Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
57.Aku Seperti Berada Di Medan Perang.


__ADS_3

"Bagaimana hari pertamamu bekerja dikantor Maxwell?".


Amera bertanya dengan membantu Adam melepaskan dasi pria itu yang baru saja pulang bekerja.


"Seperti berada di Medan perang",jawab Adam dengan meraih pinggang Amera dan menelusupkan kepalanya ke ceruk leher perempuan itu untuk menghirup aroma tubuh Amera yang bisa menenangkan nya seketika setelah seharian tadi berada dikantor Maxwell yang penuh tekanan.


"Pasti berat sekali untukmu".


Amera mengecup sekilas bibir pria itu sebagai ungkapan perduli dengan perasaan Adam sekarang.


"Tapi tidak masalah karena itu cukup menyenangkan untuk ku yang akhir akhir ini sedikit bosan".


"Bosan?Kenapa kau bosan?Apa karena aku atau ....".


Adam menggeleng aku tidak akan pernah merasa bosan padamu Sayang tapi aku bosan karena hanya bisa memelukmu dibelakang orang seperti ini".


"Lalu apa maumu? Bukan kah ini menyenangkan karena tidak ada wartawan atau paparazi yang mengganggu hidup kita".


"Aku tau tapi itu tidak cukup".


"Kalau begitu bagaimana maumu?",tanya Amera dengan menyentuh wajah Adam penuh perasaan.


"Ayo kita umumkan pernikahan kita Sayang ",pinta Adam dengan wajah memohon.


"E...apa benar itu yang harus kita lakukan Dam tapi kau baru saja masuk kedalam perusahaan Maxwell kalau kita melakukannya bagaimana kalau bisa menimbulkan scandal panas bagimu yang merupakan pewaris utama perusahaan Maxwell".


"Aku bukan pewaris utama Mer jadi kurasa apa yang kulakukan tidak akan membuat ku terlibat scandal nantinya".


"Maksudmu?".


Adam menarik tubuh Amera keranjang untuk membawanya duduk ditepi ranjang mereka itu sebelum mulai bicara.


"Dalam beberapa hari ini dia akan mengumumkan Geo sebagai wakilnya diperusahaan kehadapan publik".


Ekspresi Amera langsung berubah terkejut.


"Kenapa?!Bukankah kau yang seharusnya berada diposisi itu lalu kenapa dia yang menempati posisi itu!".


Adam menghembuskan nafasnya keras lalu menjatuhkan tubuhnya keranjang.

__ADS_1


"Aku tidak tau",ucapnya dengan menatap langit langit kamar mereka.


"Tidak tau?Lalu dia menempatkan mu dimana?Apa diposisi sama pentingnya seperti Geo?".


Adam menggeleng"Aku menjadi direktur keuangan menggantikan Geo".


"Benar benar keterlaluan sebenarnya...".


Adam meletakkan jarinya kebibir Amera menyuruhnya berhenti bicara yang membuat Amera langsung mengerutkan keningnya.


"Kupikir awalnya memang keterlaluan tapi setelah sehari aku bekerja menggantikan Geo dibagian keuangan banyak hal tak terduga yang aku temukan meski belum pasti entah mengapa aku merasa dia sengaja meletakkan aku diposisi itu saat ini begitupun Geo sepertinya bukan tanpa pertimbangan dia membuat Geo menjadi orang nomor 2 diperusahaan".


"Apa benar seperti itu?Bukankah kau bilang pertemuan pertama kalian kemarin sangat menyebalkan".


"Ya....benar tapi kalau dipikir ulang tidak seburuk itu.Mungkin dulu aku masih terlalu muda jadi aku selalu ingin menentang semua apa yang dikatakan dan dilakukannya karena hanya melihat dari sisi buruk apa yang sudah dia lakukan pada Mommyku".


"Maksudmu?".


"Kurasa sekarang aku lebih bisa memandang sesuatu bukan hanya dari sudut pandang ku saja tapi juga dari sudut pandang nya meski akan sulit membuat hubungan kami Kembali menjadi hubungan ayah dan anak yang normal tapi kurasa aku tidak membencinya seperti dulu lagi".


Tiba tiba Amera memeluk Adam erat dengan menyandarkan kepalanya didada pria itu.


