
"Bagaimana?",tanya Brian pada orang suruhannya tanpa basa basi.
"Sepertinya dia pria yang cukup dikenal oleh nyonya Stella tuan",terang orang suruhan Brian itu.
"Orang yang cukup dikenal dalam hal apa?", tanya Brian lagi.
"Masih kami selidiki karena baru beberapa waktu ini nyonya Stella menemui orang ini sementara yang sebelumnya dia hanya menyuruh seorang detektif swasta untuk mengikuti tuan Adam".
Brian terdiam mendengar keterangan anak buahnya mencoba mencari sendiri kepingan puzle yang tersebar disekeliling kehidupannya sekarang.
"Kau terus saja selidiki lalu bagaimana dengan aliran dana yang digunakan Stella?",tanyanya.
"Beberapa waktu ini lebih tepatnya sejak nyonya Stella bertemu dengan pria asing itu terdapat banyak pengeluaran dana diluar kebiasaannya menurut laporan yang saya dapatkan tuan".
"Apa ada rinciannya?",tanya Brian.
Anak buahnya itu langsung memberikan amplop coklat pada Brian.
"Ini tuan".
Brian lalu membuka Amplop itu dan begitu membacanya dahi tuanya semakin berkerut.
"Biaya untuk mobil baru,uang untuk sewa hotel juga uang untuk kebutuhan makan dibeberapa Restoran terkenal.Yang terakhir ini tidak aneh tapi mobil baru dan sewa hotel diGrand Paradise selama satu Minggu benar benar dia sangat royal pada pria ini",gumam Brian dengan meletakkan laporan itu dimejanya.
__ADS_1
"Seperti yang saya laporkan tadi tuan kalau sepertinya kali ini dia pria yang sangat dikenal oleh nyonya".
"Sepertinya begitu.Lalu mana foto pria itu",tanya Iman.
Anak buahnya itu langsung mengambil ponselnya untuk menunjukan foto pria yang sedang mereka bicarakan itu.
Lagi lagi Brian mengerutkan keningnya melihat foto pria yang ternyata sudah tidak muda lagi itu.Tapi bukan itu yang membuat Brian mengerutkan dahinya melainkan penampilan sipria baik Dari segi fisik maupun wajah...kerutan didahi Brian semakin dalam melihat wajah kasar pria itu yang terlihat tidak asing tapi dia merasa lupa dimana dia pernah melihat pria dengan wajah seperti itu dan untuk mengingatnya sepertinya dia perlu memutar ulang memori tuanya itu mulai saat ini agar tidak salah.
"Apa anda mengenalinya tuan?",tanya anak buahnya yang dibalas gelengan oleh Brian.
"Aku lupa mungkin karena faktor usiaku ini tapi aku yakin wajah itu pernah kulihat sebelum ini jadi selidiki Masalalu pria itu".
"Baik tuan".
"Oh iya bagaimana dengan orang yang aku minta untuk kau tugaskan mengawasi perempuan yang dekat dengan putraku itu.Apa ada yang dilaporkannya?".
"Kalau begitu katakan lah",perintah Brian dengan ekspresi wajah serius.
"Perempuan itu sejak beberapa hari yang lalu bekerja disebuah kafe.Bukan lebih tepatnya bekerja diKafe yang menjadi milik tuan muda",terang pengawal itu yang diangguki oleh Brian.
"Sepertinya hubungan mereka memang sangat dekat".
"Apa anda tidak berpikir lagi kalau tuan muda merasa kasihan pada perempuan itu yang baru mendapat masalah karena itu tuan muda menyuruhnya bekerja di Kafenya untuk membantunya ".
__ADS_1
"Aku tidak tau tapi jujur saja aku cukup tertarik untuk bisa bicara lebih banyak dengan perempuan itu nanti".
"Maksud anda tuan".
"Aku berniat menemuinya untuk bicara tanpa ada Adam".
"Oh...akan saya Carikan waktunya tuan",ucap pengawal itu lalu mengundurkan diri begitu Brian bilang tidak ada yang ingin diketahuinya lagi.
