
Adam sangat terkejut mendengar suara Amera sampai tidak sadar mendorong Ariana keras hingga membuat Ariana hampir terjatuh karenanya.
"E...maaf sepertinya aku sudah mengganggu kalian silahkan diteruskan saja lagi".
Setelah mengatakan itu Amera langsung berbalik keluar lagi dari ruangan itu.
"Mer!",panggil Adam dengan berjalan menghampiri Amera yang buru buru keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Ariana yang ekspresinya langsung berubah melihat Adam bergegas mengejar seorang perempuan tanpa memperdulikan keberadaannya.
Amera mendengar panggilan Adam tapi dia sengaja terus berjalan dan sengaja tidak menolah kebelakang meski bisa mendengar suara langkah kaki Adam dibelakangnya.
"Mer!Amera tunggu!",panggil Adam lagi karena melihat Amera berjalan dengan setengah berlari supaya tidak terkejar olehnya.
"Grep!".
"Lepas Dam! Aku ingin pulang sekarang!",ucapnya dengan menepis tangan Adam yang berhasil menjangkaunya.
"Jangan berlari seperti itu ingat kau sekarang sedang mengandung bagaimana kalau sampai...".
"Bukan urusanmu!",bentak Amera marah.
"Itu menjadi urusanku karena dia anakku Mer".
"Ooo....begitu jadi kau mengejarku karena hanya khawatir pada calon anakmu saja begitu!".
Adam mencekal kedua lengan Amera dan menariknya lembut.
"Ayo ikut aku kita bicara ditempat lain selain disini".
"Aku tidak mau, lepaskan aku, kembali saja keruangan tadi dan temui perempuan cantik yang ada disana!",bentak Amera yang membuat Adam menghentikan tarikannya lalu menatap kearah Amera yang juga sedang menatap kearahnya dengan sangat marah.
"Apa kau sedang cemburu sekarang Mer?",tanya Adam dengan menelisik wajah Amera.
"Ti..tidak...tentu saja tidak untuk apa aku cemburu padanya.Aku hanya tidak suka karena kau tadi mengajakku kemari tapi ternyata kau sudah punya janji dengan perempuan lain",jawab Amera dengan mengalihkan tatapannya dari Adam membuat Adam tersenyum smrik karenanya.
__ADS_1
"Benarkah?Tapi sepertinya sekarang kau sedang cemburu padaku".
"Sudah kubilang tidak aku hanya kesal karena...".
"Adam!".
Seketika mereka berdua menoleh secara bersamaan begitu mendengar suara Ariana yang ternyata ikut mengikuti mereka saat keluar tadi.
"Pulanglah Riana kita tidak punya urusan lagi!",hardik Adam dingin dengan menarik Amera mendekat kearahnya sementara Amera yang merasakan Adam melakukan itu berusaha melepaskan dirinya karena jujur dia tidak suka berada dalam situasi ini sekarang.
"Kenapa aku harus pulang sekarang.Bukankah seharusnya kau mengenalkan aku dulu dengan perempuan disampingmu itu secara resmi sekarang karena aku yakin kedepannya kami akan sering bertemu".
"Kurasa itu tidak perlu karena Amera dan aku juga akan pulang sekarang",tolak Adam dengan bermaksud mengajak Amera pergi dari sana tapi sebelum dia berhasil melakukannya Ariana sudah lebih dulu mendekat dengan langsung mengulurkan tangannya kearah Amera yang dengan terpaksa meraih tangan Ariana.
"Hay aku Ariana Maxwell saudara tiri Adam",ucapnya dengan tersenyum ramah pada Amera yang terpaksa menggunakan mode wajah acting terbaiknya untuk menghadapi sikap ramah Ariana yang mengaku sebagai saudara tiri Adam barusan.
"Aku Amera teman Adam...kurasa begitu hubungan kami sekarang...",balasnya dengan tersenyum tak kalah ramah seperti Ariana.
"Oh...teman?Ini luar biasa karena Adam bisa punya seorang teman perempuan.Pasti kau istimewa karena setahuku Adam tipe yang sulit untuk dekat dengan perempuan selain anggota keluarganya".
"Benarkah dia seperti itu? Tapi kurasa dia bukan orang yang seperti itu benarkan Dam?",ucap Amera dengan sengaja mengerlingkan matanya kearah Adam.
