
"Siapa?Istrimu? Apa maksudmu Dam?",tanya Brian terkejut.
Adam menatap pria tuan itu lalu kembali menatap kearah Geo yang saat itu juga terkejut seperti Brian.
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian karena itu masalah pribadiku".
"Adam!!!Tapi aku ini Daddymu dan sekarang aku sedang bertanya tentang perempuan yang kau katakan sebagai istrimu itu.Apa sebenarnya maksudmu?Apa kau menikah diam diam tanpa memberitahuku begitu?!".
"Sudah kukatakan aku tidak akan menjelaskan apapun pada anda tuan Brian karena status kita sekarang hanya atasan dan bawahan dan untukmu Geo masalah kita belum selesai".
"Apa lagi yang kau inginkan?Apa kau masih ingin memukulku lagi?",balas Geo sinis.
"Tidak tapi..aku akan menuntutmu dipengadilan karena apa yang kau lakukan hari ini pada Ameraku Geo",ucap Adam yang membuat Geo dan Brian lagi lagi terkejut mendengar apa yang dikatakan Adam .
"Adam kau sudah gila!!".
"Anda menuduh saya gila tuan Brian?Ya itu benar saya sudah gila karena apa yang tadi dilakukannya pada istriku hingga membuat kami hampir gagal menjadi orang tua kalau aku terlambat sedikit saja membawanya kerumah sakit tadi".
" A..apa?Memangnya apa yang sudah kau lakukan pada perempuan tidak bersalah itu Geo!!!",bentak Brian dengan sangat marah bahkan lebih marah dari sebelumnya pada pria yang sudah menjadi putranya lebih dari seperempat Abad itu.
"Dad...aku tidak bermaksud melakukannya semuanya terjadi secara reflek karena dia muncul disaat kami sedang bertengkar hebat jadi...".
"Cukup Geo kali ini aku tidak akan membelamu lagi jadi sebaiknya kalian berdua keluar dari ruangan ku dan selesaikan masalah kalian sendiri.Aku juga tidak perduli kalau dengan apa yang kalian lakukan ini kita menjadi bangkrut.Sekarang keluar kalian semua jangan lagi berada diruangan ku!!",bentak Brian lalu memerintahkan pengawalnya untuk mengusir Adam dan Geo keluar dari sana.
Adam langsung keluar begitu Brian memerintahkannya sementara Geo masih tampak ragu sampai pengawal Brian mengeluarkannya dengan paksa.
"Sebaiknya kau segera menunjuk pengacara untuk membelamu Geo karena aku tidak main main dengan ancamanku tadi yang akan menuntutmu dipengadilan karena apa yang kau lakukan tadi pada istriku".
Geo tersenyum sinis mendengar ucapan Adam.
"Kau pikir aku akan takut mendengar ancamanku itu?Tidak akan sebaiknya kau yang bersiap untuk kalah menghadapiku nanti Dam".
"Kau terlalu percaya diri Geo dan aku khawatir kepercayaan dirimu itu akan menghancurkanmu nanti begitu juga dengan cinta butamu pada Ariana sebaiknya kau hilangkan karena Ariana bukan gadis yang pantas mendapatkan perasaanmu itu".
"Cukup!!Kau menuntutku karena apa yang kulakukan pada perempuan yang kau akui sebagai istri itu! Tapi aku juga bisa melakukan itu padamu kalau kau terus saja menghina Ariana semaumu!!".
__ADS_1
"Aku mengatakan itu karena kau adalah anak yang disayang oleh ibuku dulu tapi kalau kau pikir apa yang aku katakan ini tidak benar dan kau lebih percaya pada perkataan Ariana itu urusanmu Geo seperti kata tuan Brian tadi mari kita urus urusan kita sendiri mulai sekarang termasuk dalam Pekerjaan".
Setelah mengatakan itu Adam pergi meninggalkan Geo yang masih terdiam ditempatnya dan mencoba mencerna apa yang baru saja Adam katakan padanya baru setelah dia bisa berpikir jernih dia juga pergi dari depan ruang Brian dengan berbagai rencana memenuhi otaknya.
