
"Senang bisa ngobrol dengan mu nona Amera Jasmine.Lain kali kalau ada waktu mari kita bertemu lagi",ucap Brian dengan mengulurkan tangannya kearah Amera yang disambut Amera dengan tersenyum lebar kearah pria tua itu.
"Saya juga tuan Brian Maxwell.Mari bertemu lagi kalau ada kesempatan dan bagaimana kalau bersama Adam",celetuk Amera yang membuat Brian terdiam.
Melihat ekspresi Brian terlihat berubah Amera lalu meralat ucapannya.
"Maaf sepertinya saya sudah salah bicara dan tidak seharusnya saya ikut campur masalah anda tapi kalau boleh jujur saya sangat ingin melihat kalian bisa duduk bersama dalam satu meja untuk bicara bukan hanya bertemu hanya untuk adu kemarahan saja",ucapnya yang dibalas Brian dengan menepuk lembut bahu perempuan itu.
"Itu sepertinya kebahagian yang tidak mungkin bisa kudapatkan tapi andai bisa aku pasti tidak akan lagi merasa bersalah pada Eleora disurga sana",balas Brian dengan tersenyum lembut pada Amera.
"Semoga saja itu benar benar bisa terjadi tuan Brian Maxwell",balas Amera lalu pamit untuk pergi lebih dulu karena jam makan siangnya sudah habis dan Vero berkata akan menjemputnya sebentar lagi.
"Meski itu tidak terjadi aku tetap merasa senang karena dia mempunyai hidup yang baik nona Amera Jasmine jadi tolong titip Adam",ucap Brian yang diangguki oleh Amera.
"Pasti tuan Brian saya akan menjaga putra anda dan juga cucu anda dengan sepenuh hati saya ".
Lalu Amera keluar dari ruang Restoran itu karena ponselnya berbunyi dan ternyata Veronica yang menghubunginya.
Brian terhenyak mendengar kalimat terakhir yang disampaikan Amera barusan
'putra dan cucunya' Apa itu artinya ....
Jangan bilang kalau anak yang berada didalam kandungan Amera itu ternyata sebenarnya adalah anak Adam.
Brak!
"Tuan Brian",sapa pengawalnya yang masih berjaga didepan pintu menunggunya keluar.
"Dimana perempuan itu?",tanyanya dengan mengedarkan pandangannya keseluruh Restoran.
"Maksud anda nona Amera?",tanya pengawal itu yang diangguki oleh Brian.
"Iya... Dia"jawab Brian lalu berjalan dengan langkah cepat menuju pintu luar Restoran untuk mencari keberadaan Amera tapi ternyata sudah tidak ada.
"Nona Amera pergi naik mobil dengan mantan manajernya tuan",terang pengawalnya yang mengikutinya dibelakang.
__ADS_1
"Oh...lalu bagaimana dengan orang yang kuperintahkan untuk mengikutinya?", tanyanya dengan berjalan menuju mobilnya.
"Masih tetap melakukan perintah itu dalam jarak aman seperti perintah anda",terang pengawalnya dengan ikut masuk kedalam mobil Brian.
"Mulai sekarang perintahkan dia untuk melaporkan padaku seluruh kegiatan apa saja yang dilakukan Amera Jasmine".
Pengawal dan supir pribadi Brian tampak bingung tapi pengawal itu lalu mengangguk.
"Baik akan saya lakukan tuan".
"Bagus.Sekarang antar aku kekantor pengacara Harven",pinta Brian yang kembali membuat supir pribadinya dan pengawalnya itu saling pandang
"Anda yakin akan pergi kesana sekarang tuan?",tanya pengawal itu yang membuat Brian lalu menggeleng karena ingat kalau setengah jam lagi dia ada janji dengan investor dari Amerika yang sangat penting.
"Sebaiknya kita tunda dulu pergi ketempat Harven nya. Sekarang kita ketempat pertemuan saja",pintanya yang diangguki oleh supir pribadinya.
"Baik tuan".
Lalu mobil Brian melaju meninggalkan tempat itu menuju tempatnya akan bertemu klien penting.
****
"Bagaimana pertemuanmu tadi dengan ayah mertuamu?",tanya Veronica dengan nada penasaran.
"Huffft...".
Bukannya menjawab Amera malah bersandar dikursi mobil dengan menarik nafas keras membuat Veronica terlihat cemas.
