
Plak!!
Bruk!!
Ariana langsung jatuh tersungkur kelantai Apartemen Elvan karena tamparan keras yang Stella lakukan.
"Anak tak tau diri!!!",bentak Stella dengan menarik keras tangan Ariana yang sudah tersungkur kelantai.
"Ma..mam le...lepaskan aku, sa..sakit",rintih Ariana dengan menahan rasa sakit dibekas pukulan Stella barusan.
"Bangun!!!Dan ayo pulang!!!Jangan jadi anak pembangkang tak tau diri seperti ini",perintah Stella dengan menyuruh orang yang dibawanya untuk membawa paksa Ariana kemobilnya.
"Ma..mam aku tidak mau.Tolong jangan paksa aku untuk ikut pulang kerumah!",tolak Ariana berusaha memberontak pada orang yang menyeretnya keluar dari Apartemen Elvan dengan paksa saat itu.
Stella sama sekali tidak mendengarkan penolakan Ariana dan tidak perduli dengan orang orang yang menatap penuh heran pada mereka.
Stella sudah hampir berhasil membawa masuk Ariana kedalam mobilnya ketika tiba tiba seseorang menghentikan apa yang dilakukannya saat itu.
"Lepaskan perempuan itu!!"perintah Elvan dengan berjalan kearah Ariana dan pria yang membawanya paksa.
"Siapa kau?!Beraninya menghalangiku membawanya pergi dari sini!",balas Stella dengan berjalan menghampiri Elvan dan menepiskan tangan pria itu dari Ariana secara paksa.
"Aku kekasihnya lalu siapa kau?!",hardik balik Elvan.
Mendengar itu Stella lalu menatap kearah Ariana yang langsung pucat pasi begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan Elvan dihadapan Stella.
"Dia kekasihmu?!",bentaknya pada Ariana yang langsung dijawab gelengan oleh Ariana.
"Bu...bukan mam dia hanya kenalanku",jawabnya dengan tidak berani menatap kearah Stella yang menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.
__ADS_1
"Tapi dia baru saja bilang kalau dia adalah..".
"Aku memang kekasihnya lalu siapa kau?!",bentak Elvan yang membuat Stella langsung berputar menatap Elvan tanpa gentar.
"Aku Stella Maxwell.Kau pasti tau siapa aku bukan?Dan dia..",Stella mengatakannya dengan menunjuk kearah Ariana yang tidak berani menatap kearah Stella karena takut Stella akan semakin menyiksanya nanti setelah sampai dirumah kalau dia terus saja membangkang jadi sekarang dia hanya berharap Elvan bisa membantunya bebas dari cengkraman Stella mamanya.
Meskipun Stella belum mengatakan secara jelas siapa Ariana tapi dilihat dari kesamaan nama keluarga mereka dia sudah bisa menduganya sendiri.
"Anda ibu Ariana?",tanyanya berusaha merubah sikapnya menjadi lebih lunak.
Bukan tanpa alasan Elvan mau membantu Ariana tapi dia ingat perjanjian belum tertulis antara dia dan perempuan itu yaitu mengenai saham yang akan diberikan Ariana padanya nanti karena itu dia mau membantu perempuan muda itu yang terlihat sangat tersiksa karena perempuan yang membawanya paksa itu yang ternyata adalah ibunya sendiri.
"Ya,aku mamanya lalu siapa kau kenapa kau mengaku sebagai kekasih putriku dan dengan berani menyembunyikannya ditempatmu!",hardik Stella marah pada Elvan.
"Maafkan saya soal itu nyonya Maxwell tapi saya melakukannya karena saya sangat mencintai putri anda.Oh iya bisakah kita bicara secara baik baik tidak seperti sekarang karena sekarang kita sedang menjadi tontonan gratis dari orang orang",pinta Elvan dengan berusaha tersenyum ramah pada Stella yang tidak juga merubah ekspresinya pada Elvan.
"Tapi aku tidak tertarik bicara denganmu dan aku harap mulai sekarang jangan mencoba mendekati putriku lagi.Karena putriku ini sebentar lagi akan menikah",balas Stella lalu menyuruh orang suruhannya untuk memaksa Ariana masuk kedalam mobil dengan penolakan dari Ariana yang berusaha membuat keributan yang didukung oleh Elvan dengan berusaha sekuat tenaga meyakinkan Stella tentang perasaannya pada Ariana tapi tetap diabaikan oleh Stella.
