Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
53. Jangan Perlakukan Dia Istimewa.


__ADS_3

"A...apa...kenapa tuan Brian?",tanya Harven dengan ekspresi tidak percaya mendengar apa yang baru saja Brian ucapkan.


"Kenapa? Apa kau tidak suka dengan pengaturan ku itu Harven? Kalau tidak suka kalian boleh menuntutku tapi keputusanku tidak akan berubah",ucap Brian dingin.


Harven yang semula cukup syok perlahan mulai bisa berpikir jernih.


"Apa ada alasan tertentu anda tidak mau menjadikan tuan muda Adam sebagai wakil CEO tuan?",tanya Harven dengan suara tenang.


"Alasanku karena sekarang aku adalah CEOnya dan aku tidak mendapatkan posisi ini dengan meminta paksa seperti yang bocah kurang ajar itu lakukan jadi meski dia pemilik nomor 2 saham terbesar diperusahaan ini penentu keputusan masih lah aku dan kalau dia ingin mengambil alih perusahaan ini dariku maka kalahkan aku dengan kemampuannya jangan hanya mengancam saja.Benar benar pemikiran yang belum dewasa!",dengus Brian kesal.


"Oh kalau memang itu alasan anda saya rasa tuan muda bisa menerimanya tuan dan tidak akan mempermasalahkan posisinya nanti".


"Aku tidak perduli dia menerima atau tidak yang pasti aku tidak akan memberikan perusahan ini begitu saja padanya karena bukan hanya dia putraku dan aku tidak mungkin membuang Geo begitu saja hanya untuk anak kurang ajar seperti dia".


"Saya mengerti tuan kalau begitu saya pamit sekarang".


"Pergilah aku juga mulai lelah sekarang",jawab Brian dengan mengibaskan tangannya kearah Harven menyuruh pria itu pergi dari hadapannya tapi sebelum Harven benar benar keluar dia kembali menoleh kearah Brian yang masih menatapnya dalam diam.


"Apa anda sudah meminum vitamin anda hari ini tuan Brian seperti yang anda katakan terakhir kali kita bertemu?".


"Tentu saja .Apa aku pikir aku bercanda saat itu karena aku tidak ingin masuk ICU tidak lama setelah bertemu dengannya dan membuatnya bisa cepat merasa menang".


"Syukurlah selamat siang tuan jangan lupa jaga kesehatan anda karena mulai besok kalian akan bertemu setiap hari",ucap Harven dengan menunduk hormat pada Brian yang dibalas Brian dengan kibasan tangan menyuruh Harven segera keluar dari ruangannya segera.


Setelah Harven pergi Brian langsung menghubungi seseorang.


"Keruanganku sekarang juga!", perintahnya pada orang yang dihubunginya itu.


Tak lama kemudian pintu ruangannya diketuk lagi oleh seseorang.


"Masuklah!",perintahnya pada sipengetuk pintu.

__ADS_1


"Apa anda ada perlu dengan saya tuan?",tanya Pria berperawakan tinggi besar dengan penampilan khas seorang petugas keamanan itu pada Brian.


"Mulai besok aku mengangkat Geo sebagai wakil CEO perusahaan,Philip",terangnya yang membuat pria yang dipanggil Philip itu terlihat terkejut tapi tidak mengatakan apa apa karena tugasnya sebagai kepala keamanan khusus diperusahaan Maxwell adalah untuk mendengarkan perintah Brian.


"Untuk jabatan Geo yang sekarang akan digantikan oleh Adam putraku.Aku memanggilmu kesini sekarang adalah untuk memastikan semua sistem keamanan diruangan wakil CEO sebagus milikku dan berada langsung dalam pengawasan timmu agar tidak ada orang yang bisa mengakses sistem keamanan disana selain tim kalian seperti milikku".


"Baik tuan.Lalu untuk tuan Adam apa anda juga ingin melakukan hal yang sama ?",tanya kepala keamanan Brian itu yang dijawab gelengan oleh Brian.


"Dia hanya akan menempati posisi direktur keuangan biasa disini jadi kurasa dia tidak berhak mendapat hak istimewa seperti ku dan wakilku".


"Tapi bukankah dia adalah putra kandung anda tuan.Apa anda tidak ingin melindunginya selayaknya pewaris Maxwell?".


