
"Tuan Anderson!Ada apa anda tiba tiba masuk kedalam ruanganku dengan tiba tiba seperti ini?!",tanya Amera terkejut karena tiba tiba pria tua itu masuk kedalam ruangannya disaat tidak ada Veronica atau David disana.
"Nona Amera saya sedang dalam masalah ada orang orang jahat berniat menangkap saya",ucap Anderson dengan wajah pura pura takut yang membuat Amera ikut takut mendengar hal itu dengan bergegas berusaha mencari ponselnya tapi sebelum dia berhasil menemukan ponselnya tiba tiba Anderson sudah berada tepat disampingnya membuat Amera sangat terkejut.
"Tu...tuan Anderson sa...saya akan menghubungi seseorang sekarang ka...kalau memang benar ada orang yang berniat jahat pada anda",ucapnya gugup.
"Jangan lakukan itu Amera",jawab Anderson dengan tatapan yang berubah menjadi dingin penuh ancaman yang membuat Amera sangat gugup juga takut melihat kesorean pria paruh baya itu.
"Ta..tapi ka..kalau orang itu A...akan menyakiti anda saya rasa...".
"Dia tidak akan bisa menyakiti aku selama kau berada di dekatku".
"Ma..maksud anda?".
"Ikut aku sekarang pergi dari sini secara diam diam jangan berani menghubungi siapapun kalau kau masih mau hidup!".
Glek!!
Amera sangat ketakutan mendengar ancaman Anderson dan dengan patuh mengikuti langkah Anderson keluar dari ruang kantor nya.
Begitu tiba ditangga dia terkejut melihat beberapa orang berpakaian jas hitam tampak berjalan mendekat kearah mereka berdua.
Anderson yang melihat ada beberapa orang mendekat kearah mereka tiba tiba mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan mengarahkannya ke Amera membuat Amera hampir pingsan ditempat karena ditodong pistol dikepalanya oleh pria yang sudah ditolongnya itu.
"Amera!",teriak Veronica terkejut saat melihat Amera ditodong oleh pistol tepat pelipisnya oleh pria bernama Anderson yang baru saja bekerja diCafe mereka.
"Diam semua dan jangan ada yang mendekat kalau ingin perempuan ini tetap selamat!",ancam Anderson dengan menarik pelatuk pistol membuat Amera reflek memejamkan matanya karena takut kalau Anderson akan benar benar meletuskan kepalanya saat itu juga.
__ADS_1
"Kau ...siMark bukan?",tanya Brian begitu sampai dihadapan mereka semua.
"Oh...akhirnya kau bisa juga mengenaliku pak tua sialan!",bentak Anderson atau Mark Anderson.
"Lepaskan dia...Urusanmu denganku kenapa kau menyakiti orang yang tidak bersalah",ucap Brian berusaha membujuk Anderson agar melepaskan Amera yang wajahnya sudah pucat pasi saat itu karena ketakutan.
"Melepaskannya?Jangan harap!!!Aku akan membunuhnya dihadapanmu agar kau tau bagaimana penderitaan ku selama ini brengsek!!!",teriak Anderson penuh kemarahan.
"Bukan aku yang membuatmu menderita tapi kau yang sudah salah jalan sampai bisnismu saat itu bangkrut Mark",ucap Brian berusaha menjelaskan apa yang terjadi bertahun tahun lalu pada kerjasama mereka yang membuat bisnis pria itu bangkrut tidak bersisa.
"Benarkah?Kau pikir aku akan percaya dengan apa yang kau katakan itu.Dasar Brengsek!Kau sengaja membuatku bangkrut agar bisa merebut Stella dariku karena istrimu sakit sakitan bukan?!!!",bentaknya yang lagi lagi digelengi oleh Brian.
"Itu tidak benar!Aku sangat mencintai istriku bagaimana mungkin aku merebut Stella darimu.Saat itu aku hanya berniat menolong istri dan anakmu sebagai bentuk kepedulianku tapi ternyata dia menjebakku hingga akhirnya aku terpaksa menikahinya disaat istriku Eleora sakit parah yang membuat Eleora meninggal dengan meninggalkan kebencian padaku".
"Itu karmamu aku tidak perduli!".
