Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
54.Hibur Aku Amera.


__ADS_3

"Adam!Kau sudah pulang?",tegur Amera begitu melihat Adam berjalan masuk kedalam Apartemen.


Adam tersenyum dengan berjalan menghampiri Amera disofa lalu menjatuhkan tubuhnya disamping perempuan itu dan langsung memeluknya dengan erat.


"Aku merindukanmu sayang",ucap Adam dengan menelusupkan kepalanya keceruk leher Amera untuk menghirup aroma perempuan itu agar perasaan resahnya karena baru bertemu Brian tadi bisa menjadi tenang lagi.


"Apa terjadi sesuatu disana kenapa wajahmu terlihat sangat muram?",tanya Amera yang dijawab gelengan oleh Adam.


"Tidak, semua baik baik saja sayang",balas Adam tetap diposisinya sekarang.


"Lalu kenapa kau terlihat muram sekarang kalau semua baik baik saja?".


"Karena mulai besok aku tidak akan bisa bersamamu seperti ini kalau siang sayang",jawab Adam yang dijawab cebikan oleh Amera


"Alasan yang tidak masuk akal kau pikir aku akan percaya.Ceritakan padaku apa yang sudah terjadi disana tadi mungkin itu bisa membuat hati mu menjadi nyaman lagi'',pinta Amera.


"Hufft".


Adam menghela nafas keras lalu merebahkan tubuhnya disofa dengan kepala berada dipangkuan Amera dan kedua tangan melingkari perut perempuan itu dengan erat.


"Aku bertemu dengannya.Setelah bertahun tahun aku menghindari nya, akhirnya aku bertemu dengannya dan......kupikir aku sangat membencinya tapi saat melihat wajahnya yang dipenuhi keriput itu rasa marahku yang tersimpan selama ini langsung menguap pergi begitu saja.Kenapa itu bisa terjadi sayang?",tanya Adam dengan menelusupkan wajahnya keperut Amera.


"Karena kau putranya Dam meski kau berusaha menghindarinya tapi kau tidak bisa menolak kenyataan kalau ikatan darah diantara kalian itu nyata seperti yang kau rasakan pada calon anak kita bukanlah begitu?".


"Ya sepertinya begitu Sayang.Tapi kenapa meski aku tidak membencinya sikap kami berdua tidak berubah tetap seperti semula saling berteriak memaki dengan kasar".


"Mungkin itu cara kalian saling mengungkapkan perasaan".


"Tidak mungkin Sayang.Bagaimana bisa kau bilang kami saling perduli sementara kami berusaha saling menghancurkan tadi".

__ADS_1


"Ini baru pertemuan pertama kalian setelah sekian tahun jadi bisa disebut ini adalah waktu kalian berusaha memasang taring masing masing kurasa".


"Taring?Tapi aku tidak punya taring jadi bagaimana bisa kau sebut kami saling memasang taring",celetuk Adam dengan ekspresi jahil pada Amera yang saat itu memasang wajah serius dihadapan Adam.


"Itu hanya kiasan bagaimana bisa kau berpikir itu sesuatu yang sebenarnya dasar menyebalkan",balas Amera dengan wajah cemberut.


"Hey jangan memasang wajah seperti itu sekarang karena yang sedang butuh dihibur itu aku jadi seharusnya kau memahami ucapan ku barusan Mer".


"Kurasa kau sudah baik baik saja sekarang dan tidak butuh untuk dihibur jadi menyingkirlah!",hardik Amera dengan berusaha meminta Adam untuk bangkit dari pangkuannya tapi bukannya bangkit Adam malah berguling lalu menarik Amera sampai posisi mereka menjadi terbalik dengan Amera berada dibawah kungkungan pria itu.


"Adam!",hardik Amera yang dibalas Adam dengan menaikan kedua alisnya sebagai jawaban.


"Menyingkir!",perintah Amera yang dijawab gelengan oleh Adam.


"Kau berat",celetuk Amera meski sebenarnya itu tidak benar karena Adam mengungkungnya dengan menggunakan sikunya sebagai penumpu tubuhnya.


"Benarkah tapi aku tidak menekankan tubuhku padamu bagaimana bisa kau bilang aku berat",bela Adam dengan mulai menyerusukkan kepalanya keceruk leher Amera dan mulai memainkan lidahnya disana .


"Hemmm".


