Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
11.Jujur pada Veronica.


__ADS_3

"Vero kok kau berada disini lagi dimana Adam?",tanya Amera dengan bangkit dari ranjang lalu mengedarkan tatapannya kesekeliling kamar tempatnya berada sekarang.


"Adam sedang pergi katanya ada urusan yang harus dia selesaikan sekarang karena itu dia memintaku kemari untuk menemani mu",terang Veronica.


"Oh",jawab Amera singkat.


"Mer kau baik baik saja,sebenarnya apa yang terjadi hari itu?".


"Maksudmu Vero?".


"Saat sebelum pernikahanmu sampai tadi pagi aku pikir pembatalan pernikahan kalian karena akhirnya kau sadar kalau si Elvan itu sebenarnya bukan pria yang baik dan kalian bertengkar hebat hari itu karena masalah itu, sampai akhirnya Adam membopongmu yang pingsan kerumah sakit dengan luka memar didahimu saat itu.Tapi rumor yang disebarkan oleh orang yang aku yakin pihak Elvan itu,apa itu benar Mer kalian batal menikah karena sebenarnya kau hamil dengan pria lain?",tanya Veronica pada Amera yang tertunduk mendengar apa yang dikatakan Veronica sekarang.


"Mer...kau kenal aku bukan.Kita sudah bersama sejak kau mulai debutmu didunia hiburan jadi mengingat itu apa kau tidak ingin mengatakan yang sejujurnya padaku.Apa yang terjadi padamu sebenarnya sekarang".


Amera menarik nafas keras lalu menatap kearah Veronica.


"Maaf Vero mungkin setelah besok kau harus mencari pekerjaan lain karena aku yakin setelah besok karierku akan hancur oleh scandal ini".


"Masalahnya bukan karena scandal ini yang aku ingin tau tapi siapa dan kenapa Mer.Bisakah kau ceritakan padaku sebagai temanmu bukan Manajermu".


"Aku juga tidak menyangka akan berakibat seperti ini karena yang ada di pikiranku malam itu saat melihat Elvan berciuman dengan sangat panas dimobil bersama Melisa hanya ingin membalasnya dengan mencoba melakukan hal yang sama seperti yang Elvan lakukan setelah sebelumnya aku minum dibar sendirian".


"Jadi....malam itu kau melakukan ONS dengan seorang pria begitu maksudmu?",tanya Veronica yang diangguki oleh Amera.


"Kau serius?!",tanya Veronica dengan suara keras seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan sahabatnya itu.


Amera kembali mengangguk

__ADS_1


"Iya aku serius kami benar benar melakukannya malam itu",balas Amera dengan kembali teringat apa yang terjadi dimalam itu.


"Ini benar benar luar biasa Mer....",ucap Veronica masih seolah tidak percaya.


"Kenapa luar biasa?",tanya Amera berubah bingung dengan sikap Veronica yang terlihat antusias karena mendengar dia sudah melakukan ONS dengan seorang pria setelah bertengkar dengan Elvan.


"Bukan kah itu yang pertama untukmu dan kau melakukannya bukan dengan sibrengsek Elvan tapi dengan pria lain tentu saja ini luar biasa dan sekarang aku mengerti kenapa Elvan bisa sangat marah seperti ini.Karena ternyata dia sudah didahului oleh seseorang sementara selama kalian pacaran kau selalu menolak bila dia mengajakmu bercinta dengannya".


"Itu karena prinsipku yang tidak ingin tidur dengan pria manapun selain suamiku Vero".


"Dan itu akhirnya yang membuat siElvan ingin cepat cepat menikahimu bukan?Karena dia ingin menjadi pria yang pertama tidur denganmu meski terpaksa harus melalui jalur pernikahan tapi ternyata dia kalah telak saat tau kau ternyata sudah tidur dengan pria lain".


"Ver..itu sesuatu yang memalukan,Aku tidak ingin mengingatnya dan andai bisa memutar waktu aku ingin kembali kemalam itu supaya semua ini tidak terjadi Ver".


