
"Lepaskan aku!!Kalian semua brengsek!!!Beraninya memperlakukan aku seperti ini karena aku perempuan tua yang lemah!!!".
"Kami hanya menjalankan perintah tuan Brian nyonya Stella",jawab salah satu pengawal Brian yang membawanya pergi masuk kedalam menara yang ternyata bagian dalamnya sangat mengerikan sudah berlumut juga pengap dan gelap hanya ada cahaya samar menerangi tempat itu tapi para anak buah Brian sama sekali tidak kesulitan berjalan mungkin mereka itu salah satu jenis hewan nokturnal,batin Stella heran.
Salah satu anak buah Brian tiba tiba mengikat kedua tangannya menjadi satu dengan sebuah tali membuat Stella sangat terkejut dengan apa yang mereka lakukan itu.
"A..apa?S..Sedang apa kalian?!",bentaknya ketakutan yang tidak ditanggapi oleh Orang yang mengikatnya itu.
"Kami hanya menjalankan perintah",jawab orang itu membuat Stella semakin ketakutan karenanya.
"Panggil sibrengsek Brian kesini biar aku bicara dengannya sekarang!Apa sebenarnya maunya melakukan ini padaku!!",teriak Stella penuh kemarahan.
"Tuan Brian akan menemui anda nanti nyonya sekarang patuhlah agar anda tidak semakin tersiksa".
"Kau gila!!Bagaimana mungkin menyuruhku patuh sementara sekarang kalian mengikat tanganku dengan erat dan membawaku ketempat mengerikan ini!!!",teriaknya dengan mengedarkan pandangannya yang perlahan mulai terbiasa dengan tempat mengerikan itu dan tiba tiba dia terbelalak saat melihat seseorang diam tergantung tidak jauh darinya membuatnya reflek berteriak ketakutan.
"Aaakh!!!!Apa itu!!!".,teriaknya keras
"Mantan suamimu".
Ctek!!
Brian menghidupkan lampu yang ada diruangan itu hingga membuat tempat itu menjadi terang dan Stella bisa melihat jelas tempat itu yang ternyata memang mengerikan tidak jauh beda saat suasana nya gelap tadi hanya bedanya sekarang dia bisa melihat sosok pria yang tadi tergantung diam tak jauh darinya.
Dan seperti apa yang dikatakan Brian tadi pria itu ternyata memang Anderson mantan suaminya yang diperintahkannya untuk menghabisi Amera tapi malah tertangkap dan lihatlah kondisinya sangat mengenaskan membuat Stella hanya bisa menarik nafas melihat kondisi Anderson saat itu.
"Bodoh",gumamnya lirih yang ditunjukannya untuk Anderson yang sepertinya masih hidup itu.
"Dia mantan suamimu bukan Stella?",tanya Brian dingin menatap kearah Stella yang terikat dan bersimpuh dilantai tidak jadi digantung karena ternyata Brian tidak cukup sabar menunggu diam diluar menunggu Stella kelelahan seperti niatnya semula.
"Buat apa kau bertanya kalau kuyakin kau sudah tau jawabannya",balas Stella dingin.
__ADS_1
"Tampaknya kau sudah lelah berpura pura sekarang karena itu kau menjawabku dengan jujur".
"Aku memang sudah lama lelah berpura pura padamu Brian",balas Stella sinis.
"Kenapa?Bukankah kau belum.mendapatkan apa yang kau inginkan dariku?".
"Itulah masalahnya karena itu aku masih terus berpura pura sangat mencintai mu sampai sekarang".
"Pasti hidupmu sangat tidak nyaman karena terus berpura pura seperti itu Stella",celetuk Brian menatap kearah Stella dengan pandangan merendah kan.
"Kau menghinaku sekarang.Apa kau sedang pura kura perduli padaku?Sangat miris kita semua kau aku dia dan istrimu yang sudah meninggal itu tidak jauh bedanya. Jadi jangan berpikir kau sudah menang karena bisa mengikatku seperti ini dan menyiksa dia sampai berada dalam kondisi hidup dan mati seperti itu".
"Aku tidak suka menyakiti orang tapi aku lebih tidak suka saat orang orang yang aku cintai disakiti jadi aku melakukannya karena itu.Apa kau paham".
