Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
81. Mulai Besok Aku akan Lembur Mer.


__ADS_3

"Sayang aku merindukanmu",ucap Adam dengan memeluk tubuh Amera begitu dia sampai diApartemen.


"Adam ada apa denganmu kenapa kau tiba tiba manja seperti ini.Bersihkan dirimu dulu,baru setelah itu kau boleh melakukan ini padaku",saran Amera dengan mencoba menyingkirkan tubuh Adam yang menempel padanya.


"Aku tidak mau sayang",tolaknya dengan menyerusukkan kepalanya keceruk leher Amera membuat Amera sedikit risih dengan apa yang dilakukan pria itu padanya.


"Dam...",bujuknya dengan mencoba meminta lagi Adam untuk melepaskan tubuhnya.


"Jangan menolakku Sayang karena belum tentu besok aku bisa memelukmu seperti ini",celetuknya yang membuat Amera terkejut mendengar nya dan langsung terpaku.


Melihat reaksi Amera Adam lalu menegakkan tubuhnya dan menatap Amera yang juga sedang menatap kearahnya dengan perasaan resah.


"Ayo duduk dan mari kita bicara",ajak Adam dengan menarik Amera duduk kesofa.


"Jangan salah mengartikan ucapanku barusan Sayang",ucapnya dengan membelai wajah Amera lembut berusaha menghilangkan keresahan diwajah cantik Perempuan itu.


"Lalu apa maksud ucapanmu?",tanya Amera tanpa merubah ekspresinya.


"Mulai besok sampai mungkin sekitar 3 bulan kedepan aku akan sangat sibuk dikantor karena itu kemungkinan besar aku akan sering lembur jadi....".


"Jadi kau tidak bisa memelukku lagi karena akan pulang telat sebab lembur?",tanya Amera yang diangguki oleh Adam.


Seketika Amera menarik nafas lega dan memeluk tubuh Adam erat.


"Kau membuatku cemas",celetuknya tapi dengan suara terdengar lega.


"Kali ini aku yang cemas sayang",balas Adam dengan mengangkat wajah Amera agar menatap kearahnya.


"Kenapa kau cemas?".


"Karena itu berarti aku meninggalkanmu sendiri selama seharian bahkan kalau sangat sibuk mungkin saja aku tidak bisa pulang kerumah untuk menemuimu",ucap Adam yang kali ini memasang wajah muram membayangkan hal itu.


"Kalau begitu aku yang akan pergi menemuimu kekantor Maxwell bagaimana.Apa kau tidak keberatan?",tanya Amera yang langsung membuat wajah Adam cerah kembali.


"Tentu saja aku tidak keberatan.Kedatanganmu malah akan membuat aku semakin semangat untuk bekerja sayang",ucap Adam dengan menarik Amera kedalam pelukannya dan kembali membenamkan kepalanya keceruk leher Amera.

__ADS_1


"Sebenarnya kenapa kau tiba tiba menjadi sangat sibuk?",tanya Amera heran karena sebelumnya Adam tidak pernah menyinggung hal ini padanya tapi malam ini saat baru pulang dari kantor tiba tiba dia bilang seperti itu.


"Sebenarnya begini sayang....".


Adam lalu menceritakan masalah yang sedang dihadapinya dikantor terutama didepartemen keuangan tempatnya ditempatkan sekarang secara garis besar pada Amera yang membuat Amera langsung terdiam begitu mendengar cerita Adam tersebut.


"Kau tidak papa kan sayang kalau harus sering ku tinggalkan lembur.Aku berjanji akan berusaha menyelesaikan masalah ini secepatnya lalu kalau masalah ini selesai sebelum anak kita lahir ayo kita umumkan pernikahan kita kepublik jadi saat dia lahir nanti dia akan menjadi seorang Maxwell",terang Adam yang hanya ditanggapi diam oleh Amera membuat Adam merasa tidak nyaman dengan sikap Amera tersebut.


"Sayang...",bujuk Adam yang membuat Amera memeluk Adam erat.


"Ada apa?",tanyanya dengan membelai puncak kepala Amera penuh cinta.


"Aku takut kalau apa yang kau lakukan ini bisa membahayakanmu Adam karena aku bilang ini berkaitan dengan Geo dan ibu tirimu yang merupakan ibu Ariana.Bagaimana kalau mereka nanti mencelakai mu.Bagaimana Adam?",tanya Amera dengan suara cemas.


