
"Adam!".
Adam langsung menoleh kesumber suara yang memanggilnya.
"Ariana ada apa?", tanya nya dengan nada dingin dan berniat melanjutkan langkahnya menuju gedung kantor Maxwel,tapi sebelum dia semakin jauh melangkah Ariana buru buru menyusulnya dan berusaha menarik lengannya memintanya untuk berhenti.
"Aku ingin bicara denganmu",pintanya dengan sedikit memaksa.
Adam menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap perempuan itu.
"Apa yang ingin kau bicarakan.Aku tidak punya waktu untuk meladeni basa basi tidak pentingmu itu sekarang".
"Adam pliss...",pinta Ariana dengan ekspresi memohon.
Adam menepis tangan Ariana yang berada di lengannya lalu berjalan pergi begitu saja dari hadapan Ariana membuat perempuan itu kembali berusaha mengejarnya bahkan sampai mereka berada didalam lift yang akan membawanya naik keruangannya.
"Apa kau akan terus mengikutiku seperti ini",hardik Adam dengan dingin meski saat itu mereka hanya berdua saja didalam lift.
"Sudah kukatakan aku ingin bicara denganmu tapi kau tidak mau mendengarkannya karena itu aku akan terus mengikutiku sampai kau mau".
"Katakan saja sekarang.Kau ingin bicara apa karena setelah sampai diruanganku aku tidak punya waktu lagi meladenimu".
Mendengar perkataan Adam Ariana kembali meraih tangan pria itu tapi kembali ditepis Adam seperti sebelumnya.
"Dam..",protes Ariana dengan sikap dingin Adam saat itu.
"Dilift ini ada Cctvnya yang terhubung langsung keruang keamanan kantor dan aku aku tidak ingin semua orang bisa melihat apa yang kau lakukan padaku sekarang jadi kalau kau ingin bicara bicara saja dari tempatmu sekarang jangan mendekat".
Reflek Ariana menoleh kekamera Cctv yang dikatakan Adam lalu dengan kesal dia kembali berdiri ditempatnya semula seperti perintah Adam.
"Baiklah aku akan bicara disini meski tidak nyaman".
"Bicara saja sekarang!",perintah Adam dengan menatap kearah Ariana dingin.
"Kenapa kau kembali?Maksudku kenapa kau memutuskan untuk masuk keperusahaan Maxwell sekarang?".
"Kenapa kau menanyakan itu?",tanya Adam dengan wajah dingin.
__ADS_1
"Tentu saja karena aku perduli padamu Dam!".
"Kalau kau perduli seharusnya kau mendukungku untuk kembali masuk keperusahaan Maxwell tapi kenapa kau malah seolah melarangku?Apa karena Geo?".
Ariana buru buru menggeleng.
"Bukan.Sudah kukatakan aku tidak punya hubungan apa apa dengan Geo karena sejak awal yang kucintai itu adalah kau Dam".
Adam tersenyum sinis mendengar perkataan Ariana.
"Siapa yang sedang berusaha kau tipu Ariana?Aku Geo atau dirimu sendiri?".
"Dam...pliss percaya padaku sekarang".
"Sudahlah aku tidak ingin membahas masalah ini lagi denganmu karena aku juga tidak perduli lagi dengan kalian".
Adam mengangkat tangannya dihadapan Ariana saat mengatakan itu.
"Tapi kita perlu membahasnya terutama alasan kau kembali keperusahaan ini.Apa itu karena perempuan yang sedang dekat denganmu itu sekarang?".
Adam langsung mengernyitkan dahinya mendengar apa yang dikatakan Ariana.
"Karena aku merasa ini tidak seperti dirimu Adam!",balasnya mulai terbawa emosi mengingat perempuan yang sedang dekat dengan pria yang dicintainya itu sekarang.
"Tidak seperti diriku? Lalu seperti apa diriku?Apa yang diam saja saat kalian semua menyakitiku seperti sebelumnya bahkan aku dengan bodohnya pergi begitu saja dari rumahku tanpa membawa apa apa sementara disitu ada hakku sebagai putra Brian dan Eleora begitu?!!!",hardik Adam dengan marah.
Wajah Ariana memucat mendengar semua yang dikatakan Adam dan berusaha kembali mendekat kearah pria itu tapi sebelum dia berhasil meraih tangan Adam Adam lebih dulu melarangnya membuat Ariana terpaksa kembali mudur kebelakang.