"Ya...Jadi intinya disini kau sedang menghukum aku dan pria tidak berguna itu karena kami para manusia pendosa begitu?".
"Bukan kalau seperti itu kurasa terlalu mudah".
"Lalu?".
"Hah!Benarkah kau semurah hati itu pada kami?Kau pasti sedang menipuku Brian!".
Stella merasa tidak percaya mendengar apa yang Brian katakan karena terdengar sangat mudah untuknya.
"Tidak, asal kau menjawab dengan jujur apa yang aku tanyakan".
"Apa yang ingin kau ketahui?Kalau memang benar kau akan melepaskan aku kurasa akan ku pertimbangkan menjawab pertanyaannya sekarang secara jujur".
"Baiklah Stella aku hanya ingin tau sebab kematian Eleora yang sebenarnya itu saja".
"Oh... ternyata kau begitu penasaran dengan hal itu.Baiklah akan aku katakan saja yang sebenarnya.Disembunyikan juga percuma"
__ADS_1
"Jadi... katakanlah yang sebenarnya".
"Saat kau menduga Eleora mati tidak wajar itu benar.Aku sudah memberinya racun setiap kali mengganti infus miliknya hingga perlahan kondisi nya semakin menurun dan akhirnya dia mati".
Brian mengepalkan tangannya dibalik posisinya yang sedang bersidekap saat itu hingga buku buku jarinya memutih karena menahan rasa amarahnya pada perempuan yang berada tepat dihadapannya itu sekarang".
"Lalu apa hanya itu saja kejahatan mu pada keluargaku atau ada lagi?",tanya Brian dengan nada datar.
"Sebenarnya saat Adam koma setelah kecelakaan itu aku berniat menghabisinya juga seperti aku menghabisi Eleora saat itu tapi Ariana melarangku dengan memohon mohon membuatku merasa tidak tega dan terpaksa membatalkannya".
Gigi gigi Brian bergemerutuk mendengar hal itu marah muak benci semua perasaannya bercampur jadi satu terhadap perempuan kejam yang baru diketahuinya sekarang itu.
"Kau benar benar sangat kejam.Lalu untuk apa kau melakukan semua itu?Apa untuk uang?".
"Tentu saja lalu untuk apa?".
"Huffft....".
Brian menarik nafas keras sepertinya dia tidak sanggup lagi bersikap pura pura baik dihadapan perempuan iblis itu jadi dia berdiri dari duduknya dan berjalan menjauh membuat Stella langsung memanggilnya keras.
"Brian! Kemana kau?Bukankah kau tadi sudah berjanji akan melepaskanku kalau aku bicara jujur!".
Mendengar itu Brian langsung berbalik dan berjalan mendekat lagi kearah Stella.
"Itu benar aku memang akan melepaskanmu dari sini dan menjualmu sebagai budak dipasar gelap.Lalu apa yang kau katakan tadi akan aku serahkan pada pihak kepolisian dan kau bisa membayangkan apa yang kan terjadi kalau aku melakukan itu bukan?",ucap Brian Dnegan menyeringai dingin.
Stella menggeleng tapi itu pasti sangat buruk, untuk menyesal juga sudah terlambat jadi dia tidak tau dan hanya berharap nanti saat Brian melepaskannya dari tempat itu dia bisa kabur.
Tapi ternyata dia salah karena begitu pintu menara tua itu dibuka dua orang pria berpenampilan mengerikan langsung menghampiri dirinya yang saat itu di bawa keluar paksa oleh anak buah Brian.
"Jadi ini yang harus kami beli?",tanya salah satu pria dengan tubuh gelap gempal dan penuh tato itu pada Stella yang sangat ketakutan sampai tidak bisa lagi bersuara saat itu.
__ADS_1
"Benar dan juga pria penuh luka itu",ucap pengawal Brian dengan menarik tubuh Anderson keluar dari menara itu dan menyerahkan pada Kedua orang mengerikan itu.
"Dia hanya akan jadi makanan anjing kalau dijual tapi karena yang menjualnya tuan Brian Maxwell maka aku akan menerimanya bersama perempuan tua ini yang sedikit lebih berharga dari si pria penuh luka itu".