
"Elvan!".
Panggil Ariana begitu masuk kedalam kantor pria itu.
"Dia tidak disini",jawab Melisa yang tiba tiba saja sudah berdiri dibelakang Ariana dengan menatap kearah Ariana sinis.
"Dimana dia?",tanya Ariana dengan membalikkan tubuhnya menatap perempuan itu dengan tatapan serupa bahkan lebih dingin.
"Entahlah.Mungkin saja sekarang dia sedang bersama perempuan simpanannya yang lain",balas Melisa dengan mengedikkan bahunya seolah tidak perduli membuat Ariana langsung berjalan mendekat kearah perempuan cantik dengan pakaian sangat sexy itu.
"Sepertinya kau iri padaku ya karena itu kau sengaja mengatakan itu barusan",tunjuk Ariana pada perempuan itu yang dibalas Melisa dengan mengibaskan tangan Ariana yang berada tepat didepan wajahnya dengan kesal.
"Iri?Kau hanya salah satu dari sekian banyak perempuan pemuas ranjang Elvan saja.Untuk apa aku iri padamu!",balas Melisa dengan tajam.
"Apa!Perempuan pemuas ranjang bagi siElvan.Hah! Melisa sepertinya kau salah menafsirkan kedekatan kami selama ini ya...",ucap Ariana sinis menatap kearah perempuan itu.
"Salah?Kurasa kau yang salah menafsirkan sikap Elvan padamu.Kau memang muda cantik tapi..".Melisa mengatakannya sambil menatap Ariana dari atas kebawah yang memang terlihat sangat sempurna sebagai seorang perempuan wajar saja kalau Elvan sangat tertarik pada perempuan muda yang baru berusia 23 tahun itu.
"Kau lupa mengatakan kalau aku juga sa...ngat kaya Melisa bahkan dengan sekali jentikan jari aku bisa membeli Agenci ini dan mendepak orang sepertimu dari dunia Entertainment ini...",jawab Ariana sinis pada Melisa.
"Kau!...".
__ADS_1
Melisa mengepalkan tangannya dengan erat mendengar apa yang baru saja dikatakan perempuan menyebalkan itu yang sudah membuatnya tidak ada harganya lagi dimata Elvan padahal dia sudah sangat bersusah payah untuk bisa sampai ketitik sekarang tapi begitu Ariana datang seorang perempuan yang buta dengan dunia Entertainment tapi merupakan putri dari pengusaha besar sekelas Brian Maxwell posisi yang didapatnya dengan menyingkirkan Amera saat itu tiba tiba langsung berpindah keperempuan menyebalkan itu.
Bukan hanya Elvan yang berpindah tidak menganggap keberadaannya lagi tapi seluruh pekerjaan diAgency ini yang dulu menjadi milik Amera sekarang diberikan pada si Ariana menyebalkan itu.
"Ya...Aku Ariana Maxwell.Kau tau nama itu bukan?",ucap Ariana sinis.
"Dasar Perempuan tidak tau diri",dengus Melisa dengan berbalik berniat pergi untuk meninggalkan Ariana tapi sebelum dia pergi menjauh tiba tiba Ariana mencekal lengannya karena melihat sosok Elvan yang berjalan mendekat kearah mereka.
Melisa terkejut hingga membuatnya hampir terjatuh dan membuatnya sangat marah pada Ariana.
"Ariana!",bentak Melisa keras tanpa tau kalau dibelakangnya ada Elvan berjalan mendekat.
"Ada apa ini! Kenapa kau berteriak sekeras situ pada Ariana Melisa?!",bentak Elvan yang tiba tiba sudah berada dibelakangnya membuat ekspresi Melisa seketika berubah pucat.
"Urusanku sudah selesai karena itu aku kembali kenapa?!".
"Secepat itu.Bukankah kau pergi untuk bertemu dengan Laura tapi kenapa sekarang kau sudah kembali?",celetuk Melisa lagi.
"Melisa!!Apa kau sedang longgar sekarang karena itu kau lebih mengurusi masalah ku dari pada bekerja.Ingat posisi mu disini.Pergi bekerja sana kalau kau masih ingin terus bekerja di Agenciku tapi kalau tidak silahkan kau kemasi barangmu dan keluar dari sini.Itu kalau kau sanggup membayar kompensasi kalau tidak bekerja sana kontrakmu masih 5 tahun lagi dengan Agenci dan tidak akan putus kecuali Agenci ini bangkrut".