***
Setelah berpisah dengan Geo Adam langsung berniat kembali lagi kerumah sakit untuk menemui Amera yang tadi masih pingsan waktu ditinggalkannya dengan Veronica yang dimintanya menemani sementara dia pergi.
***
Dirumah sakit.
"Mer kau sudah sadar?!",ucap Veronica dengan wajah lega begitu melihat Amera membuka matanya.
"Vero?Dimana aku sekarang?",tanya Amera dengan memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Jangan banyak bergerak dulu Mer karena kau baru sadar setelah pingsan dari tadi pagi ".
"Kepalaku sakit",celetuk Amera dengan menyentuh kepalanya yanng terasa pusing.
"Dimana Adam?",tanya Amera dengan melihat kesekeliling ruang rawatnya berharap melihat sosok Adam disana.
"Adam sedang keluar karena ada sedikit urusan tapi akan kuhubungi dia dan mengatakan kalau kau sudah sadar Mer",ucap Veronica dengan mengambil ponselnya untuk menghubungi nomor Adam yang dibalas Amera dengan anggukan lemah karena dia masih merasakan kepalanya pusing.
"Ya kak Vero",jawab Adam didering pertama Veronica menelponnya.
"Dimana kau?",tanya Veronica langsung.
"Aku sedang dijalan menuju rumah sakit ada apa?"..
Veronica ingin mengatakan kalau Amera sudah sadar tapi dilarang Amera malah dia meminta ponsel ditangan Veronica itu.
"Adam...",panggil Amera dengan suara masih terdengar lemah yang membuat Adam reflek terdiam diujung telpon sana.
"Dam...",panggil Amera lagi dengan suara lebih keras meski saat melakukan itu kepalanya berdenyut.
__ADS_1
"Mer... Sayang kau sudah sadar?",tanya Adam dengan suara terdengar lega.
"Emm.."jawab Amera.
"Syukurlah sayang sekarang aku sudah dekat dengan rumah sakit tinggal sekitar 5 menit lagi aku sampai ".
"Ya...Dam balas Amera lalu mematikan telpon Veronica dan memberikan benda pipih itu pada siempunya.
"Jadi dimana dia?",tanya Veronica dengan membantu Amera yang berusaha bersandar dikepala tempat tidur.
"Dia bilang sedang menuju kemari dan sebentar lagi sampai",terang Amera yang diangguki oleh Veronica.
"Apa kau tidak ingin menayakn sesuatu padaku Ver terutama tentang hubungan ambiguku dengan Adam sekarang",celetuk Amera yang langsung dijawab gelengan oleh Veronica.
"Kenapa?",tanya Amera terlihat kecewa.
"Adam sudah menjelaskan semuanya padaku tadi sebelum dia meninggalkan diri mu bersamaku".
"Benarkah?",ucap Amera dengan nada kecewa karena ternyata Adam sudah lebih dulu memberitau Veronica yang sebenarnya sangat ingin dilakukannya nanti.
"Ya sekarang berhenti bicara dan istirahat saja supaya kondisimu cepat pulih Mer",bujuk Veronica yang dijawab anggukan oleh Amera dengan meminta Veronica untuk membantunya merebahkan tubuhnya seperti tadi.
"Sayang....",panggil Adam dengan langkah tergesa gesa menghampiri Amera yang rebahan ditempat tidur.
"Adam...",balas Amera dengan tersenyum pada pria itu.
"Aku sangat mencemaskan kalian untung saja kalian berdua tidak papa menurut dokter yang memeriksanya tadi Mer",ucapnya dengan memeluk tubuh Amera dihadapan Veronica yang langsung berjalan keluar meninggalkan mereka berdua yang terlihat sangat mesra seolah dunia milik mereka saat itu.
"Aku akan keluar silahkan kalian berdua bicara dulu",ucap Veronica dengan keluar dari ruangan itu.
Adam mengangguk kearah Veronica.
"Ya kak Vero terimakasih karena sudah membantuku menjaga Amera,ucap Adam yang dijawab lambaian tangan oleh Veronica.
Mohon tinggalkan like dan komen kalian ya reader supaya autor semakin semangat upnya😁😁
__ADS_1