"Lalu kalau kau kembali kemalam itu apa itu berarti kau ingin tetap menikahi pria brengsek itu Mer",ucap Veronica kesal mengingat selama menjalin hubungan dengan Elvan Amera selalu saja diselingkuhi dengan alasan klise yang mengatakan apa yang dia lakukan dengan para perempuan itu karena khilaf.


Veronica benar benar kesal kalau mengingat lagi hal itu karena dia tau kalau Elvan adalah kekasih pertama Amera tapi sejak mereka menjalin hubungan tak terhitung jumlahnya dia selingkuh dari Amera dan Amera yang lugu selalu memaafkan pria brengsek itu setiap kali si Elvan meminta maaf dengan cara pura pura memohon mohon pada Amera .


Amera diam lalu menggeleng lemah.


"Mungkin tidak Ver",ucapnya lirih.


"Jangan bilang tidak,bukankah setelah malam itu kalian memang sempat bertengkar bahkan siMelisa juga sempat menelponmu pura pura ikut menjelaskan Permasalahannya lalu tidak lama kau dan si Elvan kembali berbaikan bukan!".


"Ya...karena kupikir saat itu kami akhirnya impas jadi....".


"Kalian tidak pernah impas Mer.Dia itu pria brengsek sementara kau perempuan baik baik meski apa yang kau lakukan ini salah tapi kau tidak boleh mencap dirimu sama seperti Elvan dan perempuan murahan yang selalu bersamanya selama ini".

__ADS_1


"Entahlah Mer aku merasa tidak bisa lagi berpikir dengan benar sejak dokter yang dipanggil oleh Elvan mengatakan kalau aku hamil karena ONS yang kulakukan".


Mendengar itu tiba tiba Veronica memeluk tubuh Amera erat.


"Tidak papa Mer semua akan baik baik saja kalau memang kariermu hancur gara gara ini ayo kita mulai lagi dari awal setelah semua ini kita bereskan,bagaimana?".


"Apa kau yakin akan terus bersamaku yang pasti akan jatuh bangkrut dan tidak laku lagi setelah scandal ini terbuka besok Ver".


"Kenapa tidak Mer Aku ini bukan hanya Manajermu tapi juga temanmu dan orang yang paling dekat denganmu selama ini".


Mendengar itu Amera lalu membalas pelukan Veronica.


" Makasih Ver sekarang aku merasa lebih baik setelah mendengar apa yang kau katakan ini".


"Ya kau harus kuat Mer karena sekarang kau tidak hanya sendirian tapi ada calon anakmu yang harus kau lindungi bersamaku".


"Iya kau benar Ver kurasa hamil bukan sesuatu yang buruk",balas Amera mulai bersemangat lagi.


"Kalau begitu besok kita harus berjuang sampai akhir dan jangan gentar menghadapi semua orang termasuk Elvan yang pasti akan mengeluarkan jurus andalannya dengan membawa bukti kongkrit kalau kau hamil".


"Ya Ver,aku pasti akan bisa mengatasi masalah besok dengan baik".


"Tapi Mer...karena kontrakmu dengan pihak Agency belum berakhir dan baru berakhir 3 bulan lagi jadi sepertinya kalau mereka merasa dirugikan karena scandalmu kali ini sepertinya kita harus mempersiapkan dana cukup besar untuk membayar penalti nanti".


"Kali begitu jual Apartemenku dan beberapa aset berharga ku untuk membayarnya.Bukankah kau bilang setelah besok kita memang harus mulai dari nol lagi".


"Kau benar.Jadi untuk sementara kau harus bersikap baik dengan Adam karena sampai semua masalah ini selesai sepertinya kau harus tinggal disini bersamanya,meski dia bilang padaku kalau Apartemen ini jarang ditempatinya selama ini".

__ADS_1


"Dia mengatakan itu padamu Ver?Lalu selama ini dimana dia tinggal?".


"Dia bilang ditempat usaha yang sedang dirintisnya sekarang karena akan sulit kalau harus bolak balik dari sana kesini itu katanya padaku waktu menawarkan Apartemennya pada ku untuk kau tempati".


__ADS_2