"Tapi itu demi kebaikanmu Dam kalau kau tetap berada disana kurasa kau tidak akan ada lagi sekarang",ucap Ariana lirih.
"Kebaikanku?Kau pikir selama ini hidupku mudah Ariana?Tidak! semuanya sangat sulit sampai detik ini pun masih sulit.Itu semua karena kalian semua yang sudah mempengaruhi Daddyku untuk membenciku".
"Aku tidak Adam!",teriak Ariana merasa tidak terima dianggap Adam sebagai penyebab penderitaan pria itu karena selama ini bukan hanya selama ini tapi selama hidupnya menjadi putri Stella dia juga selalu menderita yang disebabkan oleh Ibunya.
"Tidak?Tidak apa Ariana.Kau sama saja seperti mereka.Bahkan kau yang paling kejam diantara mereka semua.Kau meninggalkan aku dengan alasan kita sudah menjadi saudara tiri lalu pergi begitu saja disaat aku bahkan tidak punya siapa siapa dan tidak bisa melakukan apa apa karena kecelakaan yang kualami saat itu dengan alasan ingin kuliah keluar negeri tanpa berpaling sedikit pun padaku, tapi tidak lama setelah berada disana kau menjalin hubungan dengan Geo.Kau pikir aku tidak tau semua itu.Dasar perempuan brengsek!".
Adam menatap Ariana dengan sinis saat mengatakannya membuat hati Ariana sangat sakit karenanya.
__ADS_1
"Aku terpaksa melakukannya Dam agar kau tetap baik baik saja saat itu",jawab Ariana lirih.
Adam menarik nafas keras dengan tatapan tidak lepas dari perempuan itu yang membuatnya sangat marah dari dulu sampai sekarang.
"Tidak perlu membela dirimu lagi Ariana.Karena aku tidak perduli akan hal itu ".
Ariana menggeleng kan kepalanya.
"Kau dulu selalu bertanya apa alasanku meninggalkanmu bukan?!Sekarang akan aku katakan padamu apa alasanku sebenarnya melakukan itu agar kau tidak lagi berpikir aku ini perempuan jahat Dam".
Adam tersenyum sinis mendengar itu.
"Sudah kukatakan sekarang semua itu percuma jadi simpan saja penjelasanmu itu untuk dirimu sendiri dan berhenti menggangguku Ariana karena aku tidak suka".
"Kau jahat Dam!Kenapa aku selalu kau salahkan karena pernah meninggalkanmu!Sementara dia tidak!",teriak Ariana keras dan saat mendengarnya Adam langsung memicingkan matanya.
"Siapa yang kau maksud itu Ariana?!",hardik Adam marah.
"Dia perempuan mura*an yang sedang dekat denganmu itu!".
Tatapan Ariana nyalang menatap kearah Adam saat mengatakan tentang Amera yang membuat Adam harus mengepal kan tangannya untuk menahan kemarahannya saat itu karena mendengar Ariana menyebut Amera perempuan murahan.
"Jangan berani lagi kau menyebutnya seperti itu Ariana karena aku tidak akan diam saja lain kali".
"Bukankah itu benar!?Atau jangan jangan kau belum tau tentang itu karena itu kau masih tetap berpikir dia perempuan yang baik".
"Ariana hentikan sebelum aku benar benar tidak bisa menahan diri lagi sekarang!",hardik Adam dengan menatap nyalang kearah Ariana membuat Ariana merasa diatas angin karenanya.
Ariana tersenyum sinis pada Adam melihat bagaimana ekspresi Adam saat itu.
"Dia menipumu tapi kau dengan bodohnya tetap menganggap dia perempuan baik baik sementara aku yang benar benar tulus mencintaimu bahkan rela mengorbankan diriku agar kau tetap bisa hidup kau anggap brengsek!Sangat menyebalkan!".
"Ariana berhentilah sebelum aku menyakitimu",hardik Adam lagi tapi tidak didengarkan oleh Ariana
"Dam....apa kau tau kalau perempuan itu sekarang sedang hamil anak haram dengan pria yang bahkan tidak diketahui siapa namanya dan aku yakin dia mendekatimu karena tau kau adalah .."
Ting!
__ADS_1
"Siapa yang sedang hamil Ariana?!".