Brian menyandarkan tubuhnya kekursi kerjanya dalam diam mencoba berpikir karena entah mengapa wajah pria paruh baya yang tadi dilihatnya diponsel pengawalnya itu sangat mengganggu pikirannya tapi dia tidak bisa juga mengingatnya jadi dia mencoba membuka kembali File dalam amplop coklat yang diberikan anak buahnya tadi tentang pengeluaran Stella akhir akhir ini.
Sebenarnya sudah cukup lama dia meminta orangnya untuk mengawasi gerak gerik Stella baik dalam hal orang orang yang ditemuinya atau dana dana yang dipakainya. Mungkin diawal pernikahan dia memang sedang dibutakan oleh perasaanya pada perempuan itu yang terlihat sangat baik dihadapannya tapi sejak Adam diusirnya rasa aneh menggelitik perasaannya kenapa dia tega melakukan itu pada putra kandungnya sendiri yang dengan susah payah dimilikinya dulu bersama Eleora hanya karena marah dan berpikir Adam sangat pembangkang tanpa dia mencoba introspeksi diri kenapa pemuda itu jadi anak yang diluar kendalinya sejak dia menikahi Stella.
Diawal semua kekacauan dalam hidupnya dia mencoba tidak perduli dan selalu menganggap apa yang dilakukanya itu sudah benar sampai dia melihat Stella bersama seorang pria kedalam hotel.Awal rasa tidak percayanya pada perempuan itu dimulai lalu saat anak buahnya diminta untuk menyelidiki ternyata itu bukan pertama kalinya dilakukanya.
Brian masih mencoba bersabar dan memilih tidak perduli tapi semuanya dalam hal keuangan mulai terlihat aneh yaitu Stella mulai berinvestasi tanpa memberitahunya seolah sedang berusaha memindahkan harta miliknya ke tangannya dan puncaknya adalah saat dia meminta saham Eleora dan Adam untuk dialihkan menjadi miliknya karena menganggap mereka tidak membutuhkan nya lagi dengan alasan Eleora sudah mati sementara Adam bukan lagi anggota keluarga Maxwell atau bisa juga disebut dia bukan lagi putranya.
Pertama dalam pernikahan mereka Brian sangat marah pada perempuan itu dan mereka bertengkar hebat sampai dia mengungkit apa yang sudah Stella lakukan. dibelakangnya.Dia hampir saja menceraikan Stella saat itu tapi lagi lagi Stella berhasil membujuk Brian untuk memaafkannya dengan bantuan Geo dan Ariana.
Brian memang memaafkan nya tapi mulai waspada pada perempuan itu dengan mulai mencari informasi tentang keberadaan Adam lagi dari pengacara istrinya Harven.
Itulah titik balik dalam hidupnya meski terasa sudah terlambat tapi kali ini dia tidak ingin diam saja diinjak injak Stella.Jadi tanpa sepengetahuan perempuan itu dia mulai mengawasi gerak gerik perempuan itu dalam segala hal dengan sangat berhati hati karena setelah diselidiki ternyata Stella juga punya orang orang yang bekerja untuknya diperusahaan ini tanpa sepengetahuannya termasuk Geo yang sudah dibutakan oleh cintanya pada Ariana dan untuk hal itu Brian benar benar menyerah karena tidak bisa lagi memberitahunya supaya tidak berhubungan dengan Ariana yang merupakan boneka hidup Stella.
Brian menghembuskan nafasnya keras lalu memilih menyimpan laporan itu kedalam laci meja kerjanya lalu menguncinya dengan kunci sandi karena dilaci itu banyak file berharga miliknya meski sebenarnya ruang kerjanya yang sudah seperti tempat rahasianya itu punya Cctv yang diawasi oleh orang orang kepercayaannya jadi kalau ada orang yang berniat masuk kedalam ruang kerjanya tanpa sepengetahuannya itu akan sulit tanpa ketahuan.
__ADS_1
Tapi kembali lagi dia tidak ingin lengah karena bisa saja sewaktu waktu anak buah suruhan Stella bisa masuk kedalam ruang kerja ini tanpa diketahuinya dan mengambil hal penting miliknya yang ada didalam ruangan itu.
Kemungkinan itu selalu ada dan Brian ingin berjaga untuk itu.