Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
19.Aku setuju Dengan perjanjian ini.


__ADS_3

"Drett...drett".


Amera terbangun dari tidurnya karena mendengar bunyi ponsel miliknya yang berada diatas nakas tempat tidur.


"Ya...".


"Mer ini aku.Apa kau sudah bangun?".


Terdengar suara Veronica dari seberang telpon yang membuat Amera langsung benar benar terbangun dari tidurnya.


"Iya aku sudah bangun.Ada apa Ver?", tanyanya dengan menoleh ketempat tidur disampingnya yang sudah kosong bahkan saat dia merabanya tempat tidur itu sudah terasa dingin seperti tidak ditiduri.


Dalam hati dia bertanya dimana Adam bukankah seingatnya tadi malam pria muda itu tidur disampingnya dan kenapa sekarang dia sudah tidak ada.


"Hari ini kau harus pergi kekantor Agency untuk membicarakan masalah kontrak kau ingatkan".


"Pukul berapa?",tanya Amera dengan tidak bersemangat karena hari ini harus melakukan pembicaraan melelahkan lagi berkaitan dengan masalahnya dan Elvan yang pasti akan dipermasalahkan oleh Agency yang menaunginya selama ini.


"pukul 10 pagi ini.Aku akan datang ketempatmu jadi bersiaplah".


"Kurasa aku bisa pergi dengan Adam saja jadi kau tidak perlu menjemputku Ver".


"Adam yang meminta aku menjemputmu karena dia bilang dia tidak bisa mengantarmu kesana",terang Veronica yang membuat Amera heran.


"Kapan dia mengatakan itu?",tanya Amera dengan nada kecewa.


"Sejam yang lalu.Dia bilang hari ini dia ada urusan penting karena itu dia tidak bisa mengantarmu dan meminta aku yang menjemputmu pergi kekantor Agenci".


"Dasar menyebalkan seharusnya kalau dia ingin libur dia harus menghubungi aku bukan kamu. Apa dia lupa kalau aku yang membayar gajihnya",gerutu Amera kesal.


"Biarkan saja Mer mungkin dia benar benar punya urusan penting karena itu dia....".


"Ya sudah aku juga tidak ingin membahas masalah ini sekarang karena ada masalah Agenci".


"Baik kalau begitu bersiaplah sekarang karena satu jam lagi aku akan menemuimu".


"Hemm".


Setelah itu Amera mengakhiri panggilannya dengan Veronica dan mencoba menghubungi nomor ponsel Adam tapi beberapa kali dia mencoba panggilannya tidak tersambung membuat Amera kesal karenanya.


"Apa yang dilakukannya sampai ponselnya tidak bisa dihubungi dan pergi begitu saja tanpa membangunkan aku.Sepertinya pukulan mommy kemarin untuk Daddy kurang keras sayang karena itu Daddymu masih bersikap menyebalkan hari ini",ucap Amera dengan membelai perutnya yang masih rata sebelum memutuskan bangun dari ranjang dan mandi sebelum Veronica datang.

__ADS_1


***


"Kau sudah siap bertempur hari ini Mer?",tanya Veronica waktu menjemput Amera diApartemen.


"Ya aku sudah siap.Jangan khawatir",jawab Amera dengan masuk kedalam mobil Veronica.


"Kau ingin makan sesuatu dulu sebelum sampai dikantor? Agar punya tenaga ekstra sebelum memulai perang".


"Baiklah kita mampir dulu untuk sarapan ".


"Baik kalau begitu".


Lalu Veronica melajukan mobilnya meninggalkan area parkir apartemen Adam dan membawa Amera mampir disebuah kafe untuk makan sarapan sebelum akhirnya mengantarnya kekantor Agenci tempatnya bekerja selama lebih dari 5 tahun ini.


"Aku harus bertemu siapa pagi ini?",tanya Amera dengan berjalan masuk kedalam kantor Agency diiringi Veronica disampingnya.


"Kepala Agency kita Mer".


"Kepala Agency bukannya dia masih berada diluar negeri untuk dinas?".


"Entahlah, tapi begitu yang mereka katakan waktu kemarin menghubungi aku untuk memintamu kemari".


"Yah bagiku tidak masalah sih siapa yang akan aku temui sekarang karena yang penting masalahku segera beres.Oh iya Ver,apa kau sudah menawarkan apartemenku ke kantor real estate seperti pesanku?".