"Kurasa itu bagus.Apalagi tidak lama lagi kau juga akan menjadi seorang ayah jadi dari apa yang kau alami sekarang kau bisa belajar untuk menjadi ayah yang membanggakan bagi anak kita nanti".


"Anak anak?Apa maksudmu?".


Seketika Amera langsung mendongak kearah Adam terkejut.


"Ya ...anak anak.Apa kau pikir aku hanya akan punya satu anak nantinya kau salah aku ingin punya banyak anak denganmu agar rumah kita tidak sunyi dan anak kita tidak kesepian karena dia punya banyak saudara untuk temannya bermain nanti".


"Adam!!!Kau pikir hamil melahirkan itu mudah apa?!",teriak Amera kesal.


"Tentu saja dimana sulitnya",balas Adam dengan memasang ekspresi bingung.


"Kalau itu mudah kau saja yang hamil menggantikan aku sekarang dan seterusnya nanti!",bentak Amera marah dan berniat bangun dari posisinya diatas tubuh Adam tapi segera dicegah Adam.


"Jangan marah aku hanya bercanda saat mengatakan itu".


"Itu bukan sesuatu yang lucu jadi....".

__ADS_1


"Aku tau.Itu bukan sesuatu yang lucu tapi tidak perlu terlalu membuatmu tertekan".


"Kau yang membuatku tertekan dari awal apa kau lupa?".


Adam menggeleng"Tidak tapi kau memang harus ditekan seperti itu agar kau tidak keras kepala".


"Kau bilang aku keras kepala?Bagaimana bisa?".


"Ya kau keras kepala dan sekarang juga kembali keras kepala lagi".


"Aku tidak!Jangan sembarangan menuduhku".


protes Amera tidak suka dengan penilaian Adam padanya.


"Kau keras kepala dan aku tidak suka itu Mer",tekan Adam yang membuat Amera kembali kesal.


"Dalam hal apa aku keras kepala?Jangan menuduhku sembarangan Dam".


"Dalam hal pernikahan kita".


"Hah!Aku tidak merasa Bukankah aku sudah...".


"Kau selalu menolak kita mengumumkan pernikahan kita dan merasa tidak keberatan saat semua orang menghinamu dan calon anak kita.Apa itu tidak kau sebut keras kepala padaku".


"Dam itu masalah yang berbeda dan kuharap kau bisa mengerti".


"Itu masalah yang sangat penting Mer dan aku lelah untuk mengerti!".


Amera seketika terdiam karena perdebatan mereka terasa semakin memanas dalam membahas soal keinginan Adam yang ingin mengumumkan pernikahan mereka kepublik yang entah kenapa itu terasa sangat menakutkan bagi Amera.


"Sebaiknya kau pikirkan itu dengan serius karena beberapa bulan lagi kehamilanmu akan semakin terlihat dan kita juga tidak bisa terus pura pura punya hubungan yang terlihat ambigu seperti ini dihadapan semua orang".


"Apakah harus secepatnya Dam.Apa tidak bisa lebih lama lagi karena..".


Wajah Amera terlihat gelisah entah kenapa dia sangat tidak ingin melakukan keinginan Adam yang satu itu,bukan berarti dia main main dengan pernikahan mereka sekarang tapi banyak hal yang membuatnya merasa ragu dan tidak bisa dikatakannya pada Adam yang meski dikatakannya juga tidak akan bisa dimengerti oleh pria itu apa sebenarnya yang membuatnya cemas seperti ini kalau semua orang tau tentang hubungan mereka sebenarnya nanti.


Melihat ekspresi Amera Adam yang semula kesal menjadi merasa bersalah karena sepertinya dia sudah sangat menekankan keinginannya meski itu memang harus segera meraka lakukan tapi tentu saja dia tidak ingin membuat Amera merasa semakin tersiksa karenanya nanti.


"Itu memang tidak bisa ditunda terus jadi berusahalah percaya padaku Mer.Semua pasti akan baik baik saja meski semua orang tau bagaimana hubungan kita".

__ADS_1


"Aku percaya padamu tapi...".


"Tutup matamu dan berhentilah menghawatirkan apa yang belum tentu terjadi jadikan aku sebagai sandaran mu karena aku cukup kuat dari yang terlihat Sayang",bujuk Adam dengan menarik Amera kedalam pelukannya untuk memberikan ketenangan pada perempuan yang sangat berarti untuknya itu.


__ADS_2