"Untuk apa?Meski dia putra kandungku tapi dia tidak pernah menganggapku ini Daddynya sejak lama lalu tiba tiba dia datang menemuiku hanya untuk meminta harta warisannya apa itu pantas dilakukan oleh seorang anak yang pernah sangat kusayangi dulu".


"Lalu apa yang anda ingin kami lakukan untuk tuan muda Adam tuan Brian?".


"Tidak ada perlakukan dia selayaknya pegawaiku yang lain jangan istimewakan",perintah Brian yang diangguki oleh Philip.


"Kalau begitu saya akan meminta tim keamanan khusus perusahaan untuk mengganti semua Cctv yang ada dikantor calon wakil CEO seperti milik anda dengan hanya tim kami yang bisa mengaksesnya langsung seperti perintah anda".


"Kalau begitu saya permisi sekarang tuan".


Lalu Philip berjalan keluar dari ruangan Brian tapi sebelum pengawal khusus perusahaan itu keluar dari ruangan tiba tiba Brian bicara lagi.


"Siapa menurutmu orang yang paling bisa kau percaya di Timmu Philip?",tanya Brian yang membuat Philip lalu menoleh kearah Brian.


"Semuanya adalah orang pilihan tentu saja mereka bisa dipercaya karena saya sendiri dan anda saat itu yang menyeleksi mereka tuan".


"Baguslah kalau begitu.Jadi kau bisa menjamin bahwa semua yang terjadi didalam ruangan ku dan wakil CEO nanti tidak akan ada yang bisa menyadapnya kan?".


"Tentu saja tuan saya bisa menjamin itu dengan nyawa saya.Apa ada yang anda curigai?".

__ADS_1


Brian menggeleng"Lalu bagaimana kalau tim keamanan perusahan?".


"Saya juga ikut menyeleksi mereka bersama Ronald tuan.Apa ada masalah atau ada yang ingin kami lakukan untuk tuan muda Adam mungkin agar keamanannya terjamin".


Brian menggeleng"Tidak perlu Philip biarkan saja seperti biasa saja, toh kita tidak tau berapa lama dia akan berada diperusahaan ini jadi berikan hak biasa untuk nya".


"Oh baiklah tuan".


"Kurasa itu lebih aman untuknya yang baru terjun kemedan perang".


Philip langsung mengangguk mendengar ucapan terakhir Brian.


"Selain itu jangan biarkan anak buah dari timmu untuk berkeliaran didekat Adam".


"Baik tuan akan saya ingat semua perintah anda ini".


"Ya...kalau begitu pergilah sekarang dan suruh dua orang anak buahmu untuk menemaniku pergi sekarang".


"Anda ingin pergi?".


"Ya.Aku ada urusan penting sekarang", jawab Brian yang diangguki oleh Philip dengan keluar dari ruangan Brian dan memanggil dua orang yang diminta Brian barusan.


***


"Kita akan pergi kemana tuan?",tanya salah satu pengawal yang mengawal Brian keluar siang itu.


"Antar aku kepemakaman sekarang",perintahnya yang reflek langsung membuat pengawal tersebut sedikit terkejut.


"Apa ada rekan bisnis anda yang meninggal tuan?", tanyanya tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Tidak.Tapi aku pergi kepemakaman untuk menemui istriku.Sudah lama sekali aku tidak mengunjunginya bahkan aku lupa kapan terakhir kali berkunjung kesana",jawab Brian dengan menatap kosong keluar jendela saat mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Kalau begitu kami akan mengantar anda kesana sekarang".


"Hemmm", balas Brian lalu tidak mengatakan apapun sepanjang perjalanan sampai tiba disebuah komplek pemakaman sederhana tapi asri dan dia menyuruh kedua pria yang mengawalnya untuk memarkir mobil sedikit lebih jauh dari area pemakaman itu setelah itu dia memilih berjalan kaki menuju tempat itu dengan tetap diikuti oleh dua pengawalnya tersebut sampai disebuah makam seorang perempuan cantik yang sangat dicintainya itu dulu bahkan sampai sekarang Eleora Maxwell,cinta pertama dan terakhir Brian.


__ADS_2