Adam mendongakkan kepala Amera agar menatap kearahnya.


"Jangan cemas tidak akan terjadi apa apa padaku sayang.Percayalah",ucap Adam dengan penuh keyakinan yang tidak dijawab Amera tapi memilih memeluk tubuh Adam semakin erat seolah dia takut kalau dia melepaskannya Adam akan menghilang.


"Datanglah kekantor kalau kau merasa cemas padaku oke",perintah Adam yang diangguki oleh Amera tapi tidak mengatakan apa apa.


Ditempat lain tepatnya disebuah ruang VVIP Club*


"Tuan Brian",sapa pengacara Harven begitu masuk kedalam ruangan itu dimana Brian sudah menunggunya Didalam.


"Duduklah Harven",perintahnya yang diangguki oleh pria itu.


"Ada hal penting apa hingga anda meminta bertemu saya seperti sekarang?",tanya Harven dengan duduk di sofa bersama pria paruh baya itu.


"Kau mau minum?",tawar Brian yang diangguki oleh Harven.


Lalu Brian menuangkan Wiski kedalam gelas kosong dan memberikannya kepada pria itu.


"Terimakasih tuan",balas Harven dengan menerima gelas dari Brian lalu mulai menyesap minumannya begitu juga dengan Brian.


"Sudah dari sejak beberapa waktu yang lalu aku ingin menemuimu Harven tapi baru malam ini aku punya waktu untuk melakukannya".

__ADS_1


"Sepertinya ada hal penting sampai anda melakukan ini tuan",ucap Harven yang dijawab Brian dengan menyesap minuman digelasnya.


"Hari saat aku bertemu dengan Amera perempuan itu mengatakan sesuatu padaku yang butuh kebenaran darimu".


"Apa itu tuan kalau saya tau saya akan berusaha mengatakannya pada anda".


"Gadis itu sedang mengandung benar begitu Harven?",tanya Brian memulai pembicaraannya yang diangguki oleh Harven.


"Itu benar mungkin sekitar 3 bulan usia kandungannya",jawab Harven.


"Kudengar sebelum ini dia sempat gagal menikah dengan pemilik Agencinya dan itu merupakan scandal yang cukup menghebohkan".


"Itu benar tuan".


"Lalu apa alasannya?",tanya Brian dengan menatap lekat kearah Harven.


''Karena dia hamil bukan dengan tunangannya saat itu",terang Harven yang diangguki oleh Brian lalu menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa sambil menyesap minumannya.


"Lalu sejak kapan mereka berdua dekat?",tanya Brian tanpa menatap kearah Harven tapi memilih menatap kosong kedinding ruang VVIP itu.


"Sebelum scandal itu terjadi tuan muda sudah bersama nona Amera Jasmine",jawab Harven yang membuat Brian langsung menoleh kearah Harven.


"Jadi maksudmu saat perempuan itu masih sebagai tunangan orang lain Adam sudah...".


"Setahu saya tuan muda Adam beberapa bulan yang lalu merupakan supir pribadi nona Amera Jasmine.Untuk masalah kedekatan mereka berdua saya tidak tau pasti,yang pasti sehari setelah nona Amera Jasmine gagal menikah tuan muda Adam menghubungi saya meminta saya untuk mempersiapkan berkas pernikahan dengan nona Amera Jasmine karena saat itu ternyata nona Amera Jasmine sedang mengandung".


Brian terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Harven sekarang karena terlalu terkejut juga syok.


"Tuan Brian",panggil Harven yang membuat Brian tersadar dari perasaanya barusan.


"Jadi yang dikatakan perempuan itu ternyata benar".


"Siapa tuan?",tanya Harven tidak tau.


"Amera Jasmine hari saat kami bicara dia bilang kalau anak yang sedang dikandungnya itu adalah anaknya dan Adam".

__ADS_1


"Nona Amera mengatakannya pada anda sendiri?!",tanya Harven sedikit terkejut sementara ekspresi Brian yang semula terkejut perlahan berubah menjadi cerah karena salah satu puzzle dari sikap Adam pada Amera malam ini akhirnya terjawab sudah dan tanpa sadar Brian menarik nafas lega dengan sebenar benarnya menyadari kenyataan itu.


__ADS_2