau Amera akan terus menerus dihujat nantinya karena itu dia harus menjadi kuat dengan mengalahkan egonya dulu.
Apalagi sekarang Ariana sudah kembali entah kenapa Adam merasa cemas apalagi setelah melihat rekaman Cctv saat dikafe antara Ariana dan Elvan dia merasa hubungan mereka berdua tidak biasa dan dia sangat khawatir soal itu meski belum yakin tapi sepertinya sekarang dia memang harus benar benar kembali menjadi Adam Maxwell untuk melindungi Amera dan anaknya.
__ADS_1