"Aku tau itu kesalahanku tapi kali ini aku mohon lepaskan dia Mark karena dia tidak bersalah kalau kau ingin menyandera lakukan saja padaku jangan dia",pinta Brian yang dibalas senyuman sinis oleh Anderson.
"Apa maksudmu Mark?".
"Alasan aku memilih dia karena dia bodoh dan mudah ditipu oleh orang hanya dengan beberapa ucapan memelas selain itu aku melakukannya karena dia adalah sumber sakit hati putriku Ariana".
"A..apa maksud anda tuan Anderson?A..aku tidak pernah sekalipun menyakiti putri anda".
"Mungkin tidak secara fisik tapi kau sudah membuat perasaan Ariana sangat terluka karena Adam mencintaimu .Apa kau mengerti itu dasar perempuan bodoh!",hardik Anderson sinis.
"Mark itu masalah anak muda kita sebagai orang tua seharusnya berusaha untuk..".
__ADS_1
"Kenapa kalau itu masalah anak muda!Ariana itu putri ku satu satunya bagiku kebahagiaannya yang paling penting kalau ada yang menyakitinya maka aku akan menghancurkan hidup orang itu".
"Tapi apa yang kau lakukan sekarang adalah kriminal kau tau itu kalau kau menyakiti Amera maka kau akan ditangkap polisi dan akan berpisah lagi dengan putrimu.Apa itu yang kau inginkan!!".
"Kau pikir akan ada yang bisa menangkapku kau sungguh bodoh Brian.Tidak ada seorang pun yang bisa menangkap diriku tidak juga kau meski kau memiliki banyak uang Brian",balas Anderson dengan tersenyum smrik kearah Brian lalu mengarahkan pistol tersebut siap untuk meletuskannya.
Brian memberi kode kepada anak buahnya agar berusaha menyelamatkan Amera sementara Veronica yang melihatnya sudah mulai menangis dan Amera sendiri terlalu lemas untuk bisa berpikir jadi dia hanya bisa berdoa sambil memejamkan matanya ketakutan sampai....
Dor! Dor! Dor!
3 kali suara pistol terdengar sangat dekat ditelinganya membuat Amera langsung tidak sadarkan diri saat itu juga meski tidak merasa ada bagian tubuhnya yang terluka karena suara tembakan barusan.
Suara terakhir yang didengarnya Adalah suara Veronica bercampur dengan suara Adam samar sebelum dia tidak sadarkan diri.
***
"Keparat!!!".
Anderson menyumpah saat pistol ditangannya jatuh karena tembakan yang lebih dulu dilakukan oleh seseorang yang berasal dari arah pintu dengan cepat hingga membuat tangannya terluka terkena peluru pertama.
Begitu Anderson bermaksud memukul Amera yang pingsan tiba tiba sebuah tembakan kembali mengenai bagian lain tubuhnya meski tidak ditempat vital tapi sangat menyakitkan dan begitu dia berniat bergerak tiba tiba dua tembakan tepat diarahkan ke kedua kakinya hingga dia langsung jatuh tersungkur hampir mengenai Amera yang untung saja tubuhnya sudah lebih dulu diselamatkan oleh salah satu pengawal Brian hingga kondisinya aman.
"Amera!",teriak Veronica dengan mendekat kearah perempuan itu berniat melihat kondisi Amera.
"Bagaimana kondisinya?",tanya Adam dengan suara sangat cemas saat melihat Amera tidak sadarkan diri meski tidak sempat terluka.
"Entahlah Dam sebaiknya kita bawa kerumah sakit saja sekarang",ucap Veronica cemas yang diangguki oleh Adam dengan mengambil alih tubuh Amera dari salah satu pengawal Brian.
__ADS_1
"Biar salah satu pengawalku yang mengemudi untuk kalian dan untuk semua yang ada disini serahkan saja pada kami",ucap Brian yang kali ini diangguki oleh Adam.
"Begitu juga pistol milikmu tadi berikan padaku",perintah Brian yang membuat Adam terdiam mendengarnya dan merasa ragu untuk memberikannya tapi sebelum dia mengatakan penolakannya Brian sudah mengambil benda itu dari saku Adam lalu menyuruh putranya itu pergi bersama Veronica dan salah satu pengawalnya.