"Sedang apa kau?", tanya Amera dengan berusaha membuat kepala Adam menjauh dari lehernya.


"Aku sedang sedih jadi hibur aku sayang sekarang",ucapnya dengan menyesap kulit leher Amera kuat tanpa mendengarkan protes penolakan Amera karena meski dia terlihat baik baik saja tapi pertemuannya dengan Brian tadi membuat perasaannya tidak karuan sekarang dan berdekatan dengan Amera seperti ini merupakan obat penenang nya.


"Bukannya kau bilang kau baik baik saja tadi?",tanya Amera yang dijawab gelengan oleh Adam.


"Rasanya sangat menyesakkan sayang,andai aku masih kecil aku pasti akan menangis dengan keras sebagai bentuk luapan perasaan ku hari ini",balas Adam dengan membenamkan kepalanya didada Amera.


Mendengar itu Amera lalu melingkarkan kedua lengannya kesekitar pundak Adam erat.

__ADS_1


"Menangislah Sayang kalau itu bisa membuat semua rasa sakit yang kau pendam selama ini sembuh",ucap Amera dengan membelai tubuh Adam penuh perasaan sayang.


"Tapi aku tidak ingin menangis".


"Lalu?".


"Cintai aku Mer...",pinta Adam dengan menatap wajah Amera yang ada dibawah tubuhnya dengan tatapan penuh permohonan.


Amera terdiam sesaat mendengar permintaan Adam lalu mengangguk.


"Baiklah aku akan mencintaimu hingga kau merasa baik baik saja dan lupa dengan rasa sakitmu tadi",jawab Amera dengan mengalungkan kedua lengannya keleher Adam lalu menarik kepala pria itu untuk mendekat kearahnya dan mulai memagut bibir Adam dengan penuh perasaan yang langsung dibalas Adam dan mereka mulai berciuman dengan penuh gairah disofa.


"Emmmh...",lenguh Amera begitu Adam mulai menciumi bagian tubuhnya yang lain dengan penuh gairah dengan sesekali meninggalkan jejak kepemilikannya ditubuh perempuan. cantik itu yang selalu bisa membuat dirinya melupakan semua hal termasuk rasa sakitnya karena pertemuannya dengan Brian tadi kalau mereka sudah bersama seperti sekarang.


"Mer.....aku mencintaimu",gumam Adam disela sela ciumannya yang semakin panas disekujur tubuh Amera yang sudah polos disofa saat itu.


"Aku juga Dam.....",balas Amera dengan menarik kepala Adam semakin merapat ketubuhnya.


"Jangan pernah tinggalkan aku kumohon Amera",ucap Adam lagi dengan suara setengah merengek seperti anak kecil disela sela ciuman panasnya.


"Tidak akan...",balas Amera dengan suara setengah tercekat karena Adam mencium dititik sensitif tubuhnya hingga membuat hasratnya semakin naik dan mulai sulit dikendalikan.


"Berjanjilah Mer.....",celetuk Adam dengan sengaja mempermainkan gairah Amera membuat Amera dibuat mengila karena apa yang sengaja Adam lakukan sekarang.


"Ya....Dam.....",rintihnya dengan perasaan mendamba luar biasa pada sentuhan pria itu.


"Ya...apa Mer?",tanya Adam dengan menghentikan cumbuannya membuat Amera mendesis kesal karenanya.


"Dam....",rengek Amera dengan wajah merona karena gairah menatap Adam yang juga menatap kearahnya dengan tujuan meminta jawaban dari pertanyaannya barusan.

__ADS_1


"Ya...aku tidak akan meninggalkanmu Bagaimana kau puas mendengarnya?!",jawab Amera dengan setengah merengut karena Adam membuatnya tidak berdaya selalu bisa mencari titik lemah dalam dirinya seperti sekarang menanyakan sesuatu yang sangat penting disaat dia sedang berada dipuncak gairahnya karena menginginkan pria itu.


"Ya...aku puas dan aku juga tidak akan meninggalkanmu,tidak pernah Mer.Aku tidak akan pernah melakukan apa yang Daddyku lakukan pada Mommyku padamu percayalah padaku",balasnya dengan memagut bibir Amera penuh perasaan seolah dengan ciuman itu dia memberikan janjinya pada Amera yang langsung merasa terharu mendengar apa yang dikatakan Adam dan membalas perlakuan Adam padanya dengan perasaan sama.


__ADS_2