Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
15.Mendekatlah Kemari.


__ADS_3

"Sudah?",tanya Adam saat melihat Amera sudah berganti baju dengan piyama longgar saat itu.


Amera mengangguk tapi tetap berdiri ditempatnya dan terlihat ragu untuk bergerak mendekat kearah Adam yang duduk dikepala tempat tidur dengan ponsel ditangannya.


"Kalau begitu kemarilah",pinta Adam dengan meletakkan ponsel ditangannya keatas meja nakas lalu sengaja merentangkan kedua tangannya meminta Amera untuk masuk kedalam pelukannya.


"E ...kurasa....aku sekarang ...sudah baik baik saja Dam jadi...".


''Kemarilah sayang",ucap Adam dengan nada membujuk menatap kearah Amera yang menjadi semakin gugup dibuatnya.


"Biar aku memeluk kalian.Aku janji hanya akan memeluk kali ini",ucap Adam lagi berusaha untuk meluluhkan keraguan Amera dengan mengatakan semua itu.


"Hanya memeluk bukan.Kau tidak akan melakukan hal lain yang lebih dari itu padaku?",jawab Amera yang dibalas anggukan dan senyum dikulum pria muda itu padanya.


"Ya, jadi kemarilah Mer",bujuk Adam sekali lagi yang kali ini membuat Amera perlahan mendekat kearah Adam meski masih dengan langkah ragu.


Adam segera meraih tubuh Amera setelah perempuan itu berdiri tepat disampingnya lalu mendudukkan Amera kepangkuannya.


"Kamu gugup?",tanya Adam dengan menatap wajah Amera yang tepat berada dihadapannya sekarang.


"Bukan itu masalahnya tapi...".


Cup!


Adam mendaratkan kecupan ringannya dipipi Amera membuat Amera reflek menyentuh tempat pria itu baru saja menciumnya dengan mata terbelalak meski ini hanya ciuman ringan dipipi tapi efeknya tidak kalah dengan ciuman yang dilakukan Adam pada bagian tubuhnya yang lain.


"Kenapa?kau tidak suka?",tanya Adam dengan menatap lembut kearah Amera yang dijawab Amera dengan menggelengkan kepalanya.


"Tidak ..tidak masalah.Aku hanya terkejut saja barusan",terangnya dengan mengalihkan tatapannya dari wajah Adam.


''Kurasa mulai sekarang kau harus mulai terbiasa menerima ciumanku karena aku tidak berniat membuat pernikahan kita hanya sebuah tanda tangan dikertas",terang Adam dengan menaikkan sebelah alisnya.


Amera menelan Saliva nya mendengar itu karena tiba tiba merasa gugup dengan alasan yang tidak jelas menurutnya .


"Itu....apa berarti termasuk sampai melakukan nya juga?",tanya Amera dengan menunduk karena merasa wajahnya terasa panas saat menanyakan hal itu padahal mereka sudah pernah melakukannya sebelum ini bahkan sampai menghasilkan calon anak dalam perutnya sekarang.

__ADS_1


"Melakukan apa?", tanya Adam dengan ekspresi seolah bingung karena pertanyaan Amera barusan.


"Itu.. ..bercinta?Apa kita harus bercinta juga?".


Adam diam tidak menjawab pertanyaan Amera membuat suasana diantara mereka menjadi hening karenanya dan Amera yang semula menunduk karena merasa malu perlahan mengangkat wajah nya menatap kearah Adam yang juga menatap kearahnya dalam diam.


"Kenapa?",tanya Amera merasa heran dengan sikap Adam tersebut.


Adam menggeleng tapi tidak bersuara.


"Dam",panggil Amera dengan nada kesal.


"Kau bilang ingin beristirahat bukan jadi berbaringlah aku akan memelukmu sampai kau tertidur",jawab Adam dengan menggeser tubuh Amera kesamping supaya dia bisa merebahkan tubuhnya dengan nyaman.


Melihat Adam melakukan itu tiba tiba mood Amera berubah menjadi buruk dan dia segera memalingkan tubuhnya membelakangi Adam.


Adam yang melihat Amera seperti itu langsung memeluk tubuh perempuan yang sudah menjadi istrinya itu sekarang masih dalam diam.


"Kenapa?",tanya Amera tiba tiba masih dengan posisi membelakangi Adam.