Melihat bagaimana Stella memperlakukan Ariana Elvan yang semula yakin dia akan berhasil membantu Ariana menjadi sedikit gentar karena mulai sadar kalau sepertinya perempuan setengah baya yang dihadapinya sekarang bukan ibu biasa bagi Ariana yang sangat mudah dibuat tidak berkutik.
"Jangan lagi berusaha ikut campur dengan apa yang aku lakukan pada putriku kalau kau masih ingin baik baik saja",ancam Stella sebelum menyuruh supirnya pergi meninggalkan Apartemen Elvan.
Mendengar ancaman Stella entah mengapa Elvan tidak mengatakan apapun karena ekspresi Stella saat mengatakan itu benar benar bukan Ekspresi perempuan pada umumnya tapi seperti ekspresi seorang pembunuh berdarah dingin dan tanpa bisa dipungkirinya tengkuk Elvan terasa meremang padahal ancaman Stella tadi dikatakannya dengan pelan.
***
Bruk!!!
Stella melempar tubuh Ariana dengan keras kelantai kamarnya,lalu sebelum Ariana bisa bangun dari posisi jatuhnya Stella sudah mencengkram rahang perempuan muda itu dengan sangat kuat hingga membuat Ariana meringis kesakitan bahkan sampai tidak bisa bersuara jelas saat ingin bicara.
__ADS_1
"Dasar anak tak tau diri...Kau pikir kau hebat sekarang karena itu sudah berani melawan keinginan ku dengan kabur dan berusaha mencari perlindungan dari seorang pria".
"Ma..mam..Sa..sakit to..tolong le..lepaskan",pinta Ariana dengan mulai terisak karena cengkraman Stella seolah membuat rahangnya patah.
"Sakit?",tanyanya yang dijawab anggukkan oleh Ariana.
"Kalau kau tau sakit seharusnya kau menjadi gadis patuh jangan berani membantah Ku".
"Ampun Mam",rintihnya karena dia seperti mendengar suara tulang rahangnya bergeser.
"Bruk!!!.
Stella mendorong Ariana sampai tersungkur kelantai kamar dan kali ini Ariana tidak berani lagi berusaha melawan Stella.Dia takut kalau dia semakin melawan, mamanya yang mengerikan itu akan menyiksanya lebih dari ini seperti dulu dulu.
"Kenapa Kau begitu bo*oh dengan pergi mencari perlindungan ke pria tidak jelas sepeti itu Ariana.Kenapa tidak pergi ketempat Adam saja agar aku punya alasan untuk membuatnya kembali bertengkar hebat dengan Brian jadi Brian bisa mengusirnya lagi seperti dulu!",bentak Stella kesal.
"Ka..karena A.. Adam su..
sudah tidak mencintaiku lagi sekarang Mam",jawab Ariana terbata bata yang dijawab Stella dengan tertawa keras saat mendengarnya.
"Benarkah lalu apa alasannya?",tanya Stella sinis menatap Ariana
Ariana menggeleng"Di... dia Su...sudah punya kekasih baru yang sekarang sedang hamil anaknya Mam...",ucap Ariana.
Brak!!!
Kursi yang diduduki Stella sampai jatuh saat perempuan itu berdiri paksa dari duduknya setelah mendengar apa yang dikatakan Ariana.
"Katakan lagi Ariana!",perintah Stella dengan sangat marah.
__ADS_1
Melihat reaksi Stella yang seperti itu tiba tiba Ariana merasa rasa sakitnya langsung hilang dan tanpa sepengetahuan Stella Ariana tersenyum smrik karena akhirnya dia punya cara paling ampuh menyingkirkan Amera dari sisi Adam.
Dan kalau mamanya yang menangani perempuan itu dia yakin Adam pasti tidak akan bisa menyelamatkannya seperti saat mamanya melenyapkan Eleora dulu yang tidak diketahui oleh Adam maupun Brian sampai sekarang.