"Pulanglah sekarang Ariana",perintahnya lagi dengan nada penuh penekanan yang ditunjukannya.
Kalau dalam kesempatan lain Amera pasti akan senang mendengar Adam memerintahkan itu pada perempuan dihadapannya ini tapi sekarang dia sudah kesal dari tadi pada pria ini dan berniat memberi sedikit pelajaran padanya supaya lain kali dia tidak meninggalkannya begitu saja hanya untuk menemui perempuan yang mengaku sebagai saudara tiri perempuannya tapi bersikap seperti perempuan yang ingin memilikinya.
"Kenapa kau mengusir Ariana Dam ayo kita ngobrol bersamanya agar bisa lebih akrab karena seperti kata Ariana tadi lain kali kami pasti akan bertemu lagi jadi biarkan aku ngobrol dengannya juga sekarang".
"Benar apa yang dikatakannya Dam biarkan kami ngobrol untuk mengakrabkan diri karena setelah lama berada diluar negeri banyak gosip yang tidak kuketahui tentang kota ini jadi rasanya aku juga harus mulai berteman dengan orang lain selain kau dan Geo tentu saja".
"Kau bisa mencari teman yang lain tidak perlu Amera karena dia tidak butuh teman sepertimu Ariana",balas Adam dengan menatap kearah Amera tajam memintanya supaya berhenti memprovokasi.
Tapi bukannya mendengarkan peringatan Adam Amera malah merasa semakin tertantang dan mengabaikannya.
__ADS_1
"Bukankah kau bilang ada urusan disini jadi pergilah biarkan aku mengobrol dengan Ariana sementara kau menyelesaikan urusanmu Dam",perintah Amera dengan mencoba mendorong tubuh Adam menjauhinya.
"Urusanku sekarang sedang ada disini jangan terus mencoba memprovokasi diriku Mer".
"Dam kurasa Amera benar kau bisa pergi melakukan urusanmu dan meninggalkan kami berdua untuk mengobrol sebentar agar kami bisa akrab".
"Itu tidak perlu Riana kau dan Amera tidak perlu menjadi akrab karena setelah ini kalian tidak akan bertemu lagi".
Setelah mengatakan itu tiba tiba Adam meraih tubuh Amera dan membopongnya tanpa memperdulikan tatapan kemarahan Ariana dan penolakan Amera.
"Adam!Apa yang kau lakukan turunkan aku!",teriak Amera dengan marah tapi tidak diperdulikan oleh Adam yang terus saja berjalan dengan langkah lebar menuju mobil mereka dan baru menurunkan Amera setelah berhasil memasukkan Amera kedalam mobil.
"Adam kau gila!",hardik Amera semakin marah karena Adam tidak mendengarkan apa yang diinginkannya.
"Kau yang gila sudah kukatakan berhenti bicara dengan Ariana tapi kau terus saja sengaja melakukannya untuk membuatku kesal bukan?!",balas Adam tak kalah marah pada Amera.
"Kenapa aku tidak boleh bicara dengannya sementara kau bicara dan bersentuhan dengannya tadi!".
"Itu tidak seperti yang kau lihat Mer".
"Memangnya apa yang aku lihat dan tidak aku lihat tadi Dam!",teriak Amera semakin kesal dan tiba tiba mulai terisak.
Melihat bagaimana reaksi Amera seketika Adam terdiam lalu berusaha meraih tubuh Amera kedalam pelukannya.
"Maaf Mer.Tapi yang kukatakan semua benar ,apa yang kau lihat tidak seperti yang terjadi sebenarnya".
"Kalau begitu jelaskan padaku apa yang sudah terjadi diantara kalian sebenarnya"pinta Amera dengan menyapu air matanya.
Mendengar Itu Adam menghela nafas dan melepaskan pelukannya ditubuh Amera.
"Sepertinya sulit,benar begitu bukan?",tanya Amera sinis.
"Bukan, hanya saja hubungan kami sangat rumit dan kurasa..".
__ADS_1
"Kalau begitu lupakan saja permintaan ku tadi sekarang antar aku kehotel terdekat karena malam ini aku butuh waktu untuk sendiri",ucap Amera yang membuat Adam langsung menoleh mendengarnya.