"Oh,semoga saja cepat laku supaya kalau apa yang aku pikirkan ini benar,masalahku akan segera selesai".


"Iya.Tapi apa kau tidak merasa sayang sama sekali untuk menjual Apartemenmu itu Mer bukankah itu rumah pertama yang kau beli selama menjadi artis?".


Amera menggeleng.


"Aku merasa sudah waktunya mengiklaskan apa yang aku miliki supaya bisa hidup tenang Ver".


"Lalu apa rencanamu kedepan setelah kau tidak lagi berada dalam naungan Agency lagi".


"Aku akan tetap menerima pekerjaan yang datang padaku selama itu tidak menggangu kondisiku yang sedang hamil ini".


"Baiklah aku mengerti Mer".


Obrolan mereka terhenti karena mereka sudah sampai didepan kantor kepala Agency.


Veronica mengetuk pintu kantor sebagai basa basi dan baru membukanya setelah mendengar perintah yang mengijinkan mereka masuk dari dalam ruangan.

__ADS_1


"Masuk!".


"Ayo Mer",ajak Veronica dengan membantu Amera membuka pintu supaya perempuan itu bisa masuk.


"Selamat pagi pak....".


sapaan Amera terhenti saat melihat siapa yang duduk dimeja kepala Agency tempatnya bekerja beberapa tahun ini.


"Elvan Sander!",panggilnya dengan ekspresi terkejut.


"Selamat pagi nona Amera Jasmine atau sudah berubah jadi nyonya sekarang.Taoi nyonya siapa?".


Elvan mengatakannya dengan menatap keperut Amera yang hamil meski masih rata.


"Maaf aku tidak berniat bercanda pagi ini tuan Sander karena aku datang kesini untuk membicarakan kelanjutan kerjasamaku dengan Agenci ini",ucap Amera dengan duduk dihadapan Elvan Sander dengan wajah dingin.


"Sabar Amera , ini masih pagi bagaimana kalau kita sarapan dulu lalu setelah itu...".


"Maaf tapi aku sudah sarapan sebelum pergi kesini".


Elvan mengangkat kedua bahunya mendengar itu.


"Sayang sekali padahal aku berniat mentraktirmu sarapan pagi ini tapi ternyata gagal membuat aku kecewa jadinya".


"Sebaiknya kita bicarakan ini sekarang karena aku punya urusan lain yang harus kulakukan selain hanya disini".


"Benarkah?Apa urusan pentingmu itu?Apa ada Agenci lain yang merekrut mu untuk menjadi artisnya setelah melihat scandal kita kemarin?",tanya Elvan dengan sinis.


Amera tiba tiba merasa muak dengan pria yang duduk dihadapannya itu dan merasa heran pada dirinya kenapa dulu sempat berpikir kalau pria didepannya itu adalah pria yang sangat sempurna padahal sekarang dimatanya Elvan Sander tidak lebih seperti seorang pecundang menyebalkan dengan mulut busuknya.


"Sudah kukatakan aku kesini untuk membahas masalah pekerjaan bukan masalah antara kita yang sudah berlalu".


"Baik,kalau begitu bacalah dulu berkas ini",ucap Elvan dengan memberikan berkas yang berkaitan dengan perjanjian kerjasama dirinya dan Agency.


Amera membaca berkas itu dengan teliti dan sudah menduga kalau pihak Agency tidak mungkin akan membiarkan begitu saja dia lepas dari tuntutan akibat scandal heboh yang terjadi padanya.Tapi Amera tidak menyangka kalau nominal ganti rugi yang diminta pihak Agency tersebut sangat banyak dan akan menguras harta kekayaan yang dimiliki nya sekarang kalau dia membayar ganti rugi tersebut.


"Kalau menurutmu jumlah yang kami ajukan itu sangat memberatkan kita bisa membicarakannya Mer karena kita juga bukan orang lain",ucap Elvan saat melihat wajah Amera berubah setelah membaca berkas ditangannya.


Tiba tiba Amera dari duduknya membuat Elvan sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Amera.


"Pihakku akan membayar kerugian itu sesuai apa yang tertulis dalam tuntutan kalian tapi setelah itu berarti hubungan kerjasama kita berakhir lalu untuk masalah selanjutnya Veronica dan pengacaraku yang akan mengurusnya".

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Amera lalu pergi meninggalkan ruangan Elvan membuat Elvan cukup terpukul dengan sikap Amera yang diluar ekspektasinya.


__ADS_2