
"Dok Bagaimana kondisi Daddy saya?!".
Begitu sampai dirumah sakit Adam langsung setengah berlari menuju ruang ICU dimana Brian berada dan begitu sampai didepan ruang ICU dia langsung bertanya pada dokter pertama yang dilihatnya baru keluar dari ruangan tempat Brian berada sekarang .
"Apa kau benar perduli pada Daddy atau hanya pura pura saja Dam?! Untuk menarik simpati orang dalam situasi seperti ini!".
Sindir Geo dengan wajah sinis mendengar apa yang baru saja ditanyakan Adam pada dokter yang merawat Brian.
"Berhentilah memprovokasiku Geo disini! Tidak seharusnya kita melakukan hal itu sekarang !",balas Adam yang membuat Geo langsung diam tapi tidak beranjak dari tempatnya karena dia juga berniat melakukan hal yang sama seperti Adam tadi saat dokter yang menangani Brian Maxwell keluar dari ruangan pria itu yang masih belum ada yang diijinkan untuk masuk saat itu karena kondisi Brian yang masih dalam tahap penanganan serius mengingat peluru yang ditembakkan Stella mengenai bagian dadanya meski tidak mengenai jantungnya tapi selain masalah itu usia Brian yang sudah tidak muda lagi membuat para dokter tidak bisa gegabah menanganinya khawatir itu membuat Brian Maxwell meninggal seketika karena meski sudah selesai dioperasi tapi kondisinya tidak bisa dikatakan baik sekarang.
"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan tuan Brian tuan Adam Maxwell harap anda mengerti dan bersabar karena kami sekarang sedang berusaha",terang dokter itu dengan wajah lelah yang terlihat jelas diraut wajahnya.
Mendengar itu Adam diam dengan wajah muram karena ucapan dokter tersebut benar benar tidak membuatnya merasa lega sama sekali.
"Kenapa hanya itu yang kau katakan Dok?Kami ingin mendengar hal pastinya bukan ucapan tanpa harapan seperti itu",ucap Geo dengan nada kesal pada dokter yang baru saja bicara dengan Adam yang tidak memberikan jawaban yang menyenangkan sama sekali baginya.
"Maaf tuan Geo Maxwell tapi kami juga tidak bisa memastikan apakah tuan Brian akan bisa kembali sadar lagi atau tidak meski operasi tuan Brian bisa dibilang sukses tapi peluru itu menembus dadanya dan darah yang hilang karena itu cukup banyak sebelum dia sampai dirumah sakit selain itu usia tuan Brian sekarang sudah tidak muda lagi jadi....". Dokter itu lalu terdiam tidak melanjutkan lagi ucapannya dengan wajah muram membuat Geo menjadi kesal melihat hal itu lalu berjalan mendekat kearah dokter itu,tapi sebelum dia berhasil mendekat Adam sudah lebih dulu mencekal Geo.
"Geo apa yang ingin kau lakukan! Ingat kita di Rumah sakit! Dan kau berniat membuat keributan! Sementara para dokter itu sedang berusaha menyelamatkan nyawa Daddy kita!".
"Apa dia sedang terlihat menyelamatkan nyawa Daddy?Dia hanya diam tidak melakukan apa apa dan begitu juga kita seolah sedang menunggu saat saat malaikat maut datang menjemput Daddy dihadapan kita!",teriak Geo penuh amarah.
__ADS_1
"Geo!Daddy masih ada kemungkinan sadar hanya tidak tau kapan jadi jaga ucapanmu jangan sampai ada orang yang mendengar dan berpikir kalau dia akan pergi!",bentak Adam kesal.
"Ah!Aku marah dan kesal karena tidak bisa melakukan apa apa dan hanya bisa menunggu seperti orang bodoh seperti ini sekarang!",balas Geo dengan menghentak tangan Adam agar melepaskan tubuhnya lalu dia berjalan pergi dari tempat itu.
"Kemana kau?!",teriak Adam pada Geo yang dibalas Geo dengan lambaian.
"Bekerja,kau pikir kemana?Masalah dikantor banyak dan Daddy belum tau kapan akan sadar jadi dari pada aku terus kesal tanpa kepastian disini lebih baik aku bekerja sekarang!".
Setelah mengatakan itu Geo pergi meninggalkan tempat itu.
"Dia benar benar akan pergi kekantor?",tanya Amera tidak percaya dengan ucapan Geo barusan.
"Mungkin tapi kurasa dia memang lebih baik pergi dari sini karena seperti yang dokter katakan kita tidak bisa melakukan apa apa sekarang",jawab Adam dengan wajah muram.
"Aku merasa bersalah pada Daddy sayang",ucap Adam dengan wajah sedih menatap kearah pintu ruang ICU dimana Brian berada sekarang.
"Aku bisa merasakan itu Dam tapi aku tau kamu tidak berniat melakukannya jadi berhenti menyalahkan dirimu karena aku yakin tuan Brian juga tidak ingin kamu seperti itu".
"Tapi...Aku belum pernah bersikap baik padanya dan disaat aku mulai membuka hatiku padanya dia ...".
Adam membenamkan wajahnya keceruk leher Amera yang dirasa Amera menghangat dengan tubuh Adam yang sedikit bergetar.
__ADS_1
Amera tidak mengatakan apa apa tapi memilih meraih tubuh Adam kedalam pelukannya karena dirasa sekarang itulah yang dibutuhkan Adam darinya.
Cukup lama Adam dalam kondisi itu bahkan pengacara Harven yang berniat mendekat langsung menyingkir saat melihat kondisi Adam saat itu dan membiarkannya menumpahkan perasaannya mungkin dengan begitu setelahnya dia bisa lega.
"Dam...".
Panggil Amera karena melihat Adam mulai tenang setelah melepaskan kesedihannya barusan.
"Hemmm".
"Kau sudah lebih baik?",tanya Amera lembut.
"Ya..kurasa...".
"Syukurlah",ucap Amera dengan meminta Adam mengangkat kepalanya dari ceruk lehernya.
Adam tidak menolak melakukannya karena dia tau kalau dia terus dengan posisi seperti itu Amera yang sekarang sedang Hamil bisa kelelahan nanti.
Adam menyandarkan tubuhnya dikursi samping Amera tapi kondisinya sudah lebih tenang dari sebelumnya saat itu.
"Kurasa kita hanya bisa menunggu benar bukan sayang?",ucapnya dengan menoleh kearah Amera yang mengangguk mendengar ucapan Adam.
__ADS_1
"Kalau dia lelah tidur dia pasti akan bangun nanti".
"Aku rasa juga begitu", balas Amera dengan tersenyum lembut pada Adam memberi pria itu kekuatan.