Mendengar semua itu wajah Melisa menjadi pucat pasi lalu pergi meninggalkan tempat itu meninggalkan Ariana yang tersenyum penuh rasa puas mendengar apa yang baru saja dikatakan Elvan untuk Melisa yang langsung tidak bisa berkutik.
__ADS_1
"Apa kau tidak keterlaluan padanya Van?",tanya Ariana dengan berjalan masuk kedalam kantor pria itu lalu duduk disofa yang diikuti Elvan.
"Keterlaluan?Kurasa dia tau apakah aku tadi keterlaluan atau tidak Ariana".
Ariana mengedikkan bahunya mendengar itu.
"Oh iya kenapa kau datang tiba tiba seperti ini?",tanya Elvan dengan menarik Ariana mendekat yang langsung ditolak Ariana.
"Kenapa?", tanya Elvan kecewa.
"Aku tidak mau karena kau baru saja bersama perempuan lain benar begitu bukan",jawab Ariana tak kalah kesal pada pria satu itu yang berani mempermainkan dirinya meski dia pun tidak serius dengan Elvan tapi dipermainkan laki laki...Tidak akan pernah Sudi diterimanya kecuali Adam...Ahk kalau mengingat nama itu dadanya terus saja merasa sangat sesak dan sakit lalu timbul rasa marah juga perasaan semakin benci pada perempuan bernama Amera yang sekarang sedang bersama pria yang harusnya menjadi miliknya itu.
"Akh.... Sial.Ini semua gara gara Melisa menyebalkan itu dia harus kuberi pelajaran nanti",maki Elvan kesal karena niatnya untuk bisa menikmati permainan short time bersama gadis cantik dan sexy dihadapannya itu gagal padahal tadi dia sengaja meninggalkan Laura dikamar hotel perempuan itu saat mendengar kalau Ariana akan datang kekantornya, karena baginya bercumbu dengan Ariana yang tidak pernah menuntut apapun darinya itu terasa sangat menyenangkan dari pada dengan perempuan lain yang selalu punya niat tersembunyi dalam mendekatinya kecuali Amera.Ah setiap kali nama itu muncul dipikirnya perasaan menyesal selalu muncul dalam dirinya karena keteledoran nya membuat dia harus kehilangan perempuan yang sangat berharga itu, bukan hanya dalam hal Asmara tapi juga pekerjaan. Karena sampai detik ini kemampuan Amera tetap yang terbaik menurutnya dan yang tercantik meski Ariana juga cantik tapi kecantikan mereka berdua sangat jauh berbeda.
"Kenapa kau marah Van.Aku bilang tidak ingin melakukan nya sekarang denganmu bukan berarti dilain waktu aku juga akan menolaknya",terang Ariana yang membuat Elvan menyugar rambutnya kesal.
"Lain waktu dalam kamusmu itu aku tau akan cukup membuatku sangat tersiksa Ariana",balas Elvan kesal.
"Anggap saja hari ini kita impas.Kau pernah menolakku sekali dan hari ini aku juga menolaknya, kita impas bukan".
"Baiklah lupakan soal urusan dari perut kebawah, sekarang katakan apa keperluanku menemuiku?Oh iya seharusnya sore ini kau ada pemotretan iklan bukan kenapa kau ada disini?",tanya Elvan heran.
__ADS_1
"Aku tidak suka iklan yang harus kukerjakan sekarang itu, jadi kau suruh saja Melisa menggantikan nya kurasa dia akan merasa senang melakukannya",terang Ariana tidak perduli.
"Apa!Tapi saat itu kau sudah setuju melakukannya bahkan kau sendiri yang menawarkan diri saat aku berniat memilih Melisa yang melakukan pekerjaan ini lalu kenapa sekarang kau tiba tiba menolak melakukan pekerjaan yang seharusnya kau lakukan.Apa kau sama sekali tidak berniat menjadi seorang artis profesional Ariana!",tanya Elvan kesal.