Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
82.Halo Aku Anderson Tentangga Baru mu.


__ADS_3

"Kau akan berangkat sekarang Dam ?",tanya Amera saat melihat Adam terlihat sudah rapi dengan setelan kantornya.


"Iya.Hari ini kau juga akan keKafe bukan sayang ?",tanya balik Adam yang diangguki oleh Amera.


"Hati hati dijalan kirim pesan padaku nanti kalau kau sudah sampai disana",pesan Adam yang diangguki lagi oleh Amera dengan ikut berjalan menuju pintu Apartemen untuk mengantar kepergian Adam.


"Sampai nanti sayang",pamit Adam dengan mengecup sekilas bibir Amera yang dibalas lambaian oleh Amera dengan tetap berdiri didepan pintu Apartemen mereka sampai Adam masuk kedalam lift.


Setelah itu baru Amera masuk lagi kedalam Apartemen dan bersiap untuk pergi kekafe bersama Veronica yang bilang akan menjemputnya sebentar lagi.


Selesai bersiap ternyata bertepatan Veronica menghubunginya, bergegas Amera berjalan keluar dari Apartemennya untuk menemui Veronica dibawah.


Saat akan masuk kedalam lift dia berpapasan dengan pria paruh baya dengan perawakan tubuh besar berotot serta kepala botak dan juga ada sebuah tato besar menghiasi sepanjang lengan terbuka pria tua itu yang membuat penampilan pria itu terkesan semakin menyeramkan dimata Amera.Apalagi begitu mereka berpapasan didepan lift si pria tua itu menatap Amera dengan tatapan menyelidik membuat Amera dibuat bergidik oleh tatapan pria itu padanya.


Amera hampir saja membatalkan niatnya untuk masuk kedalam lift bersama pria itu karena berpikir dia pasti orang jahat sampai pria itu menyapanya dengan menyunggingkan senyum lebar kearahnya.


"Halo,aku penghuni baru unit Apartemen ini.Namaku Anderson baru satu Minggu aku tinggal di Unit nomor 129".


"Oh Halo tuan Anderson.Saya Amera senang berkenalan dengan anda",jawab Amera dengan membalas senyum Anderson padanya.


"Kau terlihat takut padaku tadi mungkin karena penampilanku ini tapi kau tidak perlu cemas aku bukan orang jahat.Aku hanya pria tua yang ingin mencoba hidup tenang


Jadi tolong jangan berpikir buruk dari penampilanku",ucapnya lagi yang membuat Amera merasa bersalah pada pria tua itu yang ternyata sadar kalau dia sempat merasa takut padanya tadi.


"Oh maaf saya bukan bermaksud untuk punya pikiran buruk pada anda saya hanya..sekali lagi saya minta maaf tuan Anderson saya benar benar tidak punya niat membuat anda merasa tidak nyaman dengan sikap saya barusan. Tolong maafkan saya",ucap Amera merasa sangat bersalah pada pria tua itu yang membalasnya dengan tersenyum lebar lagi padanya.


"Sudahlah jangan merasa sangat bersalah seperti itu.Setiap orang yang melihat penampilanku memang sering berpikir seperti itu jadi sebenarnya aku tidak terkejut dengan sikapmu tadi".


"Sekali lagi maaf tuan Anderson mari kita bergaul dengan baik selama menjadi tetangga diApartemen ini",pinta Amera yang dibalas anggukan oleh Anderson.

__ADS_1


"Jadi....Apa kau sekarang sudah tidak merasa takut lagi padaku?",tanya Anderson dengan menatap Amera ramah yang dibalas gelengan oleh Amera.


"Tidak.Tentu saja tidak tuan Anderson".


"Kalau begitu ayo masuk kedalam lift bersama",ajak pria bernama Anderson yang lagi lagi diangguki oleh Amera tanpa merasa takut seperti sebelumnya.


"Anda akan berangkat bekerja?",tanya Amera berbasa basi pada pria tua itu yang dijawab gelengan oleh Anderson.


"Lalu?",tanya Amera lagi tapi buru buru kembali bicara sebelum pria tua itu menjawabnya.


"Maaf tuan Anderson kalau saya sudah lancang bertanya hal pribadi pada anda".


Lagi lagi Anderson menggeleng.


"Tidak masalah.Aku memang tidak akan pergi bekerja karena sebenarnya aku sedang mencari pekerjaan",balas pria tua itu pada Amera.


"Oh lalu kemana anda akan mencari pekerjaan sekarang?",tanya Amera tidak bisa menahan keinginannya untuk tau.


"Kalau boleh tau anda ingin bekerja dibidang apa tuan Anderson?",tanya Amera yang lagi lagi dibalas Kedikan bahu oleh Anderson.


"Apapun itu yang penting bisa menghasilkan uang dan tidak membuat orang merasa takut padaku", terangnya dengan menatap Amera.


Mendengar itu Amera lalu memberikan alamat disebuah kertas note pada pria paruh baya itu.


"Datanglah ke alamat ini nanti tuan Anderson mungkin anda bisa dapat pekerjaan nanti".


Anderson menerima note itu lalu membacanya barulah menatap kearah Amera.


"Ini sebuah Cafe?",tanyanya yang diangguki oleh Amera.

__ADS_1


"Itu Cafe tempat saya juga bekerja,kalau anda mau silahkan datang nanti akan saya usahakan mencarikan pekerjaan diCafe itu untuk anda",terang Amera dengan tersenyum ramah kepada Anderson.


"Oh baiklah.Terimakasih atas tawarannya E...".


"Amera.Saya Amera Jasmine ",ucap Amera dengan membungkuk hormat pada Anderson.


"Oh...Amera Jasmine.Sepertinya nama itu tidak asing terdengar",celetuk Anderson dengan berusaha mengingat ingat dimana pernah mendengar nama itu.


"Mungkin karena nama saya biasa jadi tentu saja anda merasa tidak asing saat mendengarnya.Silahkan anda temui saya di Alamat itu nanti saya akan berusaha mencarikan pekerjaan untuk anda disana",ucap Amera lagi lalu keluar dari dalam lift setelah pintu lift terbuka dan meninggalkan Anderson yang masih berdiri diam dalam lift dan baru keluar setelah Amera tidak terlihat.


"Perempuan yang sangat bodoh"celetuk Anderson dengan tersenyum sinis menatap ke kertas note yang tadi diberikan Amera padanya.


"Tapi sepertinya cukup menarik kalau mencoba menjadi pria baik dihadapannya untuk beberapa hari sebelum menghabisinya",gumam Anderson lagi lalu menyimpan kertas itu kedalam sakunya sebelum berjalan menuju mobilnya yang terparkir cukup jauh dari mobil Amera yang terlihat pergi meninggalkan Area parkir Apartemen tempat tinggalnya itu yang sejak kemarin juga menjadi tempat tinggal Anderson yang juga sengaja menyewa Apartemen ditempat itu untuk bisa lebih mudah melakukan rencananya yang berniat menghabisi Amera dengan sebelumnya menyelidiki kebiasaan perempuan itu dan juga Adam yang tinggal bersama Amera.


Begitu melihat mobil Amera pergi meninggalkan Area parkir Apartemen, Anderson juga melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu untuk pergi.


***


"Kau terlihat tidak bersemangat hari ini?",tegur Veronica yang melihat Amera tidak bersemangat seperti biasanya.


Amera menarik nafas panjang lalu menoleh kearah Veronica.


"Adam bilang akan sibuk selama beberapa bulan ini dengan sering lembur di kantor karena itu aku merasa tidak bersemangat",terang Amera yang diangguki oleh Veronica.


"Aku akan menemanimu untuk sementara jangan cemas",ucap Veronica yang diangguki oleh Amera.


"Oh iya kau tau Vero,aku tadi bertemu seorang pria tua yang berusia sekitar 55 tahun saat berada dalam lift'.


"Lalu?".

__ADS_1


"Aku menawarinya pekerjaan karena...".


"Apa! Kau menawarinya pekerjaan?",tanya Veronica terkejut yang diangguki oleh Amera.


__ADS_2