
"Jadi semuanya baik baik saja kan Dok?."
Dokter kandungan yang mereka temui itu menganggukkan kepalanya lalu menjelaskan sekali lagi secara lebih detail bagaimana kondisi kehamilan Amera sekarang yang membuat wajah pasangan itu terlihat lega setelah mendengarnya penjelasan dokter barusan.
"Terimakasih sudah menjelaskannya dok,"Adam bangun dari duduknya diikuti oleh Amera lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan dokter itu sebelum berjalan pergi meninggalkan ruang praktek itu dengan menggandeng erat tangan Amera.
"Bagaimana perasaanmu sekarang Sayang?,"tanya Adam dengan tersenyum kearah Adam.
"Sangat bahagia,"jawabnya dengan menyandarkan tubuhnya kearah Adam.
"Kita temui Daddy sebentar baru setelah itu mari kita pulang karena kau pasti lelah sekarang,"ajak Adam yang diangguki oleh Amera dengan berjalan bersama Adam menuju tempat Brian dirawat.
Sampai disana pengawal yang berjaga didepan pintu ruang rawat pria itu mengangguk hormat pada Adam dan Amera.
__ADS_1
"Aku ingin masuk sebentar sayang untuk bicara dengan Daddy.Apa aku mau ikut",tawar Adam yang diangguki oleh Amera dengan ikut memasang baju steril sebelum mereka masuk kedalam ruangan rawat Brian yang masih berada di ICU.
Adam masuk kedalam lalu mendekat kearah Brian diikuti Amera yang berdiri disampingnya .
"Dad..bagaimana khabarmu hari ini?Aku datang menjengukmu bersama Amera.Kami baru saja dari tempat dokter kandungan dan Daddy tau apa yang dokter itu katakan? Kondisi calon cucu Daddy sangat sehat sekarang dan tidak sampai 3 bulan lagi dia akan lahir kedunia ini jadi bisakah Daddy bangun sebelum itu agar saat dia lahir nanti dia juga melihat dirimu Dad.Untuk sekarang kalau Daddy masih lelah tidurlah sebentar lagi nanti saat sudah merasa segar bangunlah.Oh iya ada satu lagi yang ingin aku sampaikan ke Daddy ini tentang Geo.Dia sudah berubah menjadi lebih baik meski masih belum menyukaiku tapi itu lebih baik karena meski dia tidak menyukaiku dia masih bersedia menegurku kalau kami bertemu,sekarang dia sangat sibuk karena itu untuk sementara dia tidak bisa datang nemuin Daddy dan aku yang mewakilinya untuk sementara.Itu saja hari ini yang kuceritakan pada Daddy.Amera sudah merasa lelah jadi aku akan mengantarnya pulang sekarang selamat malam Dad,"
Lalu Adam mencium tangan keriput Brian dengan penuh perasaan dan berjalan menjauh dari ranjang Brian.
"Tuan Brian kami permisi pergi dulu selamat malam senang bisa bertemu dengan anda tuan Brian,"Setelah mengatakan itu Amera mengikuti Adam berjalan keluar dari ruangan Brian.
"Aku titip Daddy padamu ,"ucap Adam dengan menepuk bahu pengawal yang berjaga itu yang dibalasnya dengan anggukan.
Lalu mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu untuk pulang kerumah mereka karena dilihat nya Amera sudah terlihat lelah saat itu.
__ADS_1
"Kau ingin tidur sayang,"tanya Adam setelah mereka berada didalam mobil yang dijawab gelengan oleh Amera.
"Nanti saja setelah kita sampai rumah Dam,"balasnya dengan menyandarkan kepalanya ketubuh Adam.
"Baiklah kalau begitu tapi duduk lah senyaman mungkin sayang,"pinta Adam yang diangguki oleh Amera.
Sepanjang jalan menuju tempat tinggal mereka Adam sengaja tidak mengajak Amera bicara karena dilihatnya Amera sangat lelah saat itu.
Meski bilang tidak ingin tidur dijalan tapi ternyata Amera tetap tertidur disepanjang jalan menuju tempat tinggal mereka bahkan setelah mereka sampai Amera belum bangun.
Meski tidak tega dengan terpaksa Adam membangunkan Amera saat mereka sudah tiba.
"Sayang bangun kita sudah sampai sekarang," ucap Adam pelan karena tidak ingin membuat Amera terkejut saat tidur.
__ADS_1
"Dam...kita sudah sampai?,"tanyanya dengan wajah mengantuk yang dijawab anggukan oleh Adam.
"Ayo kita masuk kedalam sekarang Sayang," ajaknya dengan membantu Amera turun dari mobil mereka dan memapahnya untuk masuk kedalam Apartemen mereka meski Amera menolak tapi Adam tetap bersikeras dan akhirnya Amera memilih pasrah.