
"Adam," sapa Veronica begitu melihat Adam berjalan masuk kedalam Healthy Cafe miliknya yang sekarang dikelola oleh Amera Veronica serta David.
"Kak Vero dimana Amera?," tanyanya dengan mengedarkan pandangannya kesekeliling Cafe yang terlihat cukup ramai pengunjung saat itu.
"Dia masih diruang kerjanya bersama David sepertinya masih ada pekerjaan yang belum selesai dikerjakannya dan dia berniat menyelesaikannya hari ini juga. Apa kau ingin menemuinya diatas?."
Adam mengelengkan kepalanya dan memilih duduk disalah satu kursi Cafe.
"Bisa aku bicara dengan kak Vero sebentar sebelum Amera turun," pintanya pada Veronica yang langsung mengerutkan keningnya mendengar ucapan Adam.
"Ada apa Dam? Kenapa sepertinya ini penting dan Amera tidak boleh tau karena itu kau mengajakku bicara tanpa menunggu Amera turun kemari lebih dulu?," tanya Veronica dengan duduk dikursi yang berhadapan dengan Adam.
"Bisa dibilang begitu,tapi yang benar aku ingin membuat ini menjadi kejutan untuk Amera karena itu aku sengaja mengajak kak Vero bicara tanpa ada Amera sekarang kak," Jelasnya pada Veronica.
"Masalah apa itu?,"Veronica menatap Adam serius karena sepertinya yang ingin dibicarakan pria muda itu dengannya juga masalah serius.
"Aku berencana mengadakan pesta pernikahan dengan Amera dalam waktu dekat ini dan aku ingin kak Vero yang menangani masalah ini bagaimana?Apa kak Vero mau?,"
Adam menatap kearah Vero dengan wajah penuh harap Veronica mau mengiyakan keinginannya itu.
"Pesta? Tapi ...kandungan Amera sudah semakin besar apa itu tidak masalah Dam?," tanya Veronica.
Sebenarnya Adam juga memikirkan itu saat ingin melakukan rencana ini tapi kalau menunggu sampai anaknya nanti lahir dia merasa itu terlalu lama karenanya dia berniat melakukannya sekarang saja sebelum bayinya dan Amera lahir.
__ADS_1
"Hari ini kami akan kedokter dan menanyakan tentang kondisi Amera pada dokter. Kalau menurut dokter kondisinya baik baik saja tolong kak Vero bantu aku mempersiapkan pesta pernikahan kami.Bukan pesta mewah hanya sesuatu yang indah dan romantis bagaimana kak?,"pinta Adam serius yang dijawab Veronica dengan mengangguk anggukan kepalanya.
"Ya..baiklah kalau hanya pesta perayaan yang romantis saja tapi apa juga dengan acara pernikahan digereja?,"tanyanya yang dijawab anggukan oleh Adam.
"Iya karena saat itu kami hanya menandatangi dokumen pernikahan tanpa melakukan pemberkatan jadi kali ini aku ingin melakukannya meski sederhana."
"Baiklah.Tapi sepertinya kita bahas lagi ini nanti karena Amera sudah turun," Mendengar ucapan Veronica Adam menoleh kearah tangga dimana Amera tampak berjalan bersama David dengan asik membicarakan sesuatu sampai mereka tiba di anak tangga terbawah baru mereka berhenti mengobrol karena Amera dan David melihat Adam serta Veronica sedang menatap kearah mereka berdua.
"Adam,"panggil Amera dengan tersenyum lebar kearah Adam yang membalas senyuman istrinya itu dengan senyum lembut.
"Tampaknya hari mu hari ini menyenangkan sayang,"sapa Adam dengan mengecup puncak kepala Amera penuh cinta dihadapan Veronica dan David yang hanya saling pandang tanpa suara melihat kemesraan antara Adam dan Amera saat itu.
"Karena kau akan pulang bersama Adam jadi aku kembali sekarang saja Mer.Sampai jumpa lagi besok",pamit Veronica dengan berjalan meninggalkan mereka berdua.
Adam dan Amera menatap dua orang itu sebentar lalu setelah mereka menjauh Adam juga mengajak Amera untuk pergi dari Cafenya.
"Ayo sayang kita juga pergi sekarang.Bukankah janji temu kita dengan dokter kandungan pukul 7 petang ini dan sekarang sudah pukul 6 lewat jadi kalau kita berangkat sekarang kita akan tiba tepat waktu dengan janji kunjungan kita nanti," ajak Adam yang dibalas anggukan oleh Amera dengan berjalan bersama Adam keluar dari Cafe menuju mobil.
Sampai didekat mobil Adam Amera sedikit terkejut karena ternyata Adam hari itu membawa seorang supir bersamanya.
"Selamat petang nona Amera,"sapa sisupir dengan sopan pada Amera yang dibalas Amera dengan anggukan sopan lalu berbisik kearah Adam begitu mereka berdua sudah duduk didalam mobil pria itu.
"Sejak kapan kau menggunakan supir pribadi Dam?,"tanyanya lirih tepat ditelinga Adam dengan ekor mata melirik kearah pria yang menjadi supir Adam saat itu.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Amera Adam ikut melihat kearah supir nya.
"Dia pengawal ku,"terang Adam dengan suara lirih sama seperti Amera tadi.
"OOO...pantas saja tubuhnya bagus....."
Reflek Adam langsung menoleh kearah Amera yang saat itu sedang menatap kearah pria yang menjadi supir sekaligus pengawal pribadinya itu dengan tatapan terlihat kagum pada postur tubuh pria itu membuat Adam merasa kesal jadinya.
"Apa perlu aku perintahkan dia pulang dengan naik taksi dan aku saja yang menyupir sendiri untukmu sayang."
Mendengar itu Amera langsung menoleh kearah Adam yang ternyata sudah memasang wajah cemberut nya dihadapan Amera.
"Dam...itu...kamu...,"Amera merasa ingin tertawa saat melihat kecemburuan Adam karena apa yang dikatakannya barusan tapi ditahannya karena khawatir akan membuat Adam menjadi semakin kesal nanti.
"Aku akan menyuruhnya berhenti dan...."
"Jangan!,"larang Amera cepat membuat Adam langsung menatap kearah Amera begitu juga pria yang menjadi supir mereka saat itu.
"Maaf ada yang bisa saya bantu nona Amera,"tegurnya dengan menatap kekursi belakang melalui kaca spion mobil yang dibalas Adam dengan tatapan tajam.
"E...tidak lanjutkan saja mengemudi.Tadi Adam hanya bilang apakah perlu menyuruhmu menambah kecepatan agar segera sampai dirumah sakit, tapi aku menolak karena tidak ingin buru buru toh jarak kita sekarang juga sudah tidak terlalu jauh lagi dari rumah sakit,"terang Amera dengan perasaan serba salah pada pria yang menjadi supir mereka itu.
"Oh...begitu,baiklah nona Amera."
__ADS_1
Lalu pria itu kembali fokus mengemudi lagi dan tidak menoleh atau melirik lagi kebelakang pada Amera dan Adam yang langsung menarik Amera mendekat kearahnya agar istrinya itu tidak lagi bermain melirik kearah pria lain selain dia.