"Apa yang kenapa?",balas Adam lirih.


"Tidak,aku hanya mencoba memahami jalan pikiranmu terutama hari ini.Pasti berat untukmu sampai kau seperti tadi".


"Sudah kukatakan aku baik baik saja sekarang!",balas Amera dengan nada ketus dan seketika membalikkan tubuhnya menghadap kearah Adam.


"Benarkah?", Tanya Adam dengan menaikan sebelah alis matanya melihat reaksi Amera itu.


"Ya.Bukankah kita juga sudah pernah melakukannya jadi....".


Tiba tiba Amera langsung mengatup mulutnya karena sadar kalau awalnya dia yang tidak ingin melakukannya lalu setelah Adam memberikan reaksi seolah sedang menolaknya tiba tiba dia yang merasa kesal sendiri .


"Jadi ...",Adam sengaja mengulang pernyataan Amera yang belum selesai barusan.


"Tidak ada", jawab Amera lirih.

__ADS_1


"Apanya yang tidak ada Mer?",tanya Adam dengan sengaja mendekatkan wajah tampannya ke Amera hingga jarak wajah mereka hanya tersisa beberapa inci saja dan Amera bisa mencium aroma mint dari nafas pria itu yang membuat tubuh Amera meremang karenanya.


Amera menggeleng karena isi kepalanya sudah mulai kosong untuk bisa berpikir mencerna maksud pertanyaan Adam yang bermakna menjebak tersebut.


Adam masih belum melakukan apa apa dan tidak menambah dekat jarak wajah mereka tapi tetap membuat Amera tidak baik baik saja sampai....


"Kruyuk.....".


Seketika wajah Amera langsung memerah seperti kepiting direbus karena otak dan perutnya tidak mau sinkron.


Mendengar bunyi itu tiba tiba Adam tertawa cukup keras dan berguling menjauh dari Amera membuat wajah Amera langsung cemberut karena.


"Jangan tertawa!",hardik Amera kesal.


"Sorry....mommy tapi sepertinya Baby A butuh asupan nutrisi untuk tumbuh sekarang",balas Adam dengan bangun lalu mendudukkan tubuhnya dikepala tempat tidur dan mengambil ponselnya yang ada dimeja nakas samping tempat tidur.


"Kau ingin apa?",tanya Amera dengan ikut duduk dihadapan Adam.


"Memesankan makanan untukmu lalu apa lagi.Jangan bilang itu bukan tanda kalau kau kelaparan karena aku tidak percaya".


"Tapi aku tidak ingin makan, nafsu makanku tidak ada ",ucap Amera tanpa semangat


"Meski tidak ingin kau tetap harus makan Mer karena didalam sini ada yang butuh makanan juga",terang Adam dengan menyentuh perut rata Amera dari luar piyamanya.


"Tapi...".


"Aku yakin kau pasti mau memakan makanan yang aku pesan ini",terang Adam dengan memesan makanan untuk Amera melalui aplikasi online.


"Terserah kau saja tapi kalau aku tidak ingin memakannya kau tidak boleh memaksaku nanti",tekan Amera dengan mengerucutkan bibirnya yang terlihat sangat menggemaskan Dimata Adam.


"Kau pasti memakannya bagaimana pun caranya nanti",balas Adam dengan tiba tiba menyambar bibir Amera yang sedang mengerucut itu lalu melepaskannya saat mendengar suara bel pintu Apartemen.


"Itu pesanan kita sudah datang",terang Adam dengan bangkit dari ranjang dan meninggalkan Amera yang masih kagum dengan ciuman Adam barusan tapi sebelum dia sempat bereaksi Adam sudah melepaskan penyatuan bibir mereka membuat Amera merasa kesal lalu mengikuti Adam keluar dari kamar dengan sengaja memanggil keras pria itu yang sedang membayar pesanan makanan yang diantarkan kurir.


"Adam!",teriak Amera yang membuat Adam dan sikurir menoleh kesumber suara tapi Adam segera mendorong sikurir keluar dari pintu agar dia tidak sempat melihat wajah Amera yang dikhawatiri Adam dikenalinya.

__ADS_1


"Ada apa Mer?",balas Adam dengan berjalan mendekat kearah Amera yang sudah mendekat kearahnya.


"Dasar menyebalkan!".


__ADS_2