"Apa sudah terjadi sesuatu tadi didalam dengan kalian Mer?".
Amera menggeleng.
"Tapi kenapa ekspresimu begitu".
Amera menyentuh pundak Veronica.
__ADS_1
"Aku baik baik saja Vero.Aku menarik nafas karena akhirnya aku mengatakannya juga kepada tuan Brian",ucapnya dengan wajah lega.
"Mengatakan? Mengatakan apa?",tanya Veronica semakin tidak mengerti maksud pembicaraan Amera.
"Mengatakan kalau yang sedang aku kandung ini adalah cucunya, anak dari Adam",terang Amera yang membuat Veronica sangat terkejut mendengar nya.
"What!!!Bagaimana bisa kau melakukan itu tanpa bicara dengan Adam lebih dulu?Apa kau sudah gila Mer?!",tanya Veronica dengan wajah bingung dan cemas.
"Mungkin aku salah karena mengatakan hal sepenting ini tanpa berkonsultasi dulu dengan Adam tapi...Aku tidak tega melihat wajahnya yang terlihat kesepian itu. Membuat dadaku sangat sakit dan aku merasa dengan mengatakan itu padanya akan bisa membuatnya bahagia".
"Kalau dia bahagia dan mau menerima anakmu itu dengan lapang dada tapi bagaimana kalau tidak dan dia malah....".
"Vero...Dia adalah ayah Adam.Sebelum bertemu dengannya tadi aku juga berpikir dia pasti akan bicara sinis padaku bahkan aku sempat berpikir kalau tujuannya mengajakku bertemu adalah untuk meminta agar aku meninggalkan Adam tapi ternyata semua itu salah.Dia...tuan Brian Maxwell hanya ingin berbicara denganku selayaknya seorang ayah yang ingin bertemu dengan anak menantunya tanpa niat apapun".
"Bagaimana kau yakin?Bisa saja itu taktiknya agar kau lengah lalu..''.
"Vero...Dia pria tua yang kesepian.Aku bisa melihat itu dari wajahnya saat menatap ke arahku.Selama didalam dia sama sekali tidak menanyakan pertanyaan yang menyudutkan ku bahkan dia lebih banyak menceritakan tentang dirinya terutama rasa penyesalannya meski tidak secara langsung dikatakannya tapi aku bisa merasakannya.Dia..butuh teman bicara yang tidak ada sangkut pautnya dengan hidupnya, hanya sebagai pendengar itu sudah cukup untuknya Vero",terang Amera yang membuat Veronica terdiam dan kali ini dia yang menghela nafas keras.
"Apa itu berarti ini bukan pertemuan terakhir kalian Amera",celetuk Veronica dengan menatap Amera yang diangguki oleh Amera.
"Aku ingin bertemu dengannya lagi tapi aku tidak tau apa akan bisa".
"Maksudmu?",tanya Veronica tidak mengerti.
"Huffft....".
Lagi lagi Amera menghela nafasnya dengan keras.
"Sulit,karena Adam pasti tidak akan setuju benarkan Vero",ucap Amera yang diangguki oleh Veronica.
"Ya sepertinya begitu.Apa lagi kalau kau berniat menjadi penengah dalam hubungan mereka berdua yang sudah lama hancur".
"Ya....tapi aku benar benar ingin melakukannya Vero karena ada anak kami nanti yang pasti akan senang kalau tau dia punya keluarga lain selain kami berdua".
"Keluarga lain?Apa itu berarti bukan hanya tuan Brian Maxwell tapi juga si Ariana ,ibunya juga Geo kakak Adam maksudku?",tanya Veronica yang membuat Amera menggeleng.
__ADS_1
"Aku tidak terpikirkan sampai kesana karena sepertinya akan rumit kalau sampai mereka juga....".
"Kau memang tidak perlu memikirkan mereka Mer.Tapi pikirkan alasan mu pada Adam saat turun dari mobilku ini karena melihat dari ekspresinya . Aku tau kalau dia tidak akan percaya begitu saja kalau kau bilang hanya pergi makan denganku",ucap Veronica dengan menatap kearah halaman Healty Cafe dimana terlihat Adam berdiri disamping mobilnya dengan menatap lurus ke mobil yang